Gaya hidup hemat berkualitas (frugal living) kelas menengah

@sengatmatahari

Pernah mendengar atau membaca tentang gaya hidup frugal? Atau bahkan sering menonton channel gaya hidup minimalis di Youtube? Apa bedanya gaya hidup tersebut dan mengapa saya perlu mempertimbangkan gaya hidup tersebut dalam kehidupan saya? Saya akan membagikan tips berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami.

Selama 7 tahun bekerja dan mengelola keuangan sendiri, banyak pelajaran dari pengalaman baik dan buruk yang saya alami. Saya sempat dalam tahap tidak mengetahui kemana saja perginya pendapatan saya, rasanya penghasilan saya dari gaji sebagai karyawan harusnya cukup untuk menghidupi diri sendiri yang masih belum menikah ataupun punya tanggung jawab cicilan apapun. Pembaca di umur 20 dan 30an pasti sangat mengerti akan kondisi ini, disaat standar kehidupan kita dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi di media sosial. Hal-hal seperti jalan-jalan ke luar negeri, makan setiap weekend di restoran terkini seakan menjadi hal standar yang tidak boleh dilewatkan anak muda. Saya belajar banyak dari kondisi saya saat itu dan mulai melakukan penyesuaian di gaya hidup saya menjadi gaya hidup frugal. Tentunya saya masih bisa menikmati jalan-jalan, belanja barang, makan makanan enak dan tetap menjaga gizi tanpa perlu makan mie instan setiap hari. 5 tips yang semoga berguna untuk mendalami lagi gaya hidup frugal:

1. Cek kembali pengeluaran tersier.

Pelajari makna membeli kemewahan dan membeli waktu.

Saat memilih barang atau jasa kita pada dasarnya dihadapkan dengan manfaat yang sama, hanya penambahan kemewahan yang berbeda. Contohnya makan di warung Tegal belakang kantor atau di bistro mall, intinya adalah memberi nutrisi untuk tubuh dalam bentuk gizi. Biaya tambahan makan di restoran mahal itu lah biaya akan kemewahan yang kita bayar, contohnya suasana restoran yang asik, pelayanan yang ramah, atau makanan yang lebih terjaga kebersihannya. Prinsip ini yang dapat diterapkan dalam gaya hidup frugal bahwa kita harus dapat menempatkan kapan kita perlu membeli kemewahan tersebut, disesuaikan dengan kemampuan kita. Toh, sekali-kali makan di restoran bagus bersama keluarga juga bermanfaat kok bagi kesehatan mental kita.

Asuransi kesehatan.

Sekitar tahun 2010an akhirnya kita punya sistem jaminan kesehatan nasional yang dinamakan BPJS. Dengan membayar premi bulanan, kita akan mendapat jaminan fasilitas kesehatan standar mulai dari level puskesmas kelurahan sampai ke tindakan operasi besar di rumah sakit. Saya mendukung penuh sistem ini, saat itu saya langsung mendaftarkan kedua orang tua saya ke BPJS Kesehatan. Sebelumnya, mereka punya polis asuransi yang sayangnya tidak dapat digunakan karena kuran cermat saat membeli polis. Beberapa agen asuransi memang tidak cukup bertanggung jawab untuk membantu klien mereka, ibu saya salah satunya. Jutaan rupiah dihabiskan setiap bulannya untuk membayar premi beberapa jenis asuransi yang akhirnya tidak dapat dia gunakan.

Saat kita membeli asuransi kesehatan, kita membeli kemewahan bukan fasilitas kesehatan. Kedua orang tua saya menggunakan fasilitas kesehatan melalui BPJS yang tentunya cukup untuk sakit-sakit ringan seperti flu dan batuk sampai tindakan operasi berat saat papa saya mengalami kecalakaan di jalan. Semua tanpa perlu mengeluarkan biaya. BPJS pada dasarnya adalah asuransi kesehatan, namun dengan kelas yang lebih rendah.

Jika kita sedang mempertimbangkan untuk mengambil asuransi kesehatan, baiknya dipikir ulang apa kita benar-benar butuh kemewahan tersebut? Apakah kita butuh tambahan premi beberapa ratus ribu sampai jutaan untuk dapat upgrade kelas rawat inap di atas level kelas satu yang menjadi standar BPJS? Jangan sampai rasa takutmu (yang mungkin dijual oleh agen asuransi) mengalahkan pemikiran rasional.

Saat ini saya beruntung mendapatkan lindungan asuransi swasta dari fasilitas kantor, namun saya tetap membayar premi BPJS kesehatan. Setidaknya, kalaupun kita tidak sakit dan menggunakan fasilitas BPJS premi tersebut akan berguna untuk subsidi masyarakat anggota BPJS lain yang membutuhkan fasilitas kesehatan.

Terbang dengan low cost airlines, ekonomi, atau bahkan bisnis.

Saya baru sekali terbang dengan kelas bisnis seumur hidup, itu pun juga dengan menukarkan reward miles saat diskon penukaran 40%. Saya akan bercerita tentang tips bagaimana memanfaatkan miles untuk bisa terbang gratis. Kondisi saya sebagai turis yang niat jalan-jalan, tentunya tidak butuh kelas bisnis yang memang ditujukan untuk para pebisinis. Saya belajar apa saja sih yang membedakan kelas ekonomi dan kelas bisnis.

Kelas bisnis memberikan manfaat kenyamanan lebih, ruang yang lebih lega jika anda butuh untuk bekerja, prioritas potong waktu antrian check-in dan waktu boarding dan unboarding yang lebih cepat. Semua itu akan sangat berguna bagi para pebisnis sibuk, karena waktu adalah uang bagi mereka. Bagi kita orang biasa yang memang niat jalan-jalan, perlukan pakai kelas bisnis? Kalau punya uang lebih sih bebas-bebas saja ya.

Waspadai terbang dengan low cost carrier, karena murahnya harga datang dengan banyaknya fasilitas yang dipotong seperti bagasi, antrian yang lebih panjang, kenyamanan saat di pesawat, pelayanan flight attendant, dan juga makanan. Kembali lagi dengan kondisi dan kebutuhan anda, low cost carrier akan menjadi solusi paling efisien dan efektif jika anda hanya butuh bepergian tanpa bawaan yang banyak dan bisa tahan sedikit tidak nyaman. Jika anda perlu dan mampu, bisa pertimbangkan ke kelas ekonomi premium seperti Garuda Indonesia.

Skin care kebutuhan primer?

Ibu saya punya pepatah ajaib:

Orang cakep mau pakai apapun juga udah cukup…

Sementara orang jelek ya mau diapain juga percuma.

Nasihat ini ibu lontarkan saya dibelikan celana jeans merek NEVADA di Matahari. Terlepas dari apapun maksud ibu saya, saya masuk kategori pertama atau jangan-jangan yang kedua tapi nasihat ini saya terus bawa sampai sekarang.

Mengenai perawatan wajah yang jadi tren dan industri yang sangat besar karena budaya Korea dan KPOPnya. Pada dasarnya industri ini menjual mimpi untuk menjadi pribadi yang lebih menarik secara fisik. Dengan dikuatkan branding kecantikan menurut standar Korea yaitu kulit putih mengkilap dan mulus, badan ramping menjurus kurus dan bentuk wajah kecil, perusahaan kosmetik mendulang untung dari keinginan kita menjadi lebih cantik atau menarik. Saya sendiri pernah membandingkan produk skincare harga 500 ribu untuk set pembersih dan penyegar dari suatu merek I dengan produk pembersih wajah harga 30 ribuan di etalase supermarket. Tidak ada bedanya! Saya rasa aktor seperti Lee Min Ho yang memang punya wajah yang ganteng akan tetap menarik kalaupun cuci muka pakai sabun 30 ribuan.

Kalau kita adalah karyawan biasa yang tidak butuh untuk tampil prima seperti layaknya artis ataupun beauty influencer kita tidak perlu mengikuti produk kosmetik yang digunakan aktris korea dalam drama. Bagi mereka tampil menarik adalah kerjaan mereka, jangan disamakan dengan kondisi kita. Perawatan tubuh itu perlu, namun sesuaikan dengan kebutuhan ya.

2. Dapatkan best value dari suatu barang.

Saya pernah terjebak di gaya hidup konsumtif, membeli baju dan celana berdasarkan keinginan. Untuk mengakomodir keinginan saya, saya cenderung membeli pakaian dari fast retail yang punya model trendi dan harga relatif murah.

Tidak semua merek fast retail bermutu jelek, bahkan di satu merek pun dalam suatu produk yang berbeda memiliki mutu yang beda. Semua produk tersebut di sourcing dan produksi di tempat yang berbeda dan bahan yang berbeda tentunya mutu akan bervariasi. Mulai sekarang, cermati kualitas suatu barang sebelum membeli. Saya punya dua buah celana jeans dari merek H dan merek U. Keduanya memiliki harga yang tidak beda jauh, di rentang 400 ribu rupiah walau merek H lebih murah. Merek U sudah 4 tahun dan masih sangat layak dipakai sedangkan merek H sudah tidak nyaman dipakai setelah 3 tahun.

Mengambil kesimpulan dari contoh pakaian dari fashion retailer, kita bisa menerapkan konsep best value yang saya rangkumkan dalam tips:

  1. Tunda rencana pembelian suatu barang, beri jeda berapa lama dari waktu peluncuran. Tips ini berlaku untuk barang elektronik dan pakaian (tergantung season). Untuk elektronik, contoh paling ekstrim adalah smartphone. Merek seperti iPhone ataupun Samsung akan mengalami penurunan harga cukup signifikan. Saat saya membeli iPhone SE generasi pertama, saya membeli satu tahun setelah peluncuran dimana harga iPhone SE mencapai harga terendahnya.
  2. Pelajari pola di fashion retailer, biasanya akan ada pola dimana barang baru akan diberi label diskon/penawaran terbatas karena barang tersebut harus habis di stok agar pemasaran barang baru dapat dilakukan.
  3. Pilih spesifikasi barang sesuai dengan kebutuhan. Jangan terjebak dengan trik marketing upsize ya. Sering gak ditawarkan upsize ukuran gelas jadi lebih besar dengan tambahan sedikit aja, atau lebih ekstrimnya membeli barang yang tidak dibutuhkan karena sekaligus masuk dalam paket. Walau secara jumlah memang kelihatan deal yang bagus karena harga bisa jadi lebih murah namun artinya anda membeli barang yang tidak dibutuhkan dan tetap menggunakan uang anda yang seharusnya tidak perlu untuk dikeluarkan. Smartphone dengan kamera ultra canggih dan kemampuan rekam video 4k hasil setara kamera mirroless atau DSLR, toh kalau kita bukan vlogger atau videographer tidak akan bermanfaat kan fitur tersebut.
  4. Beli barang yang berkualitas. Barang berkualitas biasanya relatif lebih mahal, namun barang mahal belum tentu berkualitas. Saya pernah menghabiskan total 800 ribu rupiah untuk membeli 4 earphone seharga 200 ribu yang rusak terus. Memang penggunaan earphone saya saat itu sangat intensif, mulai dari saat belajar sampai dipakai berolahraga. Akhirnya saya membeli earphone wireless yang lebih mahal namun memberi saya kenyamanan karena kualitas yang lebih terjamin (biasanya produk berkualitas didukung jaminan garansi dan service support). Barang-barang yang perlu diperhatikan:
    1. Sepatu. Dalam dunia sepatu, manufaktur dan kualitas bahan adalah nomor satu. Merek sepatu internasional pun banyak memiliki lini produk yang berkualitas rendah. Saya adalah penggemar sepatu produksi lokal Indonesia, sepatu formal oxford saya beli dari brand Koku buatan Cibaduyut yang masih awet sampai sekarang telah berumur 3 tahun. Untuk sepatu lari, saya percaya pada Asics, merek sepat jepang yang nyaman and sangat awet.
    2. Pakaian. Karena harga yang terjangkau dan model yang trendi mereka tawarkan, fast retail biasanya menawarkan kualitas produk yang relatif rendah. Setelah 5 kali pakai dan cuci, warna pudar ataupun tekstur hilang. Untuk produk investasi seperti setelah jas pastikan kita membeli dengan asumsi produk ini akan kita pakai seumur hidup, jadi pastikan kualitas produk terjamin dengan harga yang masih terjangkau.
    3. Elektronik. Pilih produk yang menawarkan after sales service dan garansi yang baik, karena masalah produk elektronik pasti akan muncul namun bagaimana jika produk itu rusak lah yang paling penting.
    4. Kendaraan. Pilih kendaraan dan juga pelengkap yang berkualitas, jangan mengorbankan kualitas demi harga karena kendaraan bekerja sebagai suatu sistem dari peralatan yang sangat kompleks. Jangan sampai anda menunda ganti oli dan cairan pendingin seharga 100 ribu dan mengorbankan rusak mesin dan overheat.
    5. Furniture. Ibu saya punya satu lemari yang berumur lebih tua dari saya namun masih kokoh berdiri tanpa dimakan rayap, sementara saya membeli meja belajar yang belum setahun sudah goyang-goyang. Untuk urusan furniture jangan mengorbankan kualitas untuk harga!

3. Manfaatkan kartu kredit secara bertanggung jawab.

Kartu kredit adalah senjata yang bermanfaat jika bisa digunakan dengan tepat. Bahkan kita bisa terbang dengan gratis dengan memanfaatkan reward miles dari penggunaan kartu kredit. Tips akan saya bahas di kesempatan lain ya. Kartu kredit ini sangat berguna untuk transaksi di luar negeri, membeli barang online, atau membeli peralatan yang cukup besar sehingga bayar tunai tidak memungkinkan.

Orang tua saya pernah terjebak dalam jebakan kartu kredit dan kredit tanpa agunan, karena bunga yang diterapkan itu sangat besar! Saat itu, mereka tidak mampu membayar tagihan suatu bulan dan melakukan pembayaran minimum (ini adalah big NO jika kita menggunakan kartu akan dikenakan bunga atas sisa pinjaman). Efeknya hutang menggunung seperti bola salju yang akhirnya menumpuk. Hutan yang awalnya hanya beberapa juta berubah menjadi ratusan juta.

Tips mengenai kartu kredit:

  1. Minta penghapusan iuran tahunan, jika anda memiliki kredit lancar.
  2. Bayar tagihan sebelum jatuh tempo untuk menghindari kelupaan.
  3. Bayar tagihan langsung, bahkan bisa untuk dilebihkan saldonya karena masih bisa digunakan sisanya untuk bulan depan.
  4. Cari yang limitnya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
  5. Alternatif lain, bisa juga gunakan digital banking seperti Jenius atau Digibank dengan peran seperti kartu kredit.

4. Dilema pusat kebugaran.

Kesehatan adalan nomor satu. Di masa muda, kita harus berinvestasi dimana salah satunya adalah kesehatan. Tubuh yang bugar akan meningkatkan penampilan. Premis-premis ini banyak digunakan dalam media promosi suatu pusat kebugaran. Teman-teman yang sedang menikmati umur 20an pasti sudah familiar dengan pusat kebugaran waralaba yang menawarkan fasilitas lengkap untuk berolahraga, bahkan sekarang ada konsep baru dengan tema fit club yang mengusung olahraga High Intensity – Interval Training yang dapat membakar lemak dengan cepat. Jika teman-teman sedang berlangganan atau memutuskan untuk berlangganan anggota pusat kebugaran ini, tolong diperhatikan dengan sangat dua poin ini:

Apakah saya memiliki komitmen untuk menggunakan pusat kebugaran secara rutin?

Biaya langganan biasanya dibayar cicil atau tunai untuk komitmen minimal 6 bulan atau 1 tahun. Kalau anda belum punya komitmen kuat, jangan langsung bayar. Angan-angan seperti “ah nanti gw juga akan rajin setelah bayar” biasanya tidak akan terjadi, jadi pastikan anda benar-benar sudah komitmen sebelum membayar. Biaya langganan lumayan mahal loh, bisa sampai 500 ribu rupiah sebulan.

Apakah ada alternatif lain untuk berolahraga tanpa perlu ke pusat kebugaran?

Saya rutin berolahraga di rumah, dan sebelum ini berlangganan anggota pusat kebugaran dengan biaya 100 ribu rupiah per bulan. Intinya, banyak alternatif untuk berolahraga tanpa perlu ke gym. Lari sore setelah pulang kerja di Gelora Bung Karno Senayan juga asik kok! Saat ini saya menggunakan aplikasi Freeletics dan tambahan pull up bar seharga 200 ribu untuk latihan untuk pengganti langganan gym. Silahkan dilihat lagi, karena sebenarnya olahraga bisa dilakukan dimana saja. Alternatif olahraga tanpa perlu ke gym:

  • Lari atau jogging keliling komplek
  • Bodyweight exercise di rumah
  • Skipping bermodalkan tali lompat
  • Yoga di rumah modalnya hanya yoga mat. Tutorial sudah banyak di internet tersedia gratis.
Waspadai pengeluaran tambahan dari produk-produk pendukung seperti suplemen pembakar lemak dan sebagainya

Bagi yang pertama kali, waspadai tawaran menggiurkan obat bakal lemak cepat kurus atau suplemen otot memperbesar badan karena sebenarnya semua itu bisa kita dapatkan dengan nutrisi dan diet yang konsisten. Industri fitness bisa tumbuh seperti industri kosmetik dan skin care dengan menjual mimpi kita untuk tampil lebih menarik. Saya sendiri

5. Substitusi protein hewani

Saya sedang menjalani gaya hidup flexitarian dimana saya sudah stop konsumsi daging merah (kambing, sapi, dan babi) serta produk turunan seperti susu sapi, keju, dan dairy product lainnya. Saya terkadang masih konsumsi telur atau daging ikan karena saya kondisi masih belum cukup mendukung untuk transisi langsung ke tanpa daging 100%. Alasan saya memutuskan untuk mengganti diet saya adalah masalah kesehatan yang saya alami. Saya sering mengalami kelelahan dan gejala alergi secara tiba-tiba yang mengganggu, dan diagnosa dokter tidak dapat memberikan solusi karena saya terus mengalami gejala tersebut. Setelah menonton dokumenter The Game Change dari Netflix, saya tertarik dengan konsep sakit pencernaan karena konsumsi protein hewani. Setelah itu saya mencoba untuk menjalani diet vegan dan setelah 2 minggu saya sudah tidak merasakan sakit pencernaan dan gejala alergi tersebut. Tambahannya, setelah 2 bulan menjalani gaya hidup ini saya juga merasakan penghematan dari biaya makan sehari-hari.

Diet vegan / vegetarian paling mudah dapat dibeli di warteg. Ya saya tidak bercanda, warteg adalah sumber makanan paling kaya dan bernutrisi. Tinggal pilih antara orek tempe, tahu kuah pedes, tahu goreng, pepes tahu, tempe blok goreng kuning, labu siam cah tempe, dan lainnya. Beli lauk untuk siang dan malam, hanya butuh 5 ribu rupiah. Saya kaget sekali, ternyata makan dengan gaya vegetarian hemat sekali. Beda ya kalau makan di restauran sehat di pusat perbelanjaan yang harga semangkuk salad 100 ribu rupiah ditambah smoothies hijau seharga 50 ribu.

Bagi kita yang masak sendiri ataupun beli di luar, bisa dicoba diet ini karena selain untuk menghemat tapi juga ada manfaat kesehatan nya. Saya akan bercerita di kesempatan lain mengenai perjalanan saya stop konsumsi daging merah di post lain.

200 gram daging sapi well done seharga 300 ribu rupiah 52 gram protein.

400 gram tempe dapat dibeli di pasar 76 gram protein, bisa dibeli 20 ribu rupiah. Beli orek tempe 20 ribu bisa dapet 2 rantang deh!

Sekain dulu sedikit sharing dan tips dari saya, semoga bermanfaat. Dari memulai gaya hidup ini, kita bisa memplelajari gaya hidup lainnya seperti minimalisme (memiliki lebih sedikit barang) dan zero waste (mengurangi sampah) yang saling terkait satu sama lain. Intinya yaitu satu: menggunakan dan membeli barang yang benar-benar memberikan value. Banyak pengalaman mengenai frugal living, minimalism, zero waste yang dapat saya bagi, semoga saya dapat menuangkan dalam tulisan lain segera.

Tulisan mengenai hemat energi bagian satu dan dua dapat disimak di:

Hemat Energi – Dimulai dari Rumah 2

#2 dari 15 hari cerita tentang energi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar tentang energi berkelanjutan.

Setelah bercerita tentang penyejuk udara, di tulisan ini saya akan bercerita tentang salah satu komponen penting yang sering terlupakan yaitu lampu. Dari membaca tulisan ini, pembaca akan mengerti mengapa lampu LED itu disebut lebih hemat dibanding lampu neon ataupun lampu pijar, dan spesifikasi apa yang perlu diperhatikan saat membeli lampu LED. Karena lampu adalah peralatan yang menyala hampir sepanjang waktu dalam setahun, pembaca bisa menghemat sampai dengan 26 ribu rupiah per lampu dari biaya listrik jika memilih lampu penerangan yang tepat. Tentunya dengan menghemat daya listrik melalui peralatan yang lebih efisien, kamu bisa membantu mengurangi emisi karbon yang tidak diperlukan!

Sedikit cerita mengenai teknologi LED. LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode yang menjelaskan dengan lengkap bagaimana cahaya bisa dihasilkan, dioda atau material semikonduktor tertentu akan memancarkan cahaya ketika dialiri listrik. Efek tersebut dinamakan efek elektroluminensi, berbeda dengan lampu pijar yang bekerja karena prinsip cahaya pijar dari benda yang bertemperatur tinggi. Teknologi ini lebih efisien karena energi listrik yang dibutuhkan tidak sebesar teknologi pendahulu sebelumnya (lampu pijar, lampu halogen, lampu fluoresens) untuk menghasilkan cahaya dalam jumlah yang sama. Ilustrasi di bawah menggambarkan perbandingan efisiensi setiap jenis lampu:

Sumber: https://www.thelightbulb.co.uk/resources/lumens_watts/
  • Beam angle: sudut yang dihasilkan pancaran cahaya, semakin besar artinya area yang disinari semakin besar. Pastikan anda memilih sudut yang tepat sesuai kegunaan anda.
  • Life time: umur ketahanan lampur secara material, biasanya untuk lampu LED sampai 15000 jam.
  • Intensitas cahaya, diukur dalam Lumens: seberapa terang cahaya yang dihasilkan. Semakin terang, energi listrik yang dibutuhkan juga semakin besar.
  • Energi yang digunakan: diukur dalam satuan watt, yaitu daya listrik yang dibutuhkan.
  • Jenis cahaya, diukur dalam satuan Kelvin. Hangat kekuningan, atau putih dingin. Penjelasan mengenai perbedaan temperatur cahaya dan intensitas cahaya ada di bawah.

Dari grafik perbandingan diatas, dapat disimpulkan bahwa lampu teknologi LED lebih hemat dibandingkan dengan lampu lainnya. Gambaran simpelnya seperti ini:

Joko sebelumnya menggunakan lampu fluorescent 12 Watt untuk menerangi lampu kamarnya karena dia butuh sumber lampu yang terang untuk kegiatan belajar. Namun jika dia menggunakan lampu LED, dia hanya butuh lampu LED 10 Watt untuk memberikan jumlah terang yang sama. Artinya, secara tidak langsung LED bisa dikatakan “lebih hemat” energi.

Temperatur cahaya vs intensitas cahaya

Sumber: https://www.ledlightingwholesaleinc.com/Understanding-Lumens-vs-Kelvin-s/399.htm

Kelvin atau temperatur dapat dilihat di kemasan suat lampu LED. Untuk keperluan rumah tangga biasanya berjenis cool daylight atau 6,500 K. Sesuai ilustrasi diatas, karakter yang diberikan 6,500 K adalah yang sejuk dan lumayan terang. Karakter lampu ini dapat ditemukan di perumahan, pergudangan, dan aplikasi umum lainnya. Sedangkan karakter lampu di netral adalah cahaya yang terkesan netral dan terang yang dapat kamu temukan di rumah sakit. Cahaya karakter hanget di rentang 2,000 K cocok untuk kafe-kafe dan kamar tidur yang memberikan efek menenangkan dan rileks.

Lumens vs Candela – mana yang digunakan?

Saat kita belajar Fisika saat SMP dulu kita mengenal satuan Candela untuk melambangkan intensitas cahaya. Kenapa untuk lampu kita menggunakan lumens?

Rumus: 1 lm = 1 cd ⋅ sr.

1 Candela mewakili jumlah lumens yang dipancarakan dalam satu ruang steradian.

Satu unit steradian solid akan mengandung: 1 cd × 4π sr = 4π cd⋅sr ≈ 12.57 lumens

Karena lumens lebih representatif untuk menggambarkan intensitas cahaya yang dikeluarkan lampu, maka satuan tersebut digunakan dalam industri lampu.

Penghematan dan kontribusi ke lingkungan

Seperti peralatan listrik lainnya, lampu dapat berkontribusi ke penghematan biaya rutin untuk listrik dan juga memotong emisi karbon ke lingkungan. Cabang energi berkelanjutan satu ini biasa disebut ranting efisiensi energi atau energy efficiency yang juga mencakup: efisiensi rumah, efisiensi pembangkit listrik, efisiensi transmisi listri, efisiensi teknologi pembakaran pada kendaraan, dan semua efisiensi lain yang bisa dilakukan pada teknologi yang kita gunakan saat ini. Memang secara skala akan kelihatan kecil dibandingkan teknologi pembangkit terbarukan seperti PLTB yang dapat mencegah pembakaran batu bara untuk menghasilkan listrik namun cabang ini tetap perlu dilakukan dengan semangat continuous improvement yang manfaat baiknya banyak sekali.

Jika di rumah kamu ada 5 lampu untuk menerangi ruangan, kamu bisa menghemat 10 watt dengan mengganti lampu teknologi CFL ke LED. Apalagi kalau masih menggunakan lampu pijar, walaupun cuman untuk toilet atau kamar mandi tapi penghematan bisa sampai 20 watt loh! Secara hitung-hitungan, dengan menghemat 10 watt kamu bisa menghemat 65 ribu rupiah setahun. Memang kecil, tapi kumpulan efisiensi yang dilakukan di masing-masing rumah tangga akan sangat bermanfaat untuk menghemat daya yang perlu dibangkitkan dengan membakar batu bara atau lainnya.

Semoga bermanfaat!

5 Aktivitas Kencan di Jakarta – Bagi kamu yang bosan nonton

Mencoba berbagi ide kegiatan kencan di daerah Jakarta yang ramah di kantong dan tetap seru. Disini kalian bisa menjelajah daerah Jakarta Pusat yang menyimpan banyak harta karun. Selamat membaca.

Halo warga Jakarta, pernah merasa bosan kencan nonton di bioskop atau makan di mall? Saya mencoba berbagi aktivitas yang bisa dilakukan untuk pilihan agenda kencanmu. Semua aktivitas ini sudah pernah saya alami, jadi pastinya kegiatan ini sudah saya saring menjadi TOP 5 yang paling seru.

1. Thrifting di Pasar Atom, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat

Ingin bergaya vintage atau hypebeast namun tetap ramah di kantong? Atau mungkin ingin mengurangi konsumerisme fast fashion dengan menggunakan baju bekas pakai untuk bergaya. Ada kegiatan asik nih yang bisa dilakukan di daerah Pasar Baru. FYI, pusat pakaian bekas ada beberapa di Jakarta seperti Pasar Senen, Kebayoran Lama, dan Pasar Atom ini. Kenapa Pasar Atom, karena selain thrifting, banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini. Kuliner bakmi legenderasi Bakmi Gang Kelinci, belanja kain di toko tekstil, bikin jas murah meriah di toko tekstil India, belanja murah meriah di toko-toko produk local, bahkan disini masih ada Matahari Department Store dan Gramedia loh! Tidak lupa juga jajanan gerobak lainnya seperti batagor, pempek, soto mie, ayam penyet dan lainnya. Pasar Atom terletak di Gedung yang berada di dekat gerbang Pasar Baru, ada tulisannya kok. Terdiri dari 5 lantai, penjual baju bekas terletak di lantai 3 sampai 5. Bisa berjam-jam kelilingin toko sambil hunting harta karun yang nyelip diantara tumpukan baju bekas. FYI, adik saya pernah dapet Jaket Levi’s kece yang ditebus ratusan ribu aja. Jaket denim kan makin kece ya kalau semakin tua. Selamat thrifting!

2.Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat

Olahraga malam hari, lanjut jajan di kuliner sekitar, suasana asik. Bagi kamu yang pernah olahraga di GBK malam hari, pasti tahu betapa asiknya suasana disana. Kawula muda olahraga bareng teman, duduk-duduk di jalan sambil minum dan ngobrol. Komunitas lari, yoga, ataupun freeletics olahraga bareng di selasar Gelora. Ibu-ibu dan bapak-bapak bermain bersama anaknya, main roller blade di bundaran lari GBK. Dan tentunya, suara pengumuman bapak-bapak yang setia menemani pengunjung melalui TOA.

Momen olahraga bareng gebetan disini pastinya bakal berkesan. Kalian bisa janjian di GBK, after office hours setelah lelah bekerja. Bahkan kalian bisa lanjut dengan naik MRT bareng. Jika bosen jajan di sekitar area GBK, bisa lanjut naik MRT ke Blok M buat kulineran. Asik kan? Sekalian olahraga, momen menambah kedekatan kalian tetap bisa jalan.

*Kalian bisa kasih makan ikan di selokan GBK guys.

3.Nasi goreng gila Gondrong, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat

Nasi goreng malam hari favorit saya. Terletak di daerah Jakarta Pusat, tepatnya di Taman Suropati Menteng. Di malam tertentu seperti malam Minggu, tempat ini ramai jadi tempat kumpul masyarakat mengisi waktu dengan rekreasi. Mulai dari jasa pijat refleksi, membaca nasib, layar tancep, pertunjukan music, dah hiburan rakyat proletar lainnya. Suasana malam dan hingar binger disini sangat cocok dinikmati dengan sepiring nasi goreng gila. Nasi gorengnya berjualan di trotoar depan perimeter Taman Suropati, persis sebelah parkiran mobil. Memang minimalis, duduknya di atas bangku plastik atau di atas trotoar beralas terpal tapi suasanya asik banget. Nasi goreng nya relative lebih mahal dibanding nasi goreng abang-abang lainnya namun terjangkau banget deh, pakai telor 25 ribu rupiah sahaja. Pacaran suasana asik 50 ribu rupiah saja, ditambah 10 ribu untuk minum biar tidak seret, dan 5 ribu buat pengamen yang lewat nyanyiin lagu D’masiv atau Noah.

4. Es krim Italia Ragusa, Gambir, Jakarta Pusat

Kedai es krim ini tidak pernah sepi, beberapa kali saya kesini selalu saja ramai. Es krim Italia itu gimana? Sebenernya ya es krim biasa aja sih, tapi memang es krim Italia ini sudah dipakai sejak zaman Belanda. Artinya ini toko udah lama banget berjualan es krim. Encik-encik yang jaga ini toko memang kelihatan galak bro, tapi jangan khawatir kita tetep dilayanin kok. Hahahaha. Favorit gw disini es krim banana split dengan es krim tiga rasa – cokelat, vanilla, dan strawberry. Satu porsinya sekitar 50 ribu, memang agak mahal sih. Tapi wajib banget dicoba! Lokasinya deket masjid Istiqlal, pinggir kali.

5. Wall bouldering di Lapis Malam – sekarang Indo Climb, fX Senayan, Jakarta Pusat

Pernah mencoba olahraga panjat tebing? Jika kamu atau pasangan kamu takut terhadap ketinggian, that is okay! Ada alternatif panjat tebing yaitu panjat dinding atau wall bouldering. Bedanya, kalau panjat dinding kita perlu memakai alat pengaman body harness karena kita bekerja di ketinggian sedangkan untuk wall bouldering kita tidak perlu menggunakan peralatan keamanan karena ketinggian dinding maksimal di 4 meter. Jika kamu tidak kuat dan ingin menjatuhkan diri, pastinya tetap aman kok karena ada kasur busa tebal yang siap meredam jatuhnya kamu. Dimana mencoba mulai latihan ini?

Saya pertama kali belajar wall bouldering di Lapis Malam, lokasinya di dalam gang daerah Mampang. Yang mengelola adalah pasangan atlit panjat dinding nasional, dan banyak komunitas penggiat panjat latihan disana. Bahkan kalian bisa latihan sampai jam 11 malam, karena tempat latihan ini prinsipnya berdasarkan kekeluargaan. Sepatu panjat disediakan disini, jadi kamu tidak perlu bawa apa-apa. Urunan untuk latihan disana adalah 75 ribu rupiah per kedatangan.

Sekarang, lokasi latihan pindah ke fX Senayan di open area lantai 3. Kalian bisa cek jadwal untuk latihan disini, tentunya untuk date bersama pasanganmu akan tetap asik. Nanti aka nada kakak pemandu yang membimbing langkah panjat kamu, jadi tidak perlu khawatir jika kamu adalah pemula yang belum pernah mencoba. Selain Indo Climb, ada juga panjat tebing di Kuningan yang juga bisa kamu coba, sayangnya jadwal agak terbatas dan harus booking dulu ke pelatih via Facebook.

Hemat Energi – Dimulai dari Rumah

#1 out of 15 hari cerita energi. Saya memutuskan untuk ikutan challenge ini, walaupun sudah lewat jauh karena kompetisi ini sudah selesai di 2018. Tapi semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar tentang energi berkelanjutan.

Bagaimana kamu bisa berkontribusi untuk menjaga emisi karbon ke atmosfir? Pada dasarnya kita semua bisa berkontribusi! Dalam tulisan saya yang pertama ini, saya ingin membawa topik efisiensi energi dalam konteks yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari agar kita bisa mulai mempraktekkannya. Energy efficiency is the first fuel of a sustainable global energy system – International Energy Agency

Berhubung negara kita beriklim tropis, artinya cenderung lembab dan panas sepanjang tahun dan kebutuhan terhadap elektronik Air Conditioning atau AC sudah menjadi primer. Jika kalian punya piranti ini di rumah, coba disimak sebentar artikel ini. Kalaupun belum, saya harap artikel singkat ini dapat membantu nanti saat kalian akan membeli piranti ini. Apabila kalian semua membeli piranti pengkondisian udara (air conditioning), kalian akan menjumpai label yang ditempel seperti gambar di samping.

EER

Apa itu EER? EER adalah energy efficiency rating. Nilai ini menunjukkan seberapa efisien piranti tersebut dalam bekerja, untuk piranti AC: seberapa kalor yang dapat dipindahkan dengan daya elektrik yang diberikan. Mengapa EER ini penting?

EER merupakan mekanisme yang mirip seperti energy labeling di EU, dimana semua peralatan elektronik wajib memenuhi rating energy label sebelum dapat dijual umum. Jadi selain harga peralatan tersebut, energy label menunjukkan seberapa hemat energi/berapa daya listrik yang dibutuhkan untuk memberikan manfaat alat tersebut bekerja. Kita sebagai konsumen yang menggunakan piranti tersebut tentunya butuh informasi ini, karena pilihan kita terhadap alat mana yang kita akan beli dan gunakan akan berkontribusi nantinya ke jumlah listrik yang digunakan – efeknya langsung ke tagihan listrik yang akan kita bayar ke PLN dan juga secara tidak langsung emisi karbon yang dihasilkan sepanjang umur peralatan tersebut beroperasi. Sebagai konsumen yang kritis dan peduli, tentunya kita bisa memindai mana piranti yang ramah lingkungan dari label tersebut.

Jika ditulis dalam rumus: EER= BTU/W

Contoh AC saya (tipe TECO 380 W):

Spesifikasi Daya 380 W, kapasitas ½ PK. ½ PK ≈ 5,000 Btu/jam

EER= (5,000 Btu/h)/(380 W)=13.15 Btu/Wh

Berapa biaya yang dihemat?

1.Contoh kasus jika kita tidak cermat dalam memilih kapasitas pendinginan, kita memilih 1 PK dengan alasan agar lebih dingin nantinya.

Asumsi 1 PK = 9,000 Btu/jam
W= 9,000/13=690 watt

Anggap AC dinyalakan 12 jam sehari untuk tidur, dinyalakan 365 hari setahun:

kWh=(690-380)watt×12 jam × (365 hari)/tahun=1,357 kWh per tahun
Tarif 1,400 per kWh

Tambahan biaya =(Rp.1,400)/kWh×(1,357 kWh)/tahun=Rp.1,900,000 per tahun

Emisi karbon tambahan=(0.75 kg)/kWh×(1,357 kWh)/tahun=1,017 kg/tahun

2.Contoh kasus kita memilih AC dengan PK yang sama namun dengan EER yang lebih rendah. Saya tidak akan sebut contoh merek tapi anggap saja EER nya adalah 9.

EER1= 10.7
EER2= 9

Untuk bekerja mendinginkan 5,000 Btu per jam selisih daya yang diperlukan adalah:

W1=(5,000 Btu/h)/(10.7 Btu/Wh)=467 watt
W2=(5,000 Btu/h)/(9 Btu/Wh)=555 w

∆P=(555-467)watt×12jam/hari×365 hari/tahun= 385 kWh/tahun
Tambahan= (Rp.1,400)/kWh×(385 kWh)/tahun=Rp.539,000 per tahun

COP – Coefficient of Performance

COP merupakan parameter juga yang menggambarkan seberapa hemat penggunaan energi dari suatu AC.  Konsepnya sama seperti EER, jadi saya tidak akan bahas lebih lanjut disini.

AC Inverter?

Teknologi inverter berhubungan erat dengan kompresor pada sistem AC split. Kompresor adalah alat vital yang membutuhkan paling banyak energid alam operasionalnya. Kompresor berperan untuk menekan refrigeran (yang biasa dikenal sebagai freon) agar efek mendinginkan bisa didapatkan. Bagi pembaca non-teknik, proses pendinginan terjadi saat refrigerant dalam bentuk cair menyerap kalor dalam unit AC split – akibatnya ruangan dingin karena temperatur turun. Setelah menyerap kalor, refrigeran akan berubah fasa menjadi gas yang kemudian ditekan oleh compressor ke unit outdoor AC untuk melepas kalor melalui bantuan kipas. Siklus terus berulang.

Teknologi inverter memungkinkan kompresor untuk bekerja dalam putaran yang disesuaikan dengan kebutuhan. Saat temperature sudah konstan, sensor akan mendeteksi dan mengirim sinyal ke compressor untuk bekerja lebih lambat dengan daya yang lebih sedikit. Teknologi yang lain adalah AC non-inverter yang beroperasi dengan kecepatan konstan sehingga daya listrik juga konstan.

Teknologi AC inverter mendukung penghematan energi karena daya akan disesuaikan dengan daya pendinginan yang dibutuhkan. Walaupun investasi biaya di awal lebih mahal karena teknologi yang lebih rumit disbanding non-inverter, sangat perlu diperhatikan manfaat penghematan dari segi biaya dan emisi karbon yang dihemat.

  • Pilihlah piranti elektronik dengan EER tinggi, selain menghemat biaya, kamu juga mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan selama operasional alat tersebut.
  • Dukung kegiatan ini untuk mendukung industri manufaktur kita menuju kesadaran terhadap lingkungan dan energi.
  • Peran kita sebagai konsumen atau pengguna adalah memilih peralatan atau piranti yang sesuai dengan kebutuhan dan juga ramah lingkungan dalam operasionalnya.

Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat. Salam energi berkelanjutan!

Talking about Biogas and the Palm Oil Industry in Indonesia

This picture was taken around June 2019. Are you familiar with the round shaped object that I was observing? 

It is called a lagoon, covering thousands cubic of methane from the anaerobic process of POME (Palm Oil Mill Effluent) – wastewater from the palm fruit processing. After some time on the lagoon, the mixture of the waste and bacteria digestion produces methane, carbon dioxide, and hydrogen sulfide through an absence of oxygen chemical reaction. It is one of the waste-to-energy concepts, with an objective to reduce harmful substance of waste from the industrial process by changing it into less environmental damaging and producing energy. 

Less than 10%1 of around 800 palm oil mills in Indonesia utilized this waste to energy technology. It means this waste-to-energy is not a popular one, for now. The hype on coal power alternative in Indonesia was still dominated by the natural gas power, hydro, and even wind. Aiming on the equal island development, this technology might be worth of full deployment in the island of Sumatera, Kalimantan, and Sulawesi. On the island of palm oil, this technology could solve:

  1. Waste problem from the biggest “exported commodity product” of Indonesia.
  2. Scarce of electricity in remote area, whereby transmission and distribution infrastructure are still absent.
  3. Increase the awareness of palm oil industry to move forward on more responsible palm oil business.
  4. Create more jobs on the power generation sectors.

Giving you a bit of contextualization, some palm oil mill can have up to 2 x 1 MW of biogas engine. It produces on around 80% load, capable of powering the whole mill operation. Only challenge is the fluctuated load during the day because unlike coal power plant, palm oil mill does not operate 24 hours.

One of the challenges is the high production cost producing electricity. Data from2 mentioned on the high operation cost, engine maintenance takes 39% of overall operation cost surpassing the labor and digester maintenance itself. The maintenance in biogas is a bit more complicated than the natural gas power plant. Biogas contain unwanted H2S which gives the high acidity; hence it is called the sour gas. Sour gas is highly oxidative and corrosive which make the technology needs specific characteristic of engine. On the maintenance point of view, a lubricant that has superior oxidative and corrosive resistance is vital to ensure the engine reliability. That is why biogas engine needs specific lubricant.

How can policy affect?

Starting from the current condition and wish on the vast and rapid deployment, what support are needed? Incentive. This is what keep investor interested and willing to invest.

  1. Carbon credit

The certificate of right to produce certain amount of carbon emission for their activity, which is gained from other party through a trading mechanism. Example:

The concept of Clean Development Mechanism, one of the mechanisms under Kyoto Protocol. It is ensuring the Annex country which had an emission target to purchase carbon credit from non-Annex countries (Indonesia is on the list as developing country). The form of CDM is any project results on the emission reduction: biomass, energy efficiency, renewable power generation, waste-to-energy, and transportation. The purpose of the concept was effective to boost the acceleration of lower emission technology deployment, some of the case in Indonesia: Sarulla geothermal power plant (330 MW), Kalimantan peat land carbon storage and sequestration, and of it is the palm oil waste to energy projects.

Example case:

Australia as one of the Annex I country had a binding emission targets of 1,000 tonnes of carbon emission. However, they can emit 1,500 tonnes of carbon, by purchasing 500 tonnes worth of credit from Indonesia. Indonesia itself, generate this credit by conserving peatland and tropical forest in Kalimantan which prevented 500 tonnes of carbon released into the atmosphere, which can happen due to the illegal land use and fire. Then, Indonesia get currency as the return which can be used for funding the conservation project and incentivize other green technology.

It is interesting on the carbon emission trading market and how we are expecting a 2024 ready market, maybe I will write a specific topic on the carbon market.

  1. PPA (Power Purchase Agreement)

The PPA is vital in the case of bigger investment decision, where the installed capacity exceed the demand from in-situ electricity demand. The excess, if possible then fed into the PLN grid. Investor needs to secure an acceptable price within some period of project, to ensure their project is giving desired return on investment. This PPA has been long discussion between PLN and Biogas power investor, as reaching mutual interest acceptability seemed difficult.

Reference:

*ESDM Regulation 12/2017 Article 5 sentence 3 declares the maximum tariff of bought price for alternative energy power plant. For biogas powered gas engine, it is 85% from the regional cost of electricity production.

*ESDM Regulation 50/2017 about the production cost of electricity.

There is soon a presidential decree to regulate the feed in tariff based on the generation. This would give a bright light to the deployment of alternative and clean energy investment in Indonesia, with the aim to put specific effort and tariff to value the investment and incentive based on the technology, and the area. It is understood that investing in Papua is riskier than Java in term of infrastructure and cost. It is interesting to see how the biogas generation technology and deployment could speed up in the next 5 years.

1 https://www.bppt.go.id/teknologi-informasi-energi-dan-material/3496-plt-biogas-pome-olah-limbah-cair-sawit-menjadi-listrik

2 https://www.iced.or.id/wp-content/uploads/2017/03/Modul-04-Pembiayaan-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Biogas.pdf

Thoughts?

[Borneo Road Trip Series] Entikong – Penyebrangan Kalbar ke Sarawak

*Tulisan ini ditulis berdasarkan perjalanan saya pada Oktober 2019 dari Kalimantan Selatan - Kalimantan Tengah - Kalimantan Barat - Sarawak Malaysia - Return. Pada tulisan ini saya akan fokus ke bagian penyebrangan (border) Entikong
  • Cerita perjalanan menyebrangi border antar negara Entikong menuju Kuching menggunakan mobil plat Indonesia
  • Informasi di dalam tulisan ini dapat menjawab pertanyaan di bawah ini:
    1. Apa SIM Internasional dibutuhkan?
    2. Berapa biaya yang diperlukan?
    3. Seberapa sulit medan yang dilalui?
    4. Berapa lama waktu proses penyebrangan?
    5. Apa peraturan mengemudi di Malaysia?
  • Entikong check-point merupakan poin cek imigrasi paling popular untuk menyeberang ke Sarawak.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk perizinan dan sebagainya dibawah 200 ribu rupiah.
  • Jam buka Entikong adalah jam kerja – sehingga jam 5 sore tutup dan pengajuan izin tidak bisa dilakukan lagi.
  • Dokumen yang diperlukan:
    1. STNK – original dan copy yang masih aktif. STNK asli mobil – jika bukan pemilik asli dari mobil wajib dilampirkan surat keterangan atau surat kuasa penggunaan mobil. Dalam kasus saya karena saya membawa mobil rental, maka saya membawa surat kuasa dari pemilik mobil rental. Bukti bayar pajak kendaraan.
    2. TNKB – plat nomor
    3. SIM dan KTP – copy dan original. SIM A mobil, jika ada SIM internasional juga bisa dibawa.
    4. Surat Kuasa jika pengemudi bukan pemilik kendaraan
    5. Paspor
    6. Mengisi formulirDokumen yang wajib dibawa:
Perlengkapan Perjalanan

Perjalanan di Kalimantan Barat

Medan di Kalimantan Barat seperti medan di Kalimantan pada umumnya, banyak kelokan dan jalan sudah diaspal. Hanya sebagian kecil jalan yang rusak. Untuk pom bensin masih mudah untuk ditemukan sehingga saat itu kita tidak membawa cadangan bensin di dalam tangki.

Alur izin:

  1. Bea Cukai
    • Paspor
    • SIM
    • STNK
    • KTP
    • Surat Kuasa jika nama STNK berbeda dengan pengemudi
    • Mengisi formulir (banyak yang harus diisi, estimasi isi 10 menit)
  2. Asuransi
    • Biaya premi asuransi sesuai jenis kendaraan.
    • Copy STNK
  3. Ditjen Perhubungan – pemeriksaan keabsahan dokumen dan tanda lulus uji kendaraan, nantinya akan didapatkan stiker yang perlu ditempel di mobil saat dikendarai di jalan.
  4. Kepolisian – pengecekan dokumen pendukung untuk kendaraan dan izin mengemudi. Dokumen sama seperti poin 1. Jika dibutuhkan akan ada cek fisik kendaraan. Dalam kasus saya tidak dilakukan cek sama sekali.
  5. Bea cukai – jika kalian tidak membawa barang-barang yang perlu dilaporkan, kalian tidak perlu lama disini.
  6. Cap paspor di gate sebagai tanda masuk Malaysia di bagian imigrasi.
  7. Biaya kurang lebih sekitar 200 ribu total. Tanpa ada pungutan liar.

Hampir tidak dapat izin masuk Malaysia

Dari seluruh proses yang saya lalui, secara keseluruhan lancar kecuali saat di….. Kepolisian. Surat izin operasional kendaraan dipertanyakan karena saya mengedarai mobil plat KT (Kalimantan Timur) yang memasuki daerah Kalimantan Barat untuk menuju Malaysia. Beberapa daerah di Indonesia mewajibkan kendaraan luar provinsi ber plat asing memiliki izin operasional. Setelah peringatan bapak Polisi, mereka mengizinkan saya karena tujuan saya adalah pariwisata bukan urusan bisnis.

Hampir ditolak masuk kembali ke Indonesia
  1. Kami datang di border sekitar pukul 4 sore waktu setempat, yang ternyata mepet sekali dengan waktu tutup border. WAKTU OPERASIONAL BORDER sama seperti jam kerja yaitu 8-5 sehingga diatas jam 5 sore kalian tidak akan dilayani atau tunggu sampai besok pagi pas buka.
  2. Saya miss untuk meminta TTD dan cap di bagian Malaysia, lihat gambar di bawah. Jadi saya masuk ke Malaysia tanpa mengecap bagian tersebut. Waktu mau masuk ke Indonesia, ditanya mana bukti masuk Malaysia nya dan saya tidak bisa dapat menunjukkan cap Malaysia.
Kondisi yang berbeda jauh di jalanan Sarawak

Memasuki jalanan Malaysia setelah gerbang perbatasan, wow! Kondisi jalanan sungguh berbeda, saya dapat tancap gas di Sarawak karena jalanan sudah sangat mulus tanpa ada bolong sama sekali dan tidak ada anak-anak yang bermain di jalan, serta pemotor yang melawan arah. Miris terhadap kondisi ini, sangat timpang keadaan jalan kita dibandingkan Malaysia.

Apakah SIM internasional dibutuhkan?

(baca: 10 menit membuat SIM Internasional)

Yang perlu diperhatikan untuk melewati cek kondisi mobil:

  • Kaca film mobil minimum 25% yang artinya kaca gelap akan sulit diizinkan masuk ke Malaysia.
  • Tidak membawa barang-barang elektronik yang berpotensi dicek saat melewati cukai atau custom.

Bagaimana menyetir di Malaysia?

  • Setir kanan – sehingga aturan jalur sama seperti di Indonesia yaitu jalur sebelah kiri dan jalur kanan untuk kendaraan lebih cepat dan mendahului.
  • Aturan bundaran yang wajib dipatuhi – saat bundaran, stop dan dahulukan kendaraan lain yang ada di dalam bundaran baru kemudian kita bisa masuk setelah jalur aman.
  • Marka jalan dan lampu lalu lintas sama dengan di Indonesia.
  • Batas kecepatan harus dipatuhi. Kamera pantau.
  • Antrian kendaraan di Malaysia secara umum lebih rapi dibandingkan di Indonesia, dimana banyak kendaraan tidak mematuhi garis dan marka jalan yang berujung saling serobot.

4 Hal Produktif yang Bisa Dilakukan Saat Lockdown

Our thought for the front liners out there who fight for their family and nations. Let's pray for them.

Pemerintah sudah memberikan anjuran kepada kita untuk tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah, menerapkan social distancing yang artinya akan banyak waktu yang kita punya di dalam rumah. Bagi para karyawan, beberapa jam dapat dihemat tanpa waktu commuting ke dan dari kantor, makan siang. Disaat kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada para front liner yang masih berjuang di lapangan untuk menjalankan peran mereka baik sebagai pencari nafkah maupun tenaga medis yang berperang melawan virus Corona. Untuk teman-teman yang bisa menjalani WFH (working from home)  di tengah pandemi Covid-19, mari kita lakukan peran kita untuk tinggal di rumah dengan tetap melakukan hal produktif.

1. Workout from Home

Olahraga tidak harus selalu dilakukan di gym atau di Gelora Bung Karno. Saat ini kita harus menjaga jarak dengan orang lain untuk menekan laju penyebaran pandemi Corona. Jika kalian belum terbiasa berolahraga di rumah, ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan sebagai panduan.

Freeletics & Madbarz.

Disini kalian bisa memilih set workout sesuai kebutuhan, dan dapat semua workout disini tidak membutuhkan alat bantuan. Ada fitur berbayar yang dapat digunakan, dimana kalian akan mendapat personalized training plan sesuai dengan tujuan kamu. Saran saya coba saja dahulu program-program yang gratis. Sudah lebih dari cukup untuk dilakukan untuk olahraga rutin.

2. Belajar skill baru

Tentunya semua dari kita pernah memiliki keinginan untuk belajar suatu hal baru, entah itu bermain ukulele, skill Microsoft Excel, fotografi, atau bahkan memasak. Semua dapat kalian pelajari dari resource yang gratis dan terjangkau di Youtube.

Pernah berpikir untuk belajar bermain ukulele? Ini waktunya untuk belajar. Tinggal belajar lagu favoritmu di channel Youtube yang sudah sangat terjangkau, dan gunakan waktu luangmu untuk meningkatkan kemampuan bermainmu. Channel seperti U can Uke 2 Easy to Play Guitar dapat kalian kunjungi.

Website (berbayar dan gratis) yang dapat kalian kunjungi):

  1. Luarsekolah – banyak pelajaran gratis contohnya tentang personal branding dan bisnis fotografi.
  2. Udemy (kalian bisa belajar hardskill seperti skill office mu untuk meningkatkan produktivitas di kantor bahkan sampai trik berjudi bola atau sport gambling).
  3. Youtube channel
3. Declutter

Waktunya untuk memilah barang-barang yang tidak pernah kamu gunakan lagi dan tidak akan kamu butuhkan. Fokus ke barang-barang pribadi seperti pakaian, sepatu, dan buku. Kalau kamu sadari, kita cenderung hanya menggunakan pakaian dan celana sekitar 10 potong yang kita pakai terus-terusan. Selain itu, pakaian yang just in case kita butuh atau mungkin memang sudah tidak cocok lagi di trend sekarang. Barang tersebut dapat disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan, atau jika kalian bingung mau diberikan kemana, kalian bisa mendonasikan barang ke tukang loak karena barang tersebut dapat menjadi uang yang bermanfaat bagi mereka. Saya jamin, setelah melakukan ini kalian akan jadi lebih lega dan senang.

Decluttering ini sedang jadi tren di tengah kenaikan tren gaya hidup minimalis. Jika kalian tertarik tentang ini, bisa baca buku Marie Kondo atau tonton konten video Youtube Matt D’Avella. Menarik.

4. Podcast

Saya baru-baru saja mulai mendengarkan podcast sebagai alternatif dari Youtube. Yang saya rasakan, lebih sedikit distraksi yang muncul saat mendapatkan informasi atau cerita saat mendengarkan podcast dibanding menonton sebuah video Youtube. Beberapa kelebihan podcast:

1. Lebih sedikit iklan.

Podcast is going to be the new hype after Youtube. Yet for now, there is very little ads. Banyak podcast berkualitas yang tersedia dengan gratis untuk dinikmati.

2. Lebih sedikit distraksi.

Algoritma Youtube sangat baik bekerja, akibatnya banyak sekali video-video menarik yang muncul di baris recommendation yang seringnya tidak relevan dengan informasi apa yang ingin kita dapatkan atau pelajari di Youtube. Contohnya saya ingin belajar tentang seni decluttering tapi tiba-tiba ada saran video tentang top 10 play by Kobe Bryant. Ujung-ujungnya saya tidak belajar tentang declutter tapi malah berpikir untuk membeli Nike Mamba Kobe Signature.

Beberapa topik podcast menarik yang bisa didengar (Spotify):

Self Improvement:

Thirty days of Lunch. Recommended episode: S02ep5 (HaloDoc CEO), S02ep1 (Afutami on Critical Thinking), S01ep10 (Jouska – Finance in your 20s), S01ep5 (Grooming 101), S01ep2 (Wilgoz story), S01ep3 (Catwomanizer), S02ep6 (Ernest Prakasa), S02ep8 (Mindfulness).

Entertainment:

Do you see what I see? Genre horror. Cukup menarik untuk didengar di kala senggang jika anda penikmat horror seperti saya. Recommended episode: Penghuni Pabrik series, Enak eco!, Meiske. Sisanya cukup biasa saja bahkan beberapa tipikal cerita standar.

Social issue:

Benang Merah. Cukup menarik. Mengangkat beberap tema sosial di Indonesia seperti industri sawit, Tionghoa, isu sampah, buruh. Saya baru mencoba episode tentang sawit dengan bintang tamu dari World Resource Institute. Walaupun kualitas rekaman dan suara masih kurang dibanding podcast lainnya, tapi cukup menarik untuk didengarkan.

Semoga saran tersebut bermanfaat bagi kalian untuk mengisi waktu luang kalian, yang membuat hari kalian jadi lebih produktif. Stay safe!

 

 

[Review] Four Points by Sheraton Balikpapan – best Hotel for Business Traveller

As a business traveler, I always opt for three things while choosing a hotel: location, the work desk ambiance, and the gym facility. First thing you do not want to have is spending too much time on the journey to reach or to go out from your hotel to your business meeting. Secondly, most of the time in the hotel room you need to work with your laptop on the office matters. And last but the most important is the availability of sport facility to keep your fitness level as a frequent business traveler. Talking about Balikpapan – the most advanced city in Kalimantan to which I mostly traveled on business matter, I only have limited preference of hotel before. The closest hotel from the Sepinggan Airport – Balikpapan used to be the Grand Tjokro, around 10 mins drive from the airport. It has decent breakfast and quite okay gym room – very limited equipment with a sandbag. However, the room ambiance was too dark to work on. In late 2019, I have another alternative as the Four Points Sepinggan opened to public.

the room – perfect blend of excellent lighting and neat room decoration

The Trademark – Sheraton comfy Bed

The room size is quite generous – not too big though. I like the lighting and the room decoration that just not seem too much to show the wood element they chose as the dominant element. On the corner you might see a decoration of Dayaknese in a white- painted appearance. The lighting reminds you of a cozy and warm study room, turning into a lazy reading room when you move into the sofa where the lighting seems more relaxing.

the breakfast – my favorite breakfast service of all time!

Indomie, oriental dish, local dishes, granola-cereals-oats, fruits, all name it except the Kenari crab meat are all ready fresh when you need to start the day. I love the breakfast in Four Points Balikpapan very much.

24-hours gym? wow

24 hours access gym, complete with all important machines and equipment, including the yoga set as well. There is a spacious space for class in the middle. Anyway, who does not love an all time access gym? The swimming pool is not 24 hours by the way.

 

friendly and responsive crews! including free shuttle service to or from the airport

the crews in plaid uniform are always ready to serve you. The free shuttle service from the airport is the best solution to reach the hotel, which you can book before checking in. A guy from the hotel will hold a board with your name upon the arrival gate. Very helpful!

the downside – quite far from the city if you want to visit the shopping centre

It takes some time to go to the nearest mall or shopping centre. Not to mention it is far from the nearest restaurant as well.  So if you want to spend some time shopping, at least spare 1 hour for the travel time to reach and going back from the mall.

another downside – lengthy queue on certain cases

For coincidental same arrival time for all hotel guests, sometimes the check-in time would require up to 20 mins. There are two receptionists but on some peak and busy hours, up to 8 people might arrive in the same time using the free pick up service from the airport.

the sustainability – they sometimes still change your towel

They still change the towel I was meaning to re-use it on the next day. I keep it on the hanger, a code for “I will use it again” but anyway on the next day I always find it being changed. Not that sustainable – hope the practice can be realized not just as a note on the bathroom.

In summary, I love to stay here on my business trip. They have everything to offer a frequent flyer people that need a good place to work, quiet place to rest, and facility to do some sports. Good job team!

 

Mengejar Sunrise di Bromo – via Malang

REFLEKSI PERSONAL DAN CURHATAN PERJALANAN

Sunrise view

Perjalanan ini memang singkat karena efektif cuman sekitar 1 hari namun banyak sekali yang kita lakukan. Sarapan di Malang, nyari jajanan, jalan kaki menjelajah museum dan alun-alun, sempat main di Gramedia Malang, nongkrong di Toko Oen, istirahat di losmen AiryRoom sebelum begadang, makan gado-gado komplek super pedes, perjalanan tengah malam naik hardtop diselingi angin sepoi-sepoi Malang, nungguin sunset sambil ngantuk-ngantuk ngebayangin indomie yang tadi dimakan, mensyukuri nikmatnya makan dan tidur di tengah dinginnya Bromo, melihat munculnya matahari yang malu-malu sehingga terlihat gagahnya gunung Semeru dan puncaknya di sebelah timur. Naik ke kawah Bromo, mereward diri sendiri dengan semangkok bakwan malang dan cilok pedes, melihat horizon di padang pasir berbisik sambil melihat orang-orang sibuk berfoto dengan pose andalan untuk posting media sosialnya. Kembali dari Bromo, matahari sudah naik dan udara hangat menyambut saat kita masuk ke gerbang kota Malang. Macet menanti sehingga lapar yang kami rasakan kami ganjar dengan makan siang rawon.  Di tulisan ini, mencoba sedikit berbagi mengenai cerita perjalanan saya beserta sedikit tips jika kamu ingin kesana. Bersama orang yang tepat, memori sesimpel apapun terasa menyenangkan saat diingat. Partner perjalanan saya kali ini sangat asik dan tangguh! More stories to come!

  • Trip 24 jam menjelajah kota Malang dan sekitarnya + 300 ribu rupiah open trip via Malang ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
  • What to visit in Bromo area: Kawah Bromo, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik, dan Sunrise Bukit Cinta.
  • Menjajaki kuliner dan jajanan populer di Malang: Cwimie Hok Lay, Rawon Nguling,  dan Toko Oen.

Gagahnya Bromo

Penasaran dengan Bromo dan Semeru – saya tidak pernah berkesempatan untuk datang ke Bromo ataupun Semeru sebelumnya. Saya sudah cukup banyak jalan-jalan baik itu untuk liburan maupun urusan kerjaan ke daerah-daerah di Indonesia, namun belum pernah sempat main kesana. Di awal Desember 2019, saya berkesempatan untuk main ke Malang dan saya menyempatkan untuk main ke Bromo. Tujuannya ingin melihat bagaimana indahnya Bromo dan Semeru dari kejauhan, sambil menikmati matahari terbit disana. Karena saya pernah memakai jasa Nahwa Tour sebelumnya untuk open trip ke Banyuwangi dan cukup oke , saya memesan slot open trip di Nahwa Tour. Harga open trip Bromo semuanya sama di kisaran 300 ribu rupiah include penjemputan di kota Malang.

Untuk menuju Bromo sendiri ada beberapa cara menuju kesana, yaitu melalui Malang dan Probolinggo. Jangan ketuker antara Purbalingga dan Probolinggo ya. Bromo sendiri terletak diantara beberapa Kabupaten, Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo. Open trip paling populer dan umum melalui Malang, dan kebetulan banyak yang ingin dijelajahi dan dicoba di Malang jadi kita lewat Malang saat itu.

Perjalanan Jakarta – Malang

Flight pagi jam 7 dari Halim  menggunakan Batik Air menuju Malang. Sesampai bandara, kita langsung tancap menuju alun-alun Malang untuk mencari sarapan. Tujuan pertama adalah bakmi ayam!

Sarapan pagi dan kuliner di Malang, mengintip museum Brawijaya

Cwimie Hok Lay

Untuk pilihan bakmi ayam, kami sepakat untuk mencoba cwimie di Kedai Hok Lay.  Unik banget tampilannya, dengan bakwan lebar dan selada yang besar. Tekstur mienya lembut banget, tidak seperti bakmi Medan atau Kalimantan. Namun rasanya menurut saya terlalu asin. Tapi untuk yang ke Malang wajib sih nyobain ini, sekalian nyobain minuman khasnya yang rasa moka. Lokasi dekat banget dengan alun-alun kota Malang. Di dekat sana juga ada Rawon Nguling yang lumayan top disana. Kami sempat mencoba di hari kedua setelah pulang dari Bromo, namun menurut saya rasanya biasa saja seperti rawon biasanya. Rawon Sampit Bandara jauh lebih enak.

Setelah sarapan pagi, kita menuju museum Brawijaya untuk mengisi waktu. Sayangnya kita tidak berlama-lama disini karena tidak terlalu banyak yang menarik. Barang yang dipajang terlalu banyak dan informasi kurang lengkap. Kemudian, kita meluncur ke Toko Oen yang terkenal dengan dessertnya.

Dekorasi dan ambience di Toko Oen asik banget, klasik dan santai buat ngobrol sore gitu tipenya. Wajib dicoba mampir saat ke Malang.

Perjalanan tengah malam menuju Bromo

Tepat sekitar setengah 1 malam, kita dijemput oleh driver hardtop Toyota untuk menuju gerbang Bromo. Perjalanan ke pintu masuk taman nasional sekitar 1 jam. Kemudian perjalanan melintasi padang pasir sekitar 1 jam setengah. Asik banget! Angin malam sejuk menemani laju hardtop yang lumayan ngebut, disertai deru mobil lainnya yang mencapai ratusan. Bromo populer sekali! Setelah pagi dan mathari muncul, saya baru sadar ternyata yang kita lewati adalah padang pasir yang terkenal itu.

Sampai di check-point, kita menunggu sunrise yang masih sekitar 2 jam lagi. Tentunya waktu sebanyak itu, sebagian kita isi dengan menghangatkan badan dengan semangkuk Indomie goreng + telor dan segelas wedang jahe hanget. Harga makanan disana normal, jadi jangan takut untuk makan disana akan diketok harganya.

Indomie subuh

FYI, poin sunrise kita di Bukit Cinta. Tour guide menyarankan agar kita menunggu disana, karena Bukit Penanjakan terlalu jauh. Info yang saya dapatkan sih Bukit Penanjakan jauh lebih bagus karena lebih tinggi sehingga view yang didapatkan lebih cantik karena tidak terhalang Tengger. Bukit Cinta ramai sekali, mungkin karena semua orang yang ikut tour disarankan untuk menunggu disana. Anyway, kami tidak beruntung mendapat sunrise karena tertutup bukit namun mendapatkan momen yang memorable. Setelah matahari naik dan terang, rombongan mobil turun ke padang pasir untuk menuju kawah Bromo.

Untuk menuju kawah Bromo, bisa jalan kaki atapun naik kuda. Tarif yang ditawarkan sekitar 100 ribu rupiah. Kami memutuskan untuk jalan menanjak menuju lokasi yang berjarak sekitar 3 km. Kawah Bromo memang menarik sekali, dalam kondisi yang masih aktif kita bisa melihat indahnya kawah yang ditambahi asap belerang. Penanjakan akan terbayar penuh dengan indahnya cekungan kawah.

Turun dari kawah, kami bersantap makan khas Malang yaitu Bakwan Malang. Nikmat sekali adem-adem sambil makan bakso.

Kemudian kita menuju Pasir Berbisik, tempat yang terkenal karena film terkenal Christine Hakim di tahun 2001. Tour guide akan membawa kita ke spot-spot yang Instagrammable agar peserta bisa berfoto khas Bromo. Percaya saja deh dengan mereka, sudah ribuan kali mereka mengambil foto turis disini.

TIPS AND TRICKS

  • Pilih Bukit Penanjakan untuk melihat matahari terbit! Mungkin saat low season kita bisa jalan kesana tanpa perlu berjibaku dengan turis-turis lain.
  • Jika ingin merasakan pengalaman berbeda, bisa dicoba untuk menyewa motor trail untuk menuju Bromo. Penyewaan motor sekitar 250 ribu rupiah.
  • Bromo cukup dingin, jadi pastikan pakai lengkap berlayer dan tutup kepala dan scarf. Saya sendiri pakai sarung tangan juga karena menjelang subuh dingin sekali.
  • Total biayaTour 300,000 + indomie telor 20,000 + bakwan malang 20,000 = 340,000

 

Solo Trip to Wae Rebo – the Village above the clouds

  • Using motorbike from Labuan Bajo to Wae Rebo in 4 hours one way, total cost of transport 350,000 IDR (150cc scooter).
  • Hiking to Wae Rebo only took 2 hours, better done in the afternoon before it gets dark.
  • Hiking without local guide is totally safe, the path is clearly seen.
  • Two different routes available: Ruteng (slower by 1-2 hours) and Nanga lili (faster), I explored both routes during the trip.

    Early September this year, me and some friends went sailing to Komodo National Park in East Nusa Tenggara. It was indeed one of most memorable trips for me as Labuan Bajo and Flores were tantalizingly beautiful. Story on my Komodo National Park will follow later, because I am very excited to tell you the story on how I explored the western Flores using motorbike to reach Wae Rebo. A little bit of background, Wae Rebo was not in my itinerary in the first place but a talk with @berlinawantah changed my mind. She successfully persuaded me to go to Wae Rebo and even further to the east to reach Kelimutu (which unfortunately not possible due to the time restriction).

If you are reading and wondering how complicated it is to reach Wae Rebo, or how to go there by going solo, or even wondering on the cost to visit the Village above the clouds, I hope this pretty much explains.

Day 0

14:00 Arriving in Labuan Bajo from the sailing trip

15:00 Found motorbike rental

15:00 – 16:00 Batu Cermin

16:00 – 17:00 Check in Siola Hotel

18:00 – 19:00 Dinner at Port and pack supplies (food and water)

Day 1

06:00 – 08:07 Labuan Bajo to Lembor [Breakfast at Warung Banyuwangi]

08:30 – 10:58 Lembor to Dintor Intersection via Ruteng Route

09:53 Kole checkpoint

11:39 Mules island view checkpoint

12:20 Checkpoint 1 (SDN 1 – Pangkalan Ojek)

12:35 Parking my bike and start hiking

12:35 – 14:30 Hiking to Wae Rebo

14:40 Introduction and arrival ceremony at the main house

15:00 – 21:00 Free time and mingle time with fellow travelers

Day 2

08:03 – 09:35 Descending from Wae Rebo

09:35 – 10:00 Way down to intersection (Left: Ruteng, Right: Labuan Bajo)

10:00 – 10:58 Wae Wanga Bridge checkpoint

10:58 – 12:10 Nangaulik – Lembor [Lunch]

13:40 Arriving Labuan Bajo

Motorbike trip Labuan Bajo – Wae Rebo

You might read some of blogpost about Labuan Bajo to Wae Rebo motorbike route and most will recommend the Nanga lili route instead of Ruteng. I tried the both routes for outbound (Ruteng route) and inbound (Nangaulik). Breakdown on the timing and checkpoint, will be listed on the next paragraph. In order to give you better understanding on my route, please see the map below showing my itinerary:

The Bridge is OPEN already

*Google maps will not show the LABUAN BAJO – DENGE via NANGA LILI because the bridge is not in the map yet, but the actual bridge is there so you choose my DAY 2 route as an alternative to go to Wae Rebo to cut some time

 

 

DAY 1 LABUAN BAJO – DENGE 6 HOURS 35 MINUTES

DAY 2 DENGE – LABUAN BAJO 4 HOURS 5 MINUTES

The reasons why I chose the motorbike as a mode for solo travel were its cost effectiveness, its convenience, its speed, and the easiness and convenience to stop on some beautiful spots to enjoy the moment or taking pictures. You surely will enjoy the 100 loops of up and down on the way to Lembor from Labuan Bajo and vice versa on a motorbike! That was one of my memorable routes on Flores! You can also enjoy riding in a big road with rice field views and hills under a warm sun, running 80 km/hours in a smooth road without worrying of a hole disrupting you. Another memorable moment when you ride in the morning, you got to meet elementary students going to the school or even going back from the school if you ride quite late in the afternoon. They will greet you while waving their hands, saying “Good morning mister!” upon their wide smile of innocence. Oh, I am so in love with Flores People’s warmth. Such a miss that I did not allocate more time for a trip to the eastern part of Flores, Kelimutu and Ruteng.

View on the journey back from Denge – view fo Mules island

Hiking route

Solo hiking is definitely fine! I read some people worrying about solo hiking in Wae Rebo, but you should not worry at all. The path is well defined and you will meet some people on the way up whether they are Wae Rebo’s residence or just a fellow traveler. The hike is not difficult and would be done in 2 hours normal speed, however on some parts there might be steep hiking points that will raise your heart rate up.

Beautiful view halfway on the hike

The temperature is warm there, you just need a light windbreaker or fleece jacket. The coldest timing is on the dusk at Wae Rebo but that would be no problem since the house was pretty warm due to its heat insulating capability.

Recommended gear to hike is shorts, light jacket, t-shirt or workout shirt, hiking hats or headband, daypack, hiking shoes / trail running shoes for good grip.

Cost breakdown

Day 0:

Dinner Labuan Bajo         50,000

Water + snacks                 30,000

Gasoline                             75,000

Motorbike rental              300,000

Siola Hotel                         300,000

Batu Cermin fee               20,000

Day 1 & 2:

Breakfast Lembor day 1 40,000

Lunch Lembor day 2        50,000

Lodging Wae Rebo          325,000

*lodging in Wae Rebo includes lunch, dinner, and breakfast with very humble local food

Total cost: 1,190,000 IDR (10 September 2019)

You can save 150,000 (50%) by renting a smaller scooter bike (110cc) instead of 150cc. And staying in guesthouse with shared dorm room with cost around 100,00 IDR. Then you can afford the trip by spending less than 1,000,000 IDR (840,000 IDR to be exact).

Tips and Tricks

1.      Best time to visit Wae Rebo: dry season to avoid raining (May to September). You would not get the best view if it rains.

2.      What products to try there: authentic coffee and honey.

3.      Where to rent a bike? Pretty much available anywhere in Bajo near guest house area or port. Price all the same – 75k per day for small scooter, 150k per day for 150cc scooter, 300k per day for bigger bike. However, 90% of the motorbike rent are automatic scooter so if you are looking for big bike with manual transmission that would be another challenge.

4.      Is it safe to ride motorbike there? Totally safe, just wear the proper safety equipment and you will be fine.

5.      Motorbike parking during the hike: just before the hiking point, you can park the motorbike on the nearby road. It is safe.

6.      Batu Cermin, is it worth visit? If you have spare 1 hour, you can go pay a visit. It is just okay in my opinion.

7.     How much cash to bring? 1 million IDR for everything including motorbike rental and hotel.

8.      Try having shower on the river nearby the village, instead on the normal shower room.

9.      Bring snacks on your own since there will be no one selling snacks on the way hike and on Wae Rebo itself.

10.   Go to the house on the second left, and meet the head of family there. You can talk and maybe buy some coffee from him.

Personal reflections

Being 2 days without internet or mobile signal, it surely refreshes my mind. Actually, being away from mobile for 2 days were nice!

Wae Rebo Children playing in the afternoon

I met some new friends from a different background and places. Once again, Wae Rebo taught me the old way of communication once again. I met some interesting people as well! Some younger guys travelling from Lombok who just climbed Mount Rinjani (envy!) and how they sold Rinjani on how I would be regretful not going there while I have the chance. Met a Malaysian guy who worked as a natural gas trader, Sumatera couple who went to Bajo and saw lots of Manta (envy again!), a Singaporean who was born in Pontianak before, and a group from one of the housing contractors in Indonesia. What a trip it was!

Wae Rebo has gaining its popularity since early 2000s when the visitor counter only reached 10 in a year to thousands in 2018. If you are going to Labuan Bajo, I strongly recommend you add 2 days extra to go there as well!