Kenapa Harus Loyal ke Bank

Punya rekening bank lebih dari satu? Mengapa kamu memutuskan mempunyai banyak rekening? Harus punya rekening BCA karena kalau bisnis lebih gampang, kebanyakan orang pakai rekening BCA jadi tidak perlu kena biaya transfer. Dalam tulisan ini, saya akan bercerita mengapa kita perlu loyal ke satu bank.

Perjalanan perbankan saya

Saya sempat menjadi nasabah bank Maspion sejak umur 12 tahun sampai umur 17 tahun. Bank Maspion mengadakan edukasi di sekolah saya dan mengajar pentingnya menabung, kebetulan mereka juga membuka cabang di sekolah saya. Saya masih ingat saat itu, saldo saya ada di angka 500 ribu Rupiah yang dikumpulkan dari hasil menabung 10 ribu Rupiah dari uang jajan. Terima kasih Bank Maspion telah mengajari kebiasaan menabung.

Saat kuliah di ITB, kami dibuatkan rekening BNI 46 saat daftar ulang. Harapannya Taplus Muda tersebut dapat digunakan untuk kegiatan perbankan selama kita kuliah termasuk bayar uang kuliah. Sampai sekarang, 10 tahun sudah saya menjadi nasabah BNI. Taplus Muda telah berubah menjadi Taplus (saja). Saya sempat membuka rekening BCA karena kemudahan biaya transfer, namun saya akhirnya menutup rekening BCA karena tidak nyaman mempunyai lebih dari 1 bank. Namun pada akhir 2017 saya buka rekening Jenius (BTPN) yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas transfer ke semua rekening. Sampai sekarang saya menggunakan dua bank, Jenius untuk kemudahan penarikan uang di semua ATM dan gratis biaya transfer dan BNI sebagai bank utama saya. Bahkan untuk sekuritas saya pun memililh BNI Sekuritas. Saya juga pemilik Debit BNI Garuda dan sedang diberikan penawaran Kartu Kredit BNI Garuda Platinum. Saya adalah nasabah setia BNI.

Manfaat loyal ke Bank

  1. Yang paling utama adalah membangun kredibilitas finansial di bank tersebut. Semakin banyak kamu bertransaksi, menyimpan aset, mengajukan pinjaman, dan kegiatan perbankan lainya maka kamu akan semakin memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi di mata Bank. Tentunya ini dimulai dari kecil ya, mulai buka deposito sedikit, kartu kredit lancar, mungkin KPR yang juga lancar sampai penilaian tentang kamu akan baik di mata Bank. Jika kamu perlu fasilitas di masa depan, bank akan lebih percaya untuk memberikan itu kepada kamu karena kredibilitas kamu sudah terbukti. Contoh untuk apply credit card BNI, saya mendapat tawaran khusus sebagai salah satu nasabah untuk gratis pendaftaran BNI Garuda Platinum. Kebetulan saya juga baru ingin mulai mengumpulkan miles untuk terbang gratis, cocok!

2. Fasilitas ekstra sebagai nasabah loyal. Beberapa bank memiliki program loyalitas seperti BCA Prioritas atau BNI Emerald. Jika kamu masuk sebagai nasabah loyal maka kamu dapat mendapatkan fasilitas ekstra seperti lounge di bandara, diskon merchant, gratis tes IELTS, dan macam-macam tawarn lainnya. Tapi untuk menjadi nasabah kategori prioritas memang banyak yang perlu dipenuhi. Makanya selagi mengumpulkan nilai aset, loyal lah juga dari sisi masa aktif nasabah sehingga saat waktunya sudah siap menjadi nasabah prioritas.

3. Kemudahan permintaan kredit. Sayangnya saya belum pernah coba permintaan kredit/utang ke BNI namun berdasarkan cerita orang bahwa jika kamu semakin dipercaya oleh bank karena loyalitas dan histori kredit maka akan lebih mudah saat mengajukan kredit. Logisnya ya seperti itu.

Kenapa BNI? Target BNI Emerald

BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) adalah kategori bank yang ada di Indonesia, dibagi berdasarkan modal inti. Level tertinggi adalah BUKU IV, dengan modal inti diatas 30 triliun Rupiah. Saat ini hanya ada enam bank yang masuk di kategori BUKU IV, yang bisa kita anggap sebagai bank top di Indonesia. Bank tersebut adalah BRI, Mandiri, BCA, BNI, CIMB Niaga dan Danamon.

BNI Emerald. Syarat masuk segmen priority banking Emerald adalah memiliki AUM rata-rata 3 bulan mulai dari 5 milyar sampai 15 milyar Rupiah. AUM mencakup saldo tabungan, deposito, dan rekening reksa dana.

Apa bank pilihan kamu? Semoga cepat jadi nasabah prioritas di bank pilihan ya!

Perpanjang SIM Masa PSBB

Dalam rangka menghemat pengeluaran yang bisa ditekan, saya memutuskan untuk perpanjang SIM A saya yang mati tanpa melalui jasa calo.  
Total biaya yang dikeluarkan adalah 80 ribu Rupiah (biaya pemuatan) ditambah 70 ribu Rupiah (biaya cek kesehatan). Hitungannya, saya hemat 350 ribu Rupiah dengan mengorbankan waktu di akhir pekan selama hampir 12 jam.

Saya siap mengorbankan waktu saya seharian untuk mengurus SIM secara resmi demi menghemat biaya perpanjang 500 ribu Rupiah melalui calo. Minggu pagi tanggal 29 Juni 2020, saya bangun pukul 7 pagi, sarapan ubi rebus, lalu jogging pagi dari rumah ke mall Pluit Village. Sempat nyasar masuk pintu karyawan Carrefour karena mall belum buka pagi, akhirnya saya masuk untuk menuju gerai SIM di lantai 4. Kondisi masih gelap gulita, namun belasan orang sudah banyak duduk menunggu disana. Antrian gelombang 1 sebanyak 50 orang sudah penuh, saya kebagian nomor urut 40 di gelombang 20. Artinya saya nomor urut ke 90. Karena ada briefing jam 9, saya pulang dulu untuk ganti pakaian.

Ternyata yang perlu datang jam 9 hanyalah peserta gelombang 1 yang akan mulai dipanggil pukul 10. Ngobrol dengan beberapa orang yang dapat gelombang 1, ternyata mereka isi nomor antrian sudah dari jam 5 pagi! Saya menunggu sambil membaca sampai akhirnya dipanggil masuk gelombang 2 untuk ambil nomor di pukul 2 siang. Cek kesehatan masuk pukul 4, cetak SIM jam 5 sore. Karena saat ini banyak permintaan perpanjang SIM jadinya kapasitas tim yang menangani permintaan jadi relatif lambat, harusnya di saat keadaan normal pelayanan bisa jauh lebih cepat.

Tanggal penting

26 Maret sampai 3 Juni 2020: rentang waktu yang mendapatkan pengecualian untuk perpanjang SIM sampai tanggal 31 Agustus 2020 tanpa perlu buat ulang.

4 Juni 2020 sampai tulisan ini dibuat (30 Juni 2020) wajib membuat ulang di SAMSAT terdekat (Daan Mogot).

Dokumen penting

Untuk perpanjangan, dokumen yang dibutuhkan hanya fotokopi KTP dan fotokopi SIM lama sebanyak masing-masing selembar.

*Tips berpakaian: pakaian sopan, tidak terbuka, dan hindari warna putih karena warna latar foto berwarna putih (potensi nyaru). Memang tidak diwajibkan memakai sepatu dan celana panjang, tapi berpakaian sopan lah walau gerai SIM di mall.

Semoga bermanfaat.

Geothermal and water potential energy in Indonesia – the challenge

President Joko Widodo had an ambitious plan of generating additional 35,000 MW of electricity power for current installed capacity of 50,000 MW. This projection is based on the underlying assumption that electricity demand will grow proportionally alongside economic growth, which is assumed as 6-7% per year. The latest Business Plan for Electricity Generation (as translated from RUPTL: Rencana Umum Pengadaan Tenaga Listrik) shows that only around 3,000 MW, or equal to a mere 8% of 35,000 MW target that will be generated from renewable energy sources.

At the end of 2015, delegates on behalf of 195 countries declared their commitment of reducing greenhouse gas emission as a mitigation of climate change. The governments agreed on the need for global emissions to peak as soon as possible, recognizing that this will take longer for developing countries [1]. Indonesia was represented by 223 delegates who were committed to the global emissions plan, although as a developing nation the deadline should be exceptionally behind than the developed nations. Nevertheless, local emission reduction plan must be considered as far as mitigation plan is concerned. Indonesia will face difficult situation to fulfill both electricity plan target and the green policy, if it is not planned painstakingly.

A big proportion of current supply comes from fossil energy, which are coal, oil, and gas. Coal accounts for more than half of electricity power plant capacity. In the second place comes natural gas, utilized as gas turbine fuel. Strategy for future power supply seems to put coal as the base load champion, with others such as natural gas, hydro power, geothermal, and new renewable follow subsequently based on the capacity.

The Ministry of Energy has been campaigning natural gas as internal combustion engine fuel, to substitute gasoline and diesel power plant since 1986. The transition process is almost complete now, as the diesel power plant utilization is very low and even on as a peaker only. Indonesia has some potential and proven natural gas resources. Speaking with numbers, Indonesia is on 13th position of the country with the biggest gas reserves, topping others ASEAN nations.

Geothermal

Geothermal energy is energy available in the form of heat contained in the earth crust; main utilization are for electricity generation and district heating. Characteristics of geothermal include: capability to provide base load power; no seasonal variation; immunity from weather effects and climate change impacts; compatibility with both centralized and distributed energy generation; resource availability in all world regions, particularly for direct use. (International Energy Agency).

Indonesia’s geothermal installed power is currently on the second place on the world ranking. Yet, it is less than 5% the geothermal potential that has been exploited [2]. Four largest geothermal location are all located in Java island, the most populated island in Indonesia. Daradjat, Salak, Kamojang, and Wayang Windu geothermal power plants account for 255 MW, 345 MW, 200 MW, and 227 MW installed capacity respectively. However, the exploration result shows bigger potential on Sumatera island. Current operating power plants in Sumatera are Ulubelu, Sibayak, and Sarulla, with 110 MWe, 11.3 Mwe, and 330 MWe rating power respectively. As the second biggest island in Indonesia and densely populated, Sumatera has not fully developed yet, especially in the infrastructure part. Rural residents in Sumatera still face a limitation of electricity access due to lack of power supply and also reliable transmission and distribution. Even the most populated city in Sumatera, Medan still has frequent power outage.

Electricity supply is a prime factor for an economic growth in the specified area. Industries, logistic process, and other trading activities all require electricity power. Construction and operation of power plants need human capital, creating a job market that will foster the economic growth. Education is vital to develop human capital in the area, so ensuring a decent education infrastructure is essential. Many students on rural area in Sumatera are still using traditional lamp to study. A big part of them have not been exposed to the Internet; yet, this leads to lack of information. Development plant for rural area should really consider electricity supply, as the demands of electricity will also increase alongside the economic growth. Ironically, the area which are lacking are the island with rich energy source such as the other islands than Java.

The only impediment for geothermal well development is the interest conflict with forest conservation as almost all of the geothermal well are located on protected forest area. Eventually, several geothermal well drilling project were delayed due to bureaucracy matter. Ministry of Environment and Forestry should work with Ministry of Energy to stop the ineffective license licensing paper works, of which have postponed many projects. Ministry of Environment and Forestry could impose mandatory reforestation action to be done by the project owner, in order to preserving the environment in the future. For example, Pertamina Geothermal Energy sowed fifty thousands of tree seed near Kamojang area in the 2011. The reforestation is vital to maintain ground water deposit, from which steam for power plant is produced.

Second obstacle for geothermal development is the uncertainty of drilling cost, making the financial risk higher than other energy project. The development process of geothermal power plant consists of exploration, production drilling, plant construction, and electricity production. Surprisingly, just exploration and drilling account for 42% of overall projects costs (Jennejohn 2009). This fact makes investor less assured to invest in geothermal energy projects. Without secure financial contract and subsidy, it is challenging to seek for investor for geothermal project.

The project began by exploration process, searching for the hot fluid reservoir which trapped between hot rocks. Proven fluid reservoir location then studied both in geophysics and engineering, in order to determine the trajectory of well will be drilled. After all engineering calculations had been done, the drilling process commenced until one well is ready for production. Meanwhile, the construction of power plant began simultaneously. Other production wells then drilled and tested until the accumulation of power reached the expected value. As the power achieved, the power plant had to be ready for operation to produce elecricity. However, the exploration and drilling process continued to maintain the production capacity of existing wells.

Drilling a geothermal well

The drilling in geothermal is started by drilling a big vertical hole until reaching around 1000 ft depth. After drilling finished, a string of steel casing with smaller diameter than the hole size are inserted into the drilled hole. Right after the casing are successfully inserted, some cement slurry is pumped into the casing hole until it filled the gap between the ground formation and steel casing. While waiting for the cement to dry, next section drilling equipment are prepared. Next section is started all over from drilling the excess cement inside the casing and new hole. The second section hole usually is drilled until 3000 ft depth; however, the trajectory is not vertical anymore but forming a certain degree with earth’s gravitational axis.  Repeated steps are done until 2 or 3 hole sections ahead, of which depth reaching 7000 ft. Actually, the depth depends on the drilling plan of each well, which is based on where the fluid reservoir located. The last step is completion of well; placing a wellhead and controlling equipment on top of the drilled well.

Water power

Water power (hydroelectric power) is a form of potential energy contained in water  which is used to move a turbine. Potential energy difference  exists in two water constituents with height difference. Higher level difference means more power potential. As water is an abundant resource in Indonesia, water power is very promising as an alternative energy. The most challenging obstacles for water power plant are environmental issues and high project cost.

The indirect effect of water power reservoar

Building a dam to contains millions cubic of water is essential. Actually it is the most resource-intensive process of a hydroelectric power plant construction. Hydroelectric acts like the solar and wind power plant, negligible operating cost but high capital cost. However, we would speak the indirect effect of dam construction project to the environment and social.

The area needs for water reservoir is huge, as a power plant needs million of cubic debit. When looking to the indirect effect, it might be a counter productive effect if the reservoir is being built in a rain forest or peat land with high carbon content. The inundation of rain forest lowland could lead to more GHG emission, the methane which is much more stronger than the carbon dioxide itself. The life cycle study and environmental impact consideration become the most challenging part to be taken in to account.

As per RUPTL (literally translated as the Business Plan of Electricity Power Development), water power plant surpasses other renewable sources for now and future installed capacity. The government seems more convenient to be committed in the most mature renewable energy technology, the water power. However, the development of water power plant should be focused on under-developed area like Kalimantan and Papua. The technology for PLTMH (micro hydroelectricity power plant) is easy to access and installed in those area. The massive micro generation plan for remote area implementation could solve the lack of electricity transmission issue amidst the transition of wider implementation in the next 20 years.

The forecast

International Energy Agency forecast electricity demand in 2035 to be dominated by renewable. The usage of fossil fuels for electricity generation is decreasing, except for natural gas. Even though the share of coal in power generation is decreased to 30.72% from 39.91% in 2012, there will be slight increase of coal power generated. Renewable account for 28.72% share on world electricity generation; slightly below is natural gas with 26.15%. Nuclear forecast to only have a tenth of share in world electricity power. “Of the 5.9 trillion kWh of new renewable generation added over the projection period, hydroelectric and wind each account for 1.9 trillion kWh (33%), solar energy for 859 billion kWh (15%), and other renewable (mostly biomass and waste) for 856 billion kWh (14%)” (International Energy Agency , 2016).

Agency for Assessment and Application of Technology (as translated from BPPT: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) proposed a different scenario for electricity supply. Coal still accounts for more than 50% electricity supply in Indonesia, as the mineral supplies are enormous (BPPT, 2015). Nuclear will not grow until 2030. Renewables will grow significantly, especially geothermal and hydro power as two biggest electricity supplier from renewable energy side. Other renewable like wind, solar, biomass, and tidal energy follow behind with slight growth. The projection shows the optimist plan of geothermal and hydro power plant in the future. While in the present, the development of geothermal well still facing technical difficulties that lead to high cost; and hydro power plant construction sites often intersect with forest conversation site.

Conclusion, geothermal and hydroelectricity power are too good to be true without proper support and clear ambition. Without additional incentive from outside the electricity pricing contract, I am reluctant that these two growing in the next 5 years. Coal is getting cheaper and easier to get.

Chiang Mai dengan Motor Matik 115 cc

Sawadee krap! Tulisan ini termasuk cerita yang paling lama ada di dalam konsep untuk ditulis. Perjalanan ke Chiang Mai sendiri sudah saya lakukan di bulan Desember 2018 dan baru saya lengkapi tulisan ini di bulan Mei 2020. Tanpa mengurangi keseruan dan tips yang ingin saya bagikan, silahkan dibaca catatan perjalanan saya. Semoga kita bisa tetap jalan-jalan asik dengan penggunaan bujet yang efisien. Dalam tulisan ini akan kita bahas:
 
1.  Menjelajahi Chiang Mai, Thailand bagian utara hanya dengan motor matik 115 cc dengan total biaya 500 baht (~230,000 Rupiah) selama dua hari.
2. Pergi ke Doi Inthanon dari Chiang Mai naik motor matik.
3.  Pemandangan dan suasana Doi Suthep saat malam hari, beserta alasan kenapa harus pergi kesana saat malam hari dibanding siang hari.
4.  Apa isi tempat paling tren di Chiang Mai untuk anak muda?
5.  Belajar celup ikat khas Thailand di Ban Rai.
6.  Menjelajah museum seni kontemporer di Chiang Mai sambil menjelajah kuliner local.
7.  Mengapa menjelajah naik skuter matik itu lebih asik? Selain biaya yang jauh lebih hemat.

Sampai di Chiang Mai – menggunakan Low Cost Airlines

Saya mengambil penerbangan malam dari Bangkok menggunakan maskapai Air Asia, berangkat dari Jakarta sekitar siang hari jadi menghabiskan waktu transit di Don Mueang. Sayangnya belum ada rute direct dari Jakarta ke Chiang Mai. Saat itu bulan Desember dan musim dingin sedang terjadi. Temperatur saat ini lumayan hangat untuk musim dingin. Ternyata kami diinfokan bahwa temperature belum turun seperti biasanya sehingga yang kita rasakan saat itu masih dibilang hangat. Rata-rata temperature saat itu sekitar 20 derajat celcius dan turun di daerah pegunungan (Doi Inthanon) di sekitar 15 derajat celcius. Saya setuju dengan pendapat orang untuk mengunjungi Thailand di bulan November dan Desember, terutama Thailand bagian utara. Ditambah dengan keberuntungan, kamu akan mendapatkan cuaca yang cerah sepanjang hari tanpa hujan sehingga kalian bisa menikmati aktivitas hiking, bersepeda, atau menikmati alam sepenuhnya.

Ada layanan taksi dari airport ke pusat kota seharga 80 baht (40 ribu rupiah), bahkan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan Grab. Untuk akomodasi menginap, kami menginap di Buaraya hotel, hotel yang cukup nyaman untuk beristirahat. Lokasinya sangat strategis, ada tempat makan kaki lima di depan hotel dan juga toko 7/11 untuk mencari barang kebutuhan. Secara value hotel ini cukup baik, minimum service namun cukup dengan layanan standar WiFi, air panas, dan ruangan yang bersih dan bertemperatur sejuk. Untuk makan pagi memang kami tidak membayar lebih untuk menghemat biaya, kami memutuskan untuk sarapan pagi di pasar tradisional sekitar 3 menit berjalan kaki untuk menikmati makanan pagi tradisional.

Hari Pertama – Doi Inthanon & Doi Suthep

Memulai perjalanan di Chiang Mai, kami memutuskan untuk menyewa motor matik dari Mango rent a bike. Beberapa kelebihan dan testimoni mengenai servis mereka:

  1. Motor yang dirawat dengan baik, karena kami melihat langsung ke workshop mereka dimana mereka melakukan perawatan regular, pengecekan, dan peralatan yang lengkap.
  2. Mereka tidak meminta deposit passport, hanya butuh 1,000 baht deposit. Uang akan dikembalikan saat motor dikembalikan. Di beberapa tempat lain, butuh deposit passport atau 3,000 baht deposit sebagai jaminan.
  3. Staff yang sangat responsif dan membantu.

Beberapa kekurangan:

  1. Pilihan motor yang terbatas. Hampir semua jenis yang ditawarkan adalah motor matik.
  2. Jam operasional yang cukup terbatas, tutup jam 6 sore. Rata-rata tempat lain tutup jam 8 malam.

Untuk menghemat biaya, kami memutuskan untuk menyewa motor matik Yamah Fino 115 cc seharga 250 baht per hari. Sebenarnya ada pilihan motor manual 500 cc yang pastinya akan lebih bertenaga namun biayanya 1,000 baht per hari yang tentunya akan menguras kantong. Agak sedikit gambling kami coba motor matik ini, dengan harapan bisa menanjak di bukit Doi Inthanon dan Doi Suthep. Memang di 10 km terakhir menuju Doi Inthanon kita mengalami kesulitan pendakian, gas penuh kecepatan mentok di 20 kilometer per jam. Di jalanan normal lurus tanpa tanjakan kita bisa dapat 80 kilometer per jam kok. Intinya kami tetap selamat dan bisa jalan-jalan sampai puncak dengan motor 115 cc yang digunakan boncengan, selain itu kita bisa jelajah ke semua tempat lainnya. Tempat paling ekstrim saja bisa, apalagi cuman jalanan biasa, kita sikat selap selip layaknya di jalanan Jakarta.

Perjalanan pagi ke Doi Inthanon

Perjalanan kami mulai pagi hari, setelah makan pagi di pasar terdekat dan keliling-keliling sambil ambil motor di Mango, kita tancap gas menuju Doi Inthanon. Jalanan menuju Doi Inthanon sangat mulus dan panjang, layaknya jalan tol. Total jarak yang ditempuh bolak balik sekitar 200 kilometer. Kita jalan menuju Doi Inthanon pukul 10:30 dan mencapai checkpoint kedua pukul 13:15 untuk beristirahat makan siang. Di jalan kami sempat berhenti beberapa kali untuk toilet break dan meregangkan badan. Dalam perjalanan kita melewati beberapa gerbang penjagaan untuk pengguna mobil yang perlu membayar tiket, namun sampai ke atas kami tidak membayar biaya apa pun.

Makan siang Tom Yum ayam dan ikan air tawar goreng khas Thailan sungguh membuat energi kami naik lagi, setelah perjalanan jauh, lanjut menuju puncak. Kami sempat beberapa kali berhenti ke objek wisata seperti Mae Klang waterfall namun tidak masuk karena biaya masuk 200 baht sangat mahal dan kita fokus mencapai puncak untuk menuju Pagoda Raja dan Ratu. Sore hari kami sampai, disuguhi olah pemandangan cantik kedua pagoda yang ditaburi cahaya matahari sore di tengah kabut tipis yang mengitari bukit-bukit disana. Sayangnya, area pagoda ini sangat ramai oleh turis jadi momen menikmati tidak terlalu syahdu. Pagoda tersebut bercerita tentang kehidupan Buddha dan ajarannya yaitu Dhamma.

Perjalanan malam Doi Suthep

Selesai menjelajah Doi Inthanon dan menempuh perjalanan balik 100 kilometer kembali ke Chiang Mai, kami kembali ke penginapan untuk bebersih. Sekitar pukul 6 sore saat matahari mulai terbenam, kami melanjutkan perjalanan menuju Doi Suthep yang terkenal itu. Karena lokasinya lumayan dekat dengan pusat kota Chiang Mai (sekitar 30 menit perjalanan), kami tidak menyangka perjalanan ke Suthep akan berkelok-kelok tanpa henti. Penerangan lampu sangat minim dan di beberapa tikungan bahkan kami bertemu dengan sesosok pria. Sosok raja Thailand yang dibuat hampir berukuran 4 meter dengan tatapan mata yang mentap pengendara di jalan. Perjalanan jadi lumayan seru, naik bukit sambil menebak-nebak kira-kira di tikungan selanjutnya akan ada sosok tersebut atau tidak. Sosok pria tegap berpakaian kerajaan sambil menatap, cocok untuk membuat kita tetap waspada di jalan. Temperatur udara dan cuaca sangat baik disana, tidak perlu pakaian dingin untuk kesana. Namun jika kita mengendarai motor tentunya jaket anti angin akan sangat membantu.

Setelah 15 menit perjalanan mendaki dari bawah, kami berhenti di pertigaan besar dimana banyak didapati turis-turis berdiri di sebelah kanan menunggu jemputan bus dan penjual makanan di sebelah kiri. Kami memarkirkan motor di dekat trotoar di depan penjual jus buah. Saya sempat nyobain jus manga disana, enak banget! Untuk menuju ke kuil, kita harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak. Lumayan lah untuk kardio malam.

Sampai di lapangan tengah kuil, kami duduk di lantai sambil mendengarkan alunan paritta Buddhist yang dibacakan para Bhikkhu dan menikmati tenangnya malam itu. Angin yang sesekali bertiup, malam yang terang penuh bintang, gemerincing lonceng kecil khas kuil dan lantunan paritta membuat momen semakin larut dalam kesunyian. Di Doi Suthep, selain momen foto terpaan cahaya bulan ke kuil emas yang sangat indah, suasana disana sangat menenangkan.

Kami menyarankan untuk pergi ke Doi Suthep pada malam hari untuk menikmati suasana malam dan juga menghindari kumpulan turis yang ramai pada siang hari.

Turun dari Doi Suthep, sempat berhenti di spot untuk melihat lampu kota Chiang Mai dari bukit. Namun karena rasa lapar sudah melanda, kami putuskan lanjut turun untuk makan malam. Tidak jauh dari turunan Doi Suthep, ada daerah vibrant yang cukup ramai karena diramaikan mahasiswa mahasiswi Universitas Chiang Mai. Kami makan di sushi bar untuk mengisi tenaga dengan karbohidrat.

Chiang Mai Night Bazaar

Saat perjalanan dari hotel menuju Doi Suthep, kami melewati suatu kompleks perjalanan dekat sebuah mall yang cukup besar. Sepulangnya dari sana dan makan malam, kami memutuskan untuk mampir jalan-jalan disana. Parkir motor dengan mudah bisa ditemukan, walau agak padat sih. Uniknya tidak ada tukang parkir yang minta bayaran loh disini.

Di night bazaar, banyak jajanan dan tempat jualan barang-barang unik. Pada dasarnya tidak jauh beda kok dengan bazaar di Indonesia, namun beberapa hal yang perlu kamu coba adalah:

  • Thai tea Chatramue, tokonya seperti toko boba gitu. Rasanya unik dan wajib coba.
  • Jajanan pasar hampir semua enak.

Berikut rangkuman perjalanan hari pertama kami di Chiang Mai, untuk bagian kedua akan bercerita tentang belajar seni. Ciao!

Gaya hidup hemat berkualitas (frugal living) kelas menengah

@sengatmatahari

Pernah mendengar atau membaca tentang gaya hidup frugal? Atau bahkan sering menonton channel gaya hidup minimalis di Youtube? Apa bedanya gaya hidup tersebut dan mengapa saya perlu mempertimbangkan gaya hidup tersebut dalam kehidupan saya? Saya akan membagikan tips berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami.

Selama 7 tahun bekerja dan mengelola keuangan sendiri, banyak pelajaran dari pengalaman baik dan buruk yang saya alami. Saya sempat dalam tahap tidak mengetahui kemana saja perginya pendapatan saya, rasanya penghasilan saya dari gaji sebagai karyawan harusnya cukup untuk menghidupi diri sendiri yang masih belum menikah ataupun punya tanggung jawab cicilan apapun. Pembaca di umur 20 dan 30an pasti sangat mengerti akan kondisi ini, disaat standar kehidupan kita dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi di media sosial. Hal-hal seperti jalan-jalan ke luar negeri, makan setiap weekend di restoran terkini seakan menjadi hal standar yang tidak boleh dilewatkan anak muda. Saya belajar banyak dari kondisi saya saat itu dan mulai melakukan penyesuaian di gaya hidup saya menjadi gaya hidup frugal. Tentunya saya masih bisa menikmati jalan-jalan, belanja barang, makan makanan enak dan tetap menjaga gizi tanpa perlu makan mie instan setiap hari. 5 tips yang semoga berguna untuk mendalami lagi gaya hidup frugal:

1. Cek kembali pengeluaran tersier.

Pelajari makna membeli kemewahan dan membeli waktu.

Saat memilih barang atau jasa kita pada dasarnya dihadapkan dengan manfaat yang sama, hanya penambahan kemewahan yang berbeda. Contohnya makan di warung Tegal belakang kantor atau di bistro mall, intinya adalah memberi nutrisi untuk tubuh dalam bentuk gizi. Biaya tambahan makan di restoran mahal itu lah biaya akan kemewahan yang kita bayar, contohnya suasana restoran yang asik, pelayanan yang ramah, atau makanan yang lebih terjaga kebersihannya. Prinsip ini yang dapat diterapkan dalam gaya hidup frugal bahwa kita harus dapat menempatkan kapan kita perlu membeli kemewahan tersebut, disesuaikan dengan kemampuan kita. Toh, sekali-kali makan di restoran bagus bersama keluarga juga bermanfaat kok bagi kesehatan mental kita.

Asuransi kesehatan.

Sekitar tahun 2010an akhirnya kita punya sistem jaminan kesehatan nasional yang dinamakan BPJS. Dengan membayar premi bulanan, kita akan mendapat jaminan fasilitas kesehatan standar mulai dari level puskesmas kelurahan sampai ke tindakan operasi besar di rumah sakit. Saya mendukung penuh sistem ini, saat itu saya langsung mendaftarkan kedua orang tua saya ke BPJS Kesehatan. Sebelumnya, mereka punya polis asuransi yang sayangnya tidak dapat digunakan karena kuran cermat saat membeli polis. Beberapa agen asuransi memang tidak cukup bertanggung jawab untuk membantu klien mereka, ibu saya salah satunya. Jutaan rupiah dihabiskan setiap bulannya untuk membayar premi beberapa jenis asuransi yang akhirnya tidak dapat dia gunakan.

Saat kita membeli asuransi kesehatan, kita membeli kemewahan bukan fasilitas kesehatan. Kedua orang tua saya menggunakan fasilitas kesehatan melalui BPJS yang tentunya cukup untuk sakit-sakit ringan seperti flu dan batuk sampai tindakan operasi berat saat papa saya mengalami kecalakaan di jalan. Semua tanpa perlu mengeluarkan biaya. BPJS pada dasarnya adalah asuransi kesehatan, namun dengan kelas yang lebih rendah.

Jika kita sedang mempertimbangkan untuk mengambil asuransi kesehatan, baiknya dipikir ulang apa kita benar-benar butuh kemewahan tersebut? Apakah kita butuh tambahan premi beberapa ratus ribu sampai jutaan untuk dapat upgrade kelas rawat inap di atas level kelas satu yang menjadi standar BPJS? Jangan sampai rasa takutmu (yang mungkin dijual oleh agen asuransi) mengalahkan pemikiran rasional.

Saat ini saya beruntung mendapatkan lindungan asuransi swasta dari fasilitas kantor, namun saya tetap membayar premi BPJS kesehatan. Setidaknya, kalaupun kita tidak sakit dan menggunakan fasilitas BPJS premi tersebut akan berguna untuk subsidi masyarakat anggota BPJS lain yang membutuhkan fasilitas kesehatan.

Terbang dengan low cost airlines, ekonomi, atau bahkan bisnis.

Saya baru sekali terbang dengan kelas bisnis seumur hidup, itu pun juga dengan menukarkan reward miles saat diskon penukaran 40%. Saya akan bercerita tentang tips bagaimana memanfaatkan miles untuk bisa terbang gratis. Kondisi saya sebagai turis yang niat jalan-jalan, tentunya tidak butuh kelas bisnis yang memang ditujukan untuk para pebisinis. Saya belajar apa saja sih yang membedakan kelas ekonomi dan kelas bisnis.

Kelas bisnis memberikan manfaat kenyamanan lebih, ruang yang lebih lega jika anda butuh untuk bekerja, prioritas potong waktu antrian check-in dan waktu boarding dan unboarding yang lebih cepat. Semua itu akan sangat berguna bagi para pebisnis sibuk, karena waktu adalah uang bagi mereka. Bagi kita orang biasa yang memang niat jalan-jalan, perlukan pakai kelas bisnis? Kalau punya uang lebih sih bebas-bebas saja ya.

Waspadai terbang dengan low cost carrier, karena murahnya harga datang dengan banyaknya fasilitas yang dipotong seperti bagasi, antrian yang lebih panjang, kenyamanan saat di pesawat, pelayanan flight attendant, dan juga makanan. Kembali lagi dengan kondisi dan kebutuhan anda, low cost carrier akan menjadi solusi paling efisien dan efektif jika anda hanya butuh bepergian tanpa bawaan yang banyak dan bisa tahan sedikit tidak nyaman. Jika anda perlu dan mampu, bisa pertimbangkan ke kelas ekonomi premium seperti Garuda Indonesia.

Skin care kebutuhan primer?

Ibu saya punya pepatah ajaib:

Orang cakep mau pakai apapun juga udah cukup…

Sementara orang jelek ya mau diapain juga percuma.

Nasihat ini ibu lontarkan saya dibelikan celana jeans merek NEVADA di Matahari. Terlepas dari apapun maksud ibu saya, saya masuk kategori pertama atau jangan-jangan yang kedua tapi nasihat ini saya terus bawa sampai sekarang.

Mengenai perawatan wajah yang jadi tren dan industri yang sangat besar karena budaya Korea dan KPOPnya. Pada dasarnya industri ini menjual mimpi untuk menjadi pribadi yang lebih menarik secara fisik. Dengan dikuatkan branding kecantikan menurut standar Korea yaitu kulit putih mengkilap dan mulus, badan ramping menjurus kurus dan bentuk wajah kecil, perusahaan kosmetik mendulang untung dari keinginan kita menjadi lebih cantik atau menarik. Saya sendiri pernah membandingkan produk skincare harga 500 ribu untuk set pembersih dan penyegar dari suatu merek I dengan produk pembersih wajah harga 30 ribuan di etalase supermarket. Tidak ada bedanya! Saya rasa aktor seperti Lee Min Ho yang memang punya wajah yang ganteng akan tetap menarik kalaupun cuci muka pakai sabun 30 ribuan.

Kalau kita adalah karyawan biasa yang tidak butuh untuk tampil prima seperti layaknya artis ataupun beauty influencer kita tidak perlu mengikuti produk kosmetik yang digunakan aktris korea dalam drama. Bagi mereka tampil menarik adalah kerjaan mereka, jangan disamakan dengan kondisi kita. Perawatan tubuh itu perlu, namun sesuaikan dengan kebutuhan ya.

2. Dapatkan best value dari suatu barang.

Saya pernah terjebak di gaya hidup konsumtif, membeli baju dan celana berdasarkan keinginan. Untuk mengakomodir keinginan saya, saya cenderung membeli pakaian dari fast retail yang punya model trendi dan harga relatif murah.

Tidak semua merek fast retail bermutu jelek, bahkan di satu merek pun dalam suatu produk yang berbeda memiliki mutu yang beda. Semua produk tersebut di sourcing dan produksi di tempat yang berbeda dan bahan yang berbeda tentunya mutu akan bervariasi. Mulai sekarang, cermati kualitas suatu barang sebelum membeli. Saya punya dua buah celana jeans dari merek H dan merek U. Keduanya memiliki harga yang tidak beda jauh, di rentang 400 ribu rupiah walau merek H lebih murah. Merek U sudah 4 tahun dan masih sangat layak dipakai sedangkan merek H sudah tidak nyaman dipakai setelah 3 tahun.

Mengambil kesimpulan dari contoh pakaian dari fashion retailer, kita bisa menerapkan konsep best value yang saya rangkumkan dalam tips:

  1. Tunda rencana pembelian suatu barang, beri jeda berapa lama dari waktu peluncuran. Tips ini berlaku untuk barang elektronik dan pakaian (tergantung season). Untuk elektronik, contoh paling ekstrim adalah smartphone. Merek seperti iPhone ataupun Samsung akan mengalami penurunan harga cukup signifikan. Saat saya membeli iPhone SE generasi pertama, saya membeli satu tahun setelah peluncuran dimana harga iPhone SE mencapai harga terendahnya.
  2. Pelajari pola di fashion retailer, biasanya akan ada pola dimana barang baru akan diberi label diskon/penawaran terbatas karena barang tersebut harus habis di stok agar pemasaran barang baru dapat dilakukan.
  3. Pilih spesifikasi barang sesuai dengan kebutuhan. Jangan terjebak dengan trik marketing upsize ya. Sering gak ditawarkan upsize ukuran gelas jadi lebih besar dengan tambahan sedikit aja, atau lebih ekstrimnya membeli barang yang tidak dibutuhkan karena sekaligus masuk dalam paket. Walau secara jumlah memang kelihatan deal yang bagus karena harga bisa jadi lebih murah namun artinya anda membeli barang yang tidak dibutuhkan dan tetap menggunakan uang anda yang seharusnya tidak perlu untuk dikeluarkan. Smartphone dengan kamera ultra canggih dan kemampuan rekam video 4k hasil setara kamera mirroless atau DSLR, toh kalau kita bukan vlogger atau videographer tidak akan bermanfaat kan fitur tersebut.
  4. Beli barang yang berkualitas. Barang berkualitas biasanya relatif lebih mahal, namun barang mahal belum tentu berkualitas. Saya pernah menghabiskan total 800 ribu rupiah untuk membeli 4 earphone seharga 200 ribu yang rusak terus. Memang penggunaan earphone saya saat itu sangat intensif, mulai dari saat belajar sampai dipakai berolahraga. Akhirnya saya membeli earphone wireless yang lebih mahal namun memberi saya kenyamanan karena kualitas yang lebih terjamin (biasanya produk berkualitas didukung jaminan garansi dan service support). Barang-barang yang perlu diperhatikan:
    1. Sepatu. Dalam dunia sepatu, manufaktur dan kualitas bahan adalah nomor satu. Merek sepatu internasional pun banyak memiliki lini produk yang berkualitas rendah. Saya adalah penggemar sepatu produksi lokal Indonesia, sepatu formal oxford saya beli dari brand Koku buatan Cibaduyut yang masih awet sampai sekarang telah berumur 3 tahun. Untuk sepatu lari, saya percaya pada Asics, merek sepat jepang yang nyaman and sangat awet.
    2. Pakaian. Karena harga yang terjangkau dan model yang trendi mereka tawarkan, fast retail biasanya menawarkan kualitas produk yang relatif rendah. Setelah 5 kali pakai dan cuci, warna pudar ataupun tekstur hilang. Untuk produk investasi seperti setelah jas pastikan kita membeli dengan asumsi produk ini akan kita pakai seumur hidup, jadi pastikan kualitas produk terjamin dengan harga yang masih terjangkau.
    3. Elektronik. Pilih produk yang menawarkan after sales service dan garansi yang baik, karena masalah produk elektronik pasti akan muncul namun bagaimana jika produk itu rusak lah yang paling penting.
    4. Kendaraan. Pilih kendaraan dan juga pelengkap yang berkualitas, jangan mengorbankan kualitas demi harga karena kendaraan bekerja sebagai suatu sistem dari peralatan yang sangat kompleks. Jangan sampai anda menunda ganti oli dan cairan pendingin seharga 100 ribu dan mengorbankan rusak mesin dan overheat.
    5. Furniture. Ibu saya punya satu lemari yang berumur lebih tua dari saya namun masih kokoh berdiri tanpa dimakan rayap, sementara saya membeli meja belajar yang belum setahun sudah goyang-goyang. Untuk urusan furniture jangan mengorbankan kualitas untuk harga!

3. Manfaatkan kartu kredit secara bertanggung jawab.

Kartu kredit adalah senjata yang bermanfaat jika bisa digunakan dengan tepat. Bahkan kita bisa terbang dengan gratis dengan memanfaatkan reward miles dari penggunaan kartu kredit. Tips akan saya bahas di kesempatan lain ya. Kartu kredit ini sangat berguna untuk transaksi di luar negeri, membeli barang online, atau membeli peralatan yang cukup besar sehingga bayar tunai tidak memungkinkan.

Orang tua saya pernah terjebak dalam jebakan kartu kredit dan kredit tanpa agunan, karena bunga yang diterapkan itu sangat besar! Saat itu, mereka tidak mampu membayar tagihan suatu bulan dan melakukan pembayaran minimum (ini adalah big NO jika kita menggunakan kartu akan dikenakan bunga atas sisa pinjaman). Efeknya hutang menggunung seperti bola salju yang akhirnya menumpuk. Hutan yang awalnya hanya beberapa juta berubah menjadi ratusan juta.

Tips mengenai kartu kredit:

  1. Minta penghapusan iuran tahunan, jika anda memiliki kredit lancar.
  2. Bayar tagihan sebelum jatuh tempo untuk menghindari kelupaan.
  3. Bayar tagihan langsung, bahkan bisa untuk dilebihkan saldonya karena masih bisa digunakan sisanya untuk bulan depan.
  4. Cari yang limitnya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
  5. Alternatif lain, bisa juga gunakan digital banking seperti Jenius atau Digibank dengan peran seperti kartu kredit.

4. Dilema pusat kebugaran.

Kesehatan adalan nomor satu. Di masa muda, kita harus berinvestasi dimana salah satunya adalah kesehatan. Tubuh yang bugar akan meningkatkan penampilan. Premis-premis ini banyak digunakan dalam media promosi suatu pusat kebugaran. Teman-teman yang sedang menikmati umur 20an pasti sudah familiar dengan pusat kebugaran waralaba yang menawarkan fasilitas lengkap untuk berolahraga, bahkan sekarang ada konsep baru dengan tema fit club yang mengusung olahraga High Intensity – Interval Training yang dapat membakar lemak dengan cepat. Jika teman-teman sedang berlangganan atau memutuskan untuk berlangganan anggota pusat kebugaran ini, tolong diperhatikan dengan sangat dua poin ini:

Apakah saya memiliki komitmen untuk menggunakan pusat kebugaran secara rutin?

Biaya langganan biasanya dibayar cicil atau tunai untuk komitmen minimal 6 bulan atau 1 tahun. Kalau anda belum punya komitmen kuat, jangan langsung bayar. Angan-angan seperti “ah nanti gw juga akan rajin setelah bayar” biasanya tidak akan terjadi, jadi pastikan anda benar-benar sudah komitmen sebelum membayar. Biaya langganan lumayan mahal loh, bisa sampai 500 ribu rupiah sebulan.

Apakah ada alternatif lain untuk berolahraga tanpa perlu ke pusat kebugaran?

Saya rutin berolahraga di rumah, dan sebelum ini berlangganan anggota pusat kebugaran dengan biaya 100 ribu rupiah per bulan. Intinya, banyak alternatif untuk berolahraga tanpa perlu ke gym. Lari sore setelah pulang kerja di Gelora Bung Karno Senayan juga asik kok! Saat ini saya menggunakan aplikasi Freeletics dan tambahan pull up bar seharga 200 ribu untuk latihan untuk pengganti langganan gym. Silahkan dilihat lagi, karena sebenarnya olahraga bisa dilakukan dimana saja. Alternatif olahraga tanpa perlu ke gym:

  • Lari atau jogging keliling komplek
  • Bodyweight exercise di rumah
  • Skipping bermodalkan tali lompat
  • Yoga di rumah modalnya hanya yoga mat. Tutorial sudah banyak di internet tersedia gratis.
Waspadai pengeluaran tambahan dari produk-produk pendukung seperti suplemen pembakar lemak dan sebagainya

Bagi yang pertama kali, waspadai tawaran menggiurkan obat bakal lemak cepat kurus atau suplemen otot memperbesar badan karena sebenarnya semua itu bisa kita dapatkan dengan nutrisi dan diet yang konsisten. Industri fitness bisa tumbuh seperti industri kosmetik dan skin care dengan menjual mimpi kita untuk tampil lebih menarik. Saya sendiri

5. Substitusi protein hewani

Saya sedang menjalani gaya hidup flexitarian dimana saya sudah stop konsumsi daging merah (kambing, sapi, dan babi) serta produk turunan seperti susu sapi, keju, dan dairy product lainnya. Saya terkadang masih konsumsi telur atau daging ikan karena saya kondisi masih belum cukup mendukung untuk transisi langsung ke tanpa daging 100%. Alasan saya memutuskan untuk mengganti diet saya adalah masalah kesehatan yang saya alami. Saya sering mengalami kelelahan dan gejala alergi secara tiba-tiba yang mengganggu, dan diagnosa dokter tidak dapat memberikan solusi karena saya terus mengalami gejala tersebut. Setelah menonton dokumenter The Game Change dari Netflix, saya tertarik dengan konsep sakit pencernaan karena konsumsi protein hewani. Setelah itu saya mencoba untuk menjalani diet vegan dan setelah 2 minggu saya sudah tidak merasakan sakit pencernaan dan gejala alergi tersebut. Tambahannya, setelah 2 bulan menjalani gaya hidup ini saya juga merasakan penghematan dari biaya makan sehari-hari.

Diet vegan / vegetarian paling mudah dapat dibeli di warteg. Ya saya tidak bercanda, warteg adalah sumber makanan paling kaya dan bernutrisi. Tinggal pilih antara orek tempe, tahu kuah pedes, tahu goreng, pepes tahu, tempe blok goreng kuning, labu siam cah tempe, dan lainnya. Beli lauk untuk siang dan malam, hanya butuh 5 ribu rupiah. Saya kaget sekali, ternyata makan dengan gaya vegetarian hemat sekali. Beda ya kalau makan di restauran sehat di pusat perbelanjaan yang harga semangkuk salad 100 ribu rupiah ditambah smoothies hijau seharga 50 ribu.

Bagi kita yang masak sendiri ataupun beli di luar, bisa dicoba diet ini karena selain untuk menghemat tapi juga ada manfaat kesehatan nya. Saya akan bercerita di kesempatan lain mengenai perjalanan saya stop konsumsi daging merah di post lain.

200 gram daging sapi well done seharga 300 ribu rupiah 52 gram protein.

400 gram tempe dapat dibeli di pasar 76 gram protein, bisa dibeli 20 ribu rupiah. Beli orek tempe 20 ribu bisa dapet 2 rantang deh!

Sekain dulu sedikit sharing dan tips dari saya, semoga bermanfaat. Dari memulai gaya hidup ini, kita bisa memplelajari gaya hidup lainnya seperti minimalisme (memiliki lebih sedikit barang) dan zero waste (mengurangi sampah) yang saling terkait satu sama lain. Intinya yaitu satu: menggunakan dan membeli barang yang benar-benar memberikan value. Banyak pengalaman mengenai frugal living, minimalism, zero waste yang dapat saya bagi, semoga saya dapat menuangkan dalam tulisan lain segera.

Tulisan mengenai hemat energi bagian satu dan dua dapat disimak di:

Hemat Energi – Dimulai dari Rumah 2

#2 dari 15 hari cerita tentang energi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar tentang energi berkelanjutan.

Setelah bercerita tentang penyejuk udara, di tulisan ini saya akan bercerita tentang salah satu komponen penting yang sering terlupakan yaitu lampu. Dari membaca tulisan ini, pembaca akan mengerti mengapa lampu LED itu disebut lebih hemat dibanding lampu neon ataupun lampu pijar, dan spesifikasi apa yang perlu diperhatikan saat membeli lampu LED. Karena lampu adalah peralatan yang menyala hampir sepanjang waktu dalam setahun, pembaca bisa menghemat sampai dengan 26 ribu rupiah per lampu dari biaya listrik jika memilih lampu penerangan yang tepat. Tentunya dengan menghemat daya listrik melalui peralatan yang lebih efisien, kamu bisa membantu mengurangi emisi karbon yang tidak diperlukan!

Sedikit cerita mengenai teknologi LED. LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode yang menjelaskan dengan lengkap bagaimana cahaya bisa dihasilkan, dioda atau material semikonduktor tertentu akan memancarkan cahaya ketika dialiri listrik. Efek tersebut dinamakan efek elektroluminensi, berbeda dengan lampu pijar yang bekerja karena prinsip cahaya pijar dari benda yang bertemperatur tinggi. Teknologi ini lebih efisien karena energi listrik yang dibutuhkan tidak sebesar teknologi pendahulu sebelumnya (lampu pijar, lampu halogen, lampu fluoresens) untuk menghasilkan cahaya dalam jumlah yang sama. Ilustrasi di bawah menggambarkan perbandingan efisiensi setiap jenis lampu:

Sumber: https://www.thelightbulb.co.uk/resources/lumens_watts/
  • Beam angle: sudut yang dihasilkan pancaran cahaya, semakin besar artinya area yang disinari semakin besar. Pastikan anda memilih sudut yang tepat sesuai kegunaan anda.
  • Life time: umur ketahanan lampur secara material, biasanya untuk lampu LED sampai 15000 jam.
  • Intensitas cahaya, diukur dalam Lumens: seberapa terang cahaya yang dihasilkan. Semakin terang, energi listrik yang dibutuhkan juga semakin besar.
  • Energi yang digunakan: diukur dalam satuan watt, yaitu daya listrik yang dibutuhkan.
  • Jenis cahaya, diukur dalam satuan Kelvin. Hangat kekuningan, atau putih dingin. Penjelasan mengenai perbedaan temperatur cahaya dan intensitas cahaya ada di bawah.

Dari grafik perbandingan diatas, dapat disimpulkan bahwa lampu teknologi LED lebih hemat dibandingkan dengan lampu lainnya. Gambaran simpelnya seperti ini:

Joko sebelumnya menggunakan lampu fluorescent 12 Watt untuk menerangi lampu kamarnya karena dia butuh sumber lampu yang terang untuk kegiatan belajar. Namun jika dia menggunakan lampu LED, dia hanya butuh lampu LED 10 Watt untuk memberikan jumlah terang yang sama. Artinya, secara tidak langsung LED bisa dikatakan “lebih hemat” energi.

Temperatur cahaya vs intensitas cahaya

Sumber: https://www.ledlightingwholesaleinc.com/Understanding-Lumens-vs-Kelvin-s/399.htm

Kelvin atau temperatur dapat dilihat di kemasan suat lampu LED. Untuk keperluan rumah tangga biasanya berjenis cool daylight atau 6,500 K. Sesuai ilustrasi diatas, karakter yang diberikan 6,500 K adalah yang sejuk dan lumayan terang. Karakter lampu ini dapat ditemukan di perumahan, pergudangan, dan aplikasi umum lainnya. Sedangkan karakter lampu di netral adalah cahaya yang terkesan netral dan terang yang dapat kamu temukan di rumah sakit. Cahaya karakter hanget di rentang 2,000 K cocok untuk kafe-kafe dan kamar tidur yang memberikan efek menenangkan dan rileks.

Lumens vs Candela – mana yang digunakan?

Saat kita belajar Fisika saat SMP dulu kita mengenal satuan Candela untuk melambangkan intensitas cahaya. Kenapa untuk lampu kita menggunakan lumens?

Rumus: 1 lm = 1 cd ⋅ sr.

1 Candela mewakili jumlah lumens yang dipancarakan dalam satu ruang steradian.

Satu unit steradian solid akan mengandung: 1 cd × 4π sr = 4π cd⋅sr ≈ 12.57 lumens

Karena lumens lebih representatif untuk menggambarkan intensitas cahaya yang dikeluarkan lampu, maka satuan tersebut digunakan dalam industri lampu.

Penghematan dan kontribusi ke lingkungan

Seperti peralatan listrik lainnya, lampu dapat berkontribusi ke penghematan biaya rutin untuk listrik dan juga memotong emisi karbon ke lingkungan. Cabang energi berkelanjutan satu ini biasa disebut ranting efisiensi energi atau energy efficiency yang juga mencakup: efisiensi rumah, efisiensi pembangkit listrik, efisiensi transmisi listri, efisiensi teknologi pembakaran pada kendaraan, dan semua efisiensi lain yang bisa dilakukan pada teknologi yang kita gunakan saat ini. Memang secara skala akan kelihatan kecil dibandingkan teknologi pembangkit terbarukan seperti PLTB yang dapat mencegah pembakaran batu bara untuk menghasilkan listrik namun cabang ini tetap perlu dilakukan dengan semangat continuous improvement yang manfaat baiknya banyak sekali.

Jika di rumah kamu ada 5 lampu untuk menerangi ruangan, kamu bisa menghemat 10 watt dengan mengganti lampu teknologi CFL ke LED. Apalagi kalau masih menggunakan lampu pijar, walaupun cuman untuk toilet atau kamar mandi tapi penghematan bisa sampai 20 watt loh! Secara hitung-hitungan, dengan menghemat 10 watt kamu bisa menghemat 65 ribu rupiah setahun. Memang kecil, tapi kumpulan efisiensi yang dilakukan di masing-masing rumah tangga akan sangat bermanfaat untuk menghemat daya yang perlu dibangkitkan dengan membakar batu bara atau lainnya.

Semoga bermanfaat!

5 Aktivitas Kencan di Jakarta – Bagi kamu yang bosan nonton

Mencoba berbagi ide kegiatan kencan di daerah Jakarta yang ramah di kantong dan tetap seru. Disini kalian bisa menjelajah daerah Jakarta Pusat yang menyimpan banyak harta karun. Selamat membaca.

Halo warga Jakarta, pernah merasa bosan kencan nonton di bioskop atau makan di mall? Saya mencoba berbagi aktivitas yang bisa dilakukan untuk pilihan agenda kencanmu. Semua aktivitas ini sudah pernah saya alami, jadi pastinya kegiatan ini sudah saya saring menjadi TOP 5 yang paling seru.

1. Thrifting di Pasar Atom, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat

Ingin bergaya vintage atau hypebeast namun tetap ramah di kantong? Atau mungkin ingin mengurangi konsumerisme fast fashion dengan menggunakan baju bekas pakai untuk bergaya. Ada kegiatan asik nih yang bisa dilakukan di daerah Pasar Baru. FYI, pusat pakaian bekas ada beberapa di Jakarta seperti Pasar Senen, Kebayoran Lama, dan Pasar Atom ini. Kenapa Pasar Atom, karena selain thrifting, banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini. Kuliner bakmi legenderasi Bakmi Gang Kelinci, belanja kain di toko tekstil, bikin jas murah meriah di toko tekstil India, belanja murah meriah di toko-toko produk local, bahkan disini masih ada Matahari Department Store dan Gramedia loh! Tidak lupa juga jajanan gerobak lainnya seperti batagor, pempek, soto mie, ayam penyet dan lainnya. Pasar Atom terletak di Gedung yang berada di dekat gerbang Pasar Baru, ada tulisannya kok. Terdiri dari 5 lantai, penjual baju bekas terletak di lantai 3 sampai 5. Bisa berjam-jam kelilingin toko sambil hunting harta karun yang nyelip diantara tumpukan baju bekas. FYI, adik saya pernah dapet Jaket Levi’s kece yang ditebus ratusan ribu aja. Jaket denim kan makin kece ya kalau semakin tua. Selamat thrifting!

2.Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat

Olahraga malam hari, lanjut jajan di kuliner sekitar, suasana asik. Bagi kamu yang pernah olahraga di GBK malam hari, pasti tahu betapa asiknya suasana disana. Kawula muda olahraga bareng teman, duduk-duduk di jalan sambil minum dan ngobrol. Komunitas lari, yoga, ataupun freeletics olahraga bareng di selasar Gelora. Ibu-ibu dan bapak-bapak bermain bersama anaknya, main roller blade di bundaran lari GBK. Dan tentunya, suara pengumuman bapak-bapak yang setia menemani pengunjung melalui TOA.

Momen olahraga bareng gebetan disini pastinya bakal berkesan. Kalian bisa janjian di GBK, after office hours setelah lelah bekerja. Bahkan kalian bisa lanjut dengan naik MRT bareng. Jika bosen jajan di sekitar area GBK, bisa lanjut naik MRT ke Blok M buat kulineran. Asik kan? Sekalian olahraga, momen menambah kedekatan kalian tetap bisa jalan.

*Kalian bisa kasih makan ikan di selokan GBK guys.

3.Nasi goreng gila Gondrong, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat

Nasi goreng malam hari favorit saya. Terletak di daerah Jakarta Pusat, tepatnya di Taman Suropati Menteng. Di malam tertentu seperti malam Minggu, tempat ini ramai jadi tempat kumpul masyarakat mengisi waktu dengan rekreasi. Mulai dari jasa pijat refleksi, membaca nasib, layar tancep, pertunjukan music, dah hiburan rakyat proletar lainnya. Suasana malam dan hingar binger disini sangat cocok dinikmati dengan sepiring nasi goreng gila. Nasi gorengnya berjualan di trotoar depan perimeter Taman Suropati, persis sebelah parkiran mobil. Memang minimalis, duduknya di atas bangku plastik atau di atas trotoar beralas terpal tapi suasanya asik banget. Nasi goreng nya relative lebih mahal dibanding nasi goreng abang-abang lainnya namun terjangkau banget deh, pakai telor 25 ribu rupiah sahaja. Pacaran suasana asik 50 ribu rupiah saja, ditambah 10 ribu untuk minum biar tidak seret, dan 5 ribu buat pengamen yang lewat nyanyiin lagu D’masiv atau Noah.

4. Es krim Italia Ragusa, Gambir, Jakarta Pusat

Kedai es krim ini tidak pernah sepi, beberapa kali saya kesini selalu saja ramai. Es krim Italia itu gimana? Sebenernya ya es krim biasa aja sih, tapi memang es krim Italia ini sudah dipakai sejak zaman Belanda. Artinya ini toko udah lama banget berjualan es krim. Encik-encik yang jaga ini toko memang kelihatan galak bro, tapi jangan khawatir kita tetep dilayanin kok. Hahahaha. Favorit gw disini es krim banana split dengan es krim tiga rasa – cokelat, vanilla, dan strawberry. Satu porsinya sekitar 50 ribu, memang agak mahal sih. Tapi wajib banget dicoba! Lokasinya deket masjid Istiqlal, pinggir kali.

5. Wall bouldering di Lapis Malam – sekarang Indo Climb, fX Senayan, Jakarta Pusat

Pernah mencoba olahraga panjat tebing? Jika kamu atau pasangan kamu takut terhadap ketinggian, that is okay! Ada alternatif panjat tebing yaitu panjat dinding atau wall bouldering. Bedanya, kalau panjat dinding kita perlu memakai alat pengaman body harness karena kita bekerja di ketinggian sedangkan untuk wall bouldering kita tidak perlu menggunakan peralatan keamanan karena ketinggian dinding maksimal di 4 meter. Jika kamu tidak kuat dan ingin menjatuhkan diri, pastinya tetap aman kok karena ada kasur busa tebal yang siap meredam jatuhnya kamu. Dimana mencoba mulai latihan ini?

Saya pertama kali belajar wall bouldering di Lapis Malam, lokasinya di dalam gang daerah Mampang. Yang mengelola adalah pasangan atlit panjat dinding nasional, dan banyak komunitas penggiat panjat latihan disana. Bahkan kalian bisa latihan sampai jam 11 malam, karena tempat latihan ini prinsipnya berdasarkan kekeluargaan. Sepatu panjat disediakan disini, jadi kamu tidak perlu bawa apa-apa. Urunan untuk latihan disana adalah 75 ribu rupiah per kedatangan.

Sekarang, lokasi latihan pindah ke fX Senayan di open area lantai 3. Kalian bisa cek jadwal untuk latihan disini, tentunya untuk date bersama pasanganmu akan tetap asik. Nanti aka nada kakak pemandu yang membimbing langkah panjat kamu, jadi tidak perlu khawatir jika kamu adalah pemula yang belum pernah mencoba. Selain Indo Climb, ada juga panjat tebing di Kuningan yang juga bisa kamu coba, sayangnya jadwal agak terbatas dan harus booking dulu ke pelatih via Facebook.

Hemat Energi – Dimulai dari Rumah

#1 out of 15 hari cerita energi. Saya memutuskan untuk ikutan challenge ini, walaupun sudah lewat jauh karena kompetisi ini sudah selesai di 2018. Tapi semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar tentang energi berkelanjutan.

Bagaimana kamu bisa berkontribusi untuk menjaga emisi karbon ke atmosfir? Pada dasarnya kita semua bisa berkontribusi! Dalam tulisan saya yang pertama ini, saya ingin membawa topik efisiensi energi dalam konteks yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari agar kita bisa mulai mempraktekkannya. Energy efficiency is the first fuel of a sustainable global energy system – International Energy Agency

Berhubung negara kita beriklim tropis, artinya cenderung lembab dan panas sepanjang tahun dan kebutuhan terhadap elektronik Air Conditioning atau AC sudah menjadi primer. Jika kalian punya piranti ini di rumah, coba disimak sebentar artikel ini. Kalaupun belum, saya harap artikel singkat ini dapat membantu nanti saat kalian akan membeli piranti ini. Apabila kalian semua membeli piranti pengkondisian udara (air conditioning), kalian akan menjumpai label yang ditempel seperti gambar di samping.

EER

Apa itu EER? EER adalah energy efficiency rating. Nilai ini menunjukkan seberapa efisien piranti tersebut dalam bekerja, untuk piranti AC: seberapa kalor yang dapat dipindahkan dengan daya elektrik yang diberikan. Mengapa EER ini penting?

EER merupakan mekanisme yang mirip seperti energy labeling di EU, dimana semua peralatan elektronik wajib memenuhi rating energy label sebelum dapat dijual umum. Jadi selain harga peralatan tersebut, energy label menunjukkan seberapa hemat energi/berapa daya listrik yang dibutuhkan untuk memberikan manfaat alat tersebut bekerja. Kita sebagai konsumen yang menggunakan piranti tersebut tentunya butuh informasi ini, karena pilihan kita terhadap alat mana yang kita akan beli dan gunakan akan berkontribusi nantinya ke jumlah listrik yang digunakan – efeknya langsung ke tagihan listrik yang akan kita bayar ke PLN dan juga secara tidak langsung emisi karbon yang dihasilkan sepanjang umur peralatan tersebut beroperasi. Sebagai konsumen yang kritis dan peduli, tentunya kita bisa memindai mana piranti yang ramah lingkungan dari label tersebut.

Jika ditulis dalam rumus: EER= BTU/W

Contoh AC saya (tipe TECO 380 W):

Spesifikasi Daya 380 W, kapasitas ½ PK. ½ PK ≈ 5,000 Btu/jam

EER= (5,000 Btu/h)/(380 W)=13.15 Btu/Wh

Berapa biaya yang dihemat?

1.Contoh kasus jika kita tidak cermat dalam memilih kapasitas pendinginan, kita memilih 1 PK dengan alasan agar lebih dingin nantinya.

Asumsi 1 PK = 9,000 Btu/jam
W= 9,000/13=690 watt

Anggap AC dinyalakan 12 jam sehari untuk tidur, dinyalakan 365 hari setahun:

kWh=(690-380)watt×12 jam × (365 hari)/tahun=1,357 kWh per tahun
Tarif 1,400 per kWh

Tambahan biaya =(Rp.1,400)/kWh×(1,357 kWh)/tahun=Rp.1,900,000 per tahun

Emisi karbon tambahan=(0.75 kg)/kWh×(1,357 kWh)/tahun=1,017 kg/tahun

2.Contoh kasus kita memilih AC dengan PK yang sama namun dengan EER yang lebih rendah. Saya tidak akan sebut contoh merek tapi anggap saja EER nya adalah 9.

EER1= 10.7
EER2= 9

Untuk bekerja mendinginkan 5,000 Btu per jam selisih daya yang diperlukan adalah:

W1=(5,000 Btu/h)/(10.7 Btu/Wh)=467 watt
W2=(5,000 Btu/h)/(9 Btu/Wh)=555 w

∆P=(555-467)watt×12jam/hari×365 hari/tahun= 385 kWh/tahun
Tambahan= (Rp.1,400)/kWh×(385 kWh)/tahun=Rp.539,000 per tahun

COP – Coefficient of Performance

COP merupakan parameter juga yang menggambarkan seberapa hemat penggunaan energi dari suatu AC.  Konsepnya sama seperti EER, jadi saya tidak akan bahas lebih lanjut disini.

AC Inverter?

Teknologi inverter berhubungan erat dengan kompresor pada sistem AC split. Kompresor adalah alat vital yang membutuhkan paling banyak energid alam operasionalnya. Kompresor berperan untuk menekan refrigeran (yang biasa dikenal sebagai freon) agar efek mendinginkan bisa didapatkan. Bagi pembaca non-teknik, proses pendinginan terjadi saat refrigerant dalam bentuk cair menyerap kalor dalam unit AC split – akibatnya ruangan dingin karena temperatur turun. Setelah menyerap kalor, refrigeran akan berubah fasa menjadi gas yang kemudian ditekan oleh compressor ke unit outdoor AC untuk melepas kalor melalui bantuan kipas. Siklus terus berulang.

Teknologi inverter memungkinkan kompresor untuk bekerja dalam putaran yang disesuaikan dengan kebutuhan. Saat temperature sudah konstan, sensor akan mendeteksi dan mengirim sinyal ke compressor untuk bekerja lebih lambat dengan daya yang lebih sedikit. Teknologi yang lain adalah AC non-inverter yang beroperasi dengan kecepatan konstan sehingga daya listrik juga konstan.

Teknologi AC inverter mendukung penghematan energi karena daya akan disesuaikan dengan daya pendinginan yang dibutuhkan. Walaupun investasi biaya di awal lebih mahal karena teknologi yang lebih rumit disbanding non-inverter, sangat perlu diperhatikan manfaat penghematan dari segi biaya dan emisi karbon yang dihemat.

  • Pilihlah piranti elektronik dengan EER tinggi, selain menghemat biaya, kamu juga mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan selama operasional alat tersebut.
  • Dukung kegiatan ini untuk mendukung industri manufaktur kita menuju kesadaran terhadap lingkungan dan energi.
  • Peran kita sebagai konsumen atau pengguna adalah memilih peralatan atau piranti yang sesuai dengan kebutuhan dan juga ramah lingkungan dalam operasionalnya.

Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat. Salam energi berkelanjutan!

Talking about Biogas and the Palm Oil Industry in Indonesia

This picture was taken around June 2019. Are you familiar with the round shaped object that I was observing? 

It is called a lagoon, covering thousands cubic of methane from the anaerobic process of POME (Palm Oil Mill Effluent) – wastewater from the palm fruit processing. After some time on the lagoon, the mixture of the waste and bacteria digestion produces methane, carbon dioxide, and hydrogen sulfide through an absence of oxygen chemical reaction. It is one of the waste-to-energy concepts, with an objective to reduce harmful substance of waste from the industrial process by changing it into less environmental damaging and producing energy. 

Less than 10%1 of around 800 palm oil mills in Indonesia utilized this waste to energy technology. It means this waste-to-energy is not a popular one, for now. The hype on coal power alternative in Indonesia was still dominated by the natural gas power, hydro, and even wind. Aiming on the equal island development, this technology might be worth of full deployment in the island of Sumatera, Kalimantan, and Sulawesi. On the island of palm oil, this technology could solve:

  1. Waste problem from the biggest “exported commodity product” of Indonesia.
  2. Scarce of electricity in remote area, whereby transmission and distribution infrastructure are still absent.
  3. Increase the awareness of palm oil industry to move forward on more responsible palm oil business.
  4. Create more jobs on the power generation sectors.

Giving you a bit of contextualization, some palm oil mill can have up to 2 x 1 MW of biogas engine. It produces on around 80% load, capable of powering the whole mill operation. Only challenge is the fluctuated load during the day because unlike coal power plant, palm oil mill does not operate 24 hours.

One of the challenges is the high production cost producing electricity. Data from2 mentioned on the high operation cost, engine maintenance takes 39% of overall operation cost surpassing the labor and digester maintenance itself. The maintenance in biogas is a bit more complicated than the natural gas power plant. Biogas contain unwanted H2S which gives the high acidity; hence it is called the sour gas. Sour gas is highly oxidative and corrosive which make the technology needs specific characteristic of engine. On the maintenance point of view, a lubricant that has superior oxidative and corrosive resistance is vital to ensure the engine reliability. That is why biogas engine needs specific lubricant.

How can policy affect?

Starting from the current condition and wish on the vast and rapid deployment, what support are needed? Incentive. This is what keep investor interested and willing to invest.

  1. Carbon credit

The certificate of right to produce certain amount of carbon emission for their activity, which is gained from other party through a trading mechanism. Example:

The concept of Clean Development Mechanism, one of the mechanisms under Kyoto Protocol. It is ensuring the Annex country which had an emission target to purchase carbon credit from non-Annex countries (Indonesia is on the list as developing country). The form of CDM is any project results on the emission reduction: biomass, energy efficiency, renewable power generation, waste-to-energy, and transportation. The purpose of the concept was effective to boost the acceleration of lower emission technology deployment, some of the case in Indonesia: Sarulla geothermal power plant (330 MW), Kalimantan peat land carbon storage and sequestration, and of it is the palm oil waste to energy projects.

Example case:

Australia as one of the Annex I country had a binding emission targets of 1,000 tonnes of carbon emission. However, they can emit 1,500 tonnes of carbon, by purchasing 500 tonnes worth of credit from Indonesia. Indonesia itself, generate this credit by conserving peatland and tropical forest in Kalimantan which prevented 500 tonnes of carbon released into the atmosphere, which can happen due to the illegal land use and fire. Then, Indonesia get currency as the return which can be used for funding the conservation project and incentivize other green technology.

It is interesting on the carbon emission trading market and how we are expecting a 2024 ready market, maybe I will write a specific topic on the carbon market.

  1. PPA (Power Purchase Agreement)

The PPA is vital in the case of bigger investment decision, where the installed capacity exceed the demand from in-situ electricity demand. The excess, if possible then fed into the PLN grid. Investor needs to secure an acceptable price within some period of project, to ensure their project is giving desired return on investment. This PPA has been long discussion between PLN and Biogas power investor, as reaching mutual interest acceptability seemed difficult.

Reference:

*ESDM Regulation 12/2017 Article 5 sentence 3 declares the maximum tariff of bought price for alternative energy power plant. For biogas powered gas engine, it is 85% from the regional cost of electricity production.

*ESDM Regulation 50/2017 about the production cost of electricity.

There is soon a presidential decree to regulate the feed in tariff based on the generation. This would give a bright light to the deployment of alternative and clean energy investment in Indonesia, with the aim to put specific effort and tariff to value the investment and incentive based on the technology, and the area. It is understood that investing in Papua is riskier than Java in term of infrastructure and cost. It is interesting to see how the biogas generation technology and deployment could speed up in the next 5 years.

1 https://www.bppt.go.id/teknologi-informasi-energi-dan-material/3496-plt-biogas-pome-olah-limbah-cair-sawit-menjadi-listrik

2 https://www.iced.or.id/wp-content/uploads/2017/03/Modul-04-Pembiayaan-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Biogas.pdf

Thoughts?

[Borneo Road Trip Series] Entikong – Penyebrangan Kalbar ke Sarawak

*Tulisan ini ditulis berdasarkan perjalanan saya pada Oktober 2019 dari Kalimantan Selatan - Kalimantan Tengah - Kalimantan Barat - Sarawak Malaysia - Return. Pada tulisan ini saya akan fokus ke bagian penyebrangan (border) Entikong
  • Cerita perjalanan menyebrangi border antar negara Entikong menuju Kuching menggunakan mobil plat Indonesia
  • Informasi di dalam tulisan ini dapat menjawab pertanyaan di bawah ini:
    1. Apa SIM Internasional dibutuhkan?
    2. Berapa biaya yang diperlukan?
    3. Seberapa sulit medan yang dilalui?
    4. Berapa lama waktu proses penyebrangan?
    5. Apa peraturan mengemudi di Malaysia?
  • Entikong check-point merupakan poin cek imigrasi paling popular untuk menyeberang ke Sarawak.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk perizinan dan sebagainya dibawah 200 ribu rupiah.
  • Jam buka Entikong adalah jam kerja – sehingga jam 5 sore tutup dan pengajuan izin tidak bisa dilakukan lagi.
  • Dokumen yang diperlukan:
    1. STNK – original dan copy yang masih aktif. STNK asli mobil – jika bukan pemilik asli dari mobil wajib dilampirkan surat keterangan atau surat kuasa penggunaan mobil. Dalam kasus saya karena saya membawa mobil rental, maka saya membawa surat kuasa dari pemilik mobil rental. Bukti bayar pajak kendaraan.
    2. TNKB – plat nomor
    3. SIM dan KTP – copy dan original. SIM A mobil, jika ada SIM internasional juga bisa dibawa.
    4. Surat Kuasa jika pengemudi bukan pemilik kendaraan
    5. Paspor
    6. Mengisi formulirDokumen yang wajib dibawa:
Perlengkapan Perjalanan

Perjalanan di Kalimantan Barat

Medan di Kalimantan Barat seperti medan di Kalimantan pada umumnya, banyak kelokan dan jalan sudah diaspal. Hanya sebagian kecil jalan yang rusak. Untuk pom bensin masih mudah untuk ditemukan sehingga saat itu kita tidak membawa cadangan bensin di dalam tangki.

Alur izin:

  1. Bea Cukai
    • Paspor
    • SIM
    • STNK
    • KTP
    • Surat Kuasa jika nama STNK berbeda dengan pengemudi
    • Mengisi formulir (banyak yang harus diisi, estimasi isi 10 menit)
  2. Asuransi
    • Biaya premi asuransi sesuai jenis kendaraan.
    • Copy STNK
  3. Ditjen Perhubungan – pemeriksaan keabsahan dokumen dan tanda lulus uji kendaraan, nantinya akan didapatkan stiker yang perlu ditempel di mobil saat dikendarai di jalan.
  4. Kepolisian – pengecekan dokumen pendukung untuk kendaraan dan izin mengemudi. Dokumen sama seperti poin 1. Jika dibutuhkan akan ada cek fisik kendaraan. Dalam kasus saya tidak dilakukan cek sama sekali.
  5. Bea cukai – jika kalian tidak membawa barang-barang yang perlu dilaporkan, kalian tidak perlu lama disini.
  6. Cap paspor di gate sebagai tanda masuk Malaysia di bagian imigrasi.
  7. Biaya kurang lebih sekitar 200 ribu total. Tanpa ada pungutan liar.

Hampir tidak dapat izin masuk Malaysia

Dari seluruh proses yang saya lalui, secara keseluruhan lancar kecuali saat di….. Kepolisian. Surat izin operasional kendaraan dipertanyakan karena saya mengedarai mobil plat KT (Kalimantan Timur) yang memasuki daerah Kalimantan Barat untuk menuju Malaysia. Beberapa daerah di Indonesia mewajibkan kendaraan luar provinsi ber plat asing memiliki izin operasional. Setelah peringatan bapak Polisi, mereka mengizinkan saya karena tujuan saya adalah pariwisata bukan urusan bisnis.

Hampir ditolak masuk kembali ke Indonesia
  1. Kami datang di border sekitar pukul 4 sore waktu setempat, yang ternyata mepet sekali dengan waktu tutup border. WAKTU OPERASIONAL BORDER sama seperti jam kerja yaitu 8-5 sehingga diatas jam 5 sore kalian tidak akan dilayani atau tunggu sampai besok pagi pas buka.
  2. Saya miss untuk meminta TTD dan cap di bagian Malaysia, lihat gambar di bawah. Jadi saya masuk ke Malaysia tanpa mengecap bagian tersebut. Waktu mau masuk ke Indonesia, ditanya mana bukti masuk Malaysia nya dan saya tidak bisa dapat menunjukkan cap Malaysia.
Kondisi yang berbeda jauh di jalanan Sarawak

Memasuki jalanan Malaysia setelah gerbang perbatasan, wow! Kondisi jalanan sungguh berbeda, saya dapat tancap gas di Sarawak karena jalanan sudah sangat mulus tanpa ada bolong sama sekali dan tidak ada anak-anak yang bermain di jalan, serta pemotor yang melawan arah. Miris terhadap kondisi ini, sangat timpang keadaan jalan kita dibandingkan Malaysia.

Apakah SIM internasional dibutuhkan?

(baca: 10 menit membuat SIM Internasional)

Yang perlu diperhatikan untuk melewati cek kondisi mobil:

  • Kaca film mobil minimum 25% yang artinya kaca gelap akan sulit diizinkan masuk ke Malaysia.
  • Tidak membawa barang-barang elektronik yang berpotensi dicek saat melewati cukai atau custom.

Bagaimana menyetir di Malaysia?

  • Setir kanan – sehingga aturan jalur sama seperti di Indonesia yaitu jalur sebelah kiri dan jalur kanan untuk kendaraan lebih cepat dan mendahului.
  • Aturan bundaran yang wajib dipatuhi – saat bundaran, stop dan dahulukan kendaraan lain yang ada di dalam bundaran baru kemudian kita bisa masuk setelah jalur aman.
  • Marka jalan dan lampu lalu lintas sama dengan di Indonesia.
  • Batas kecepatan harus dipatuhi. Kamera pantau.
  • Antrian kendaraan di Malaysia secara umum lebih rapi dibandingkan di Indonesia, dimana banyak kendaraan tidak mematuhi garis dan marka jalan yang berujung saling serobot.