Our thought for the front liners out there who fight for their family and nations. Let's pray for them.

Pemerintah sudah memberikan anjuran kepada kita untuk tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah, menerapkan social distancing yang artinya akan banyak waktu yang kita punya di dalam rumah. Bagi para karyawan, beberapa jam dapat dihemat tanpa waktu commuting ke dan dari kantor, makan siang. Disaat kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada para front liner yang masih berjuang di lapangan untuk menjalankan peran mereka baik sebagai pencari nafkah maupun tenaga medis yang berperang melawan virus Corona. Untuk teman-teman yang bisa menjalani WFH (working from home)  di tengah pandemi Covid-19, mari kita lakukan peran kita untuk tinggal di rumah dengan tetap melakukan hal produktif.

1. Workout from Home

Olahraga tidak harus selalu dilakukan di gym atau di Gelora Bung Karno. Saat ini kita harus menjaga jarak dengan orang lain untuk menekan laju penyebaran pandemi Corona. Jika kalian belum terbiasa berolahraga di rumah, ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan sebagai panduan.

Freeletics & Madbarz.

Disini kalian bisa memilih set workout sesuai kebutuhan, dan dapat semua workout disini tidak membutuhkan alat bantuan. Ada fitur berbayar yang dapat digunakan, dimana kalian akan mendapat personalized training plan sesuai dengan tujuan kamu. Saran saya coba saja dahulu program-program yang gratis. Sudah lebih dari cukup untuk dilakukan untuk olahraga rutin.

2. Belajar skill baru

Tentunya semua dari kita pernah memiliki keinginan untuk belajar suatu hal baru, entah itu bermain ukulele, skill Microsoft Excel, fotografi, atau bahkan memasak. Semua dapat kalian pelajari dari resource yang gratis dan terjangkau di Youtube.

Pernah berpikir untuk belajar bermain ukulele? Ini waktunya untuk belajar. Tinggal belajar lagu favoritmu di channel Youtube yang sudah sangat terjangkau, dan gunakan waktu luangmu untuk meningkatkan kemampuan bermainmu. Channel seperti U can Uke 2 Easy to Play Guitar dapat kalian kunjungi.

Website (berbayar dan gratis) yang dapat kalian kunjungi):

  1. Luarsekolah – banyak pelajaran gratis contohnya tentang personal branding dan bisnis fotografi.
  2. Udemy (kalian bisa belajar hardskill seperti skill office mu untuk meningkatkan produktivitas di kantor bahkan sampai trik berjudi bola atau sport gambling).
  3. Youtube channel
3. Declutter

Waktunya untuk memilah barang-barang yang tidak pernah kamu gunakan lagi dan tidak akan kamu butuhkan. Fokus ke barang-barang pribadi seperti pakaian, sepatu, dan buku. Kalau kamu sadari, kita cenderung hanya menggunakan pakaian dan celana sekitar 10 potong yang kita pakai terus-terusan. Selain itu, pakaian yang just in case kita butuh atau mungkin memang sudah tidak cocok lagi di trend sekarang. Barang tersebut dapat disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan, atau jika kalian bingung mau diberikan kemana, kalian bisa mendonasikan barang ke tukang loak karena barang tersebut dapat menjadi uang yang bermanfaat bagi mereka. Saya jamin, setelah melakukan ini kalian akan jadi lebih lega dan senang.

Decluttering ini sedang jadi tren di tengah kenaikan tren gaya hidup minimalis. Jika kalian tertarik tentang ini, bisa baca buku Marie Kondo atau tonton konten video Youtube Matt D’Avella. Menarik.

4. Podcast

Saya baru-baru saja mulai mendengarkan podcast sebagai alternatif dari Youtube. Yang saya rasakan, lebih sedikit distraksi yang muncul saat mendapatkan informasi atau cerita saat mendengarkan podcast dibanding menonton sebuah video Youtube. Beberapa kelebihan podcast:

1. Lebih sedikit iklan.

Podcast is going to be the new hype after Youtube. Yet for now, there is very little ads. Banyak podcast berkualitas yang tersedia dengan gratis untuk dinikmati.

2. Lebih sedikit distraksi.

Algoritma Youtube sangat baik bekerja, akibatnya banyak sekali video-video menarik yang muncul di baris recommendation yang seringnya tidak relevan dengan informasi apa yang ingin kita dapatkan atau pelajari di Youtube. Contohnya saya ingin belajar tentang seni decluttering tapi tiba-tiba ada saran video tentang top 10 play by Kobe Bryant. Ujung-ujungnya saya tidak belajar tentang declutter tapi malah berpikir untuk membeli Nike Mamba Kobe Signature.

Beberapa topik podcast menarik yang bisa didengar (Spotify):

Self Improvement:

Thirty days of Lunch. Recommended episode: S02ep5 (HaloDoc CEO), S02ep1 (Afutami on Critical Thinking), S01ep10 (Jouska – Finance in your 20s), S01ep5 (Grooming 101), S01ep2 (Wilgoz story), S01ep3 (Catwomanizer), S02ep6 (Ernest Prakasa), S02ep8 (Mindfulness).

Entertainment:

Do you see what I see? Genre horror. Cukup menarik untuk didengar di kala senggang jika anda penikmat horror seperti saya. Recommended episode: Penghuni Pabrik series, Enak eco!, Meiske. Sisanya cukup biasa saja bahkan beberapa tipikal cerita standar.

Social issue:

Benang Merah. Cukup menarik. Mengangkat beberap tema sosial di Indonesia seperti industri sawit, Tionghoa, isu sampah, buruh. Saya baru mencoba episode tentang sawit dengan bintang tamu dari World Resource Institute. Walaupun kualitas rekaman dan suara masih kurang dibanding podcast lainnya, tapi cukup menarik untuk didengarkan.

Semoga saran tersebut bermanfaat bagi kalian untuk mengisi waktu luang kalian, yang membuat hari kalian jadi lebih produktif. Stay safe!

 

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020 Ronald Sukainto
You cannot copy content of this page