Akibat pandemi COVID19 ini, banyak pusat kebugaran yang biasanya penuh dengan anggota yang berolahraga tampak sepi dari aktivitas. Larangan physical distancing dan melakukan aktivitas berkerumun di situasi ini membuat aktivitas olahraga di dalam ruangan terutup menjadi tidak umum dilakukan, karena berpotensi menjadi pusat penyebaran virus melalui udara. Mulai awal bulan Agustus ini, beberapa tempat pusat kebugaran mulai buka kembali dengan aturan yang lebih ketat dan menerapkan pembatasan fisik. Saya sebagai orang yang suka dengan olahraga dengan bermacam-macam tipe seperti jogging, angkat beban sesekali, maupun bodyweight training bukan orang yang berlangganan pusat kebugaran rutin. Biasanya saya memanfaatkan fasilitas pusat kebugaran gratis dari kantor tempat saya bekerja atau tempat gym di kos-kosan saya di Banjarmasin. Karena merasa kebosanan dengan olahraga bodyweight terus menerus, saya mencari cara untuk dapat berolahraga angkat beban di rumah karena untuk di pusat kebugaran rasanya belum mungkin untuk menjadi hal normal dalam waktu dekat.

Berapa biaya berlangganan pusat kebugaran di Jakarta?

Saya sempat dapat free trial di salah satu pusat kebugaran di Jakarta dekat rumah, sebut saja Gym O. Saya rasa gym tersebut cukup tidak mahal dibandingkan franchise gym lain seperti FF, Gold’s, dan outlet lain yang ada di pusat perbelanjaan. Seperti saya duga, untuk langganan gym kita wajib untuk berkomitmen (melalui kontrak) selama minimum 6 bulan sampai 1 tahun. Biaya yang harus dikeluarkan adalah 450 ribu Rupiah per bulan,namun jika berkomitmen selama satu tahun biayanya dipotong menjadi 4 juta lima ratus ribu Rupiah untuk 15 bulan yang senilai 300 ribu rupiah per bulan. Biaya pendaftaran sendiri sebesar 200 ribu Rupiah. Biaya tersebut diluar ongkos transportasi dan lain-lain.

Saya sempat “nego” untuk bayar per bulan walaupun tanpa promo namun tidak tersedia. Fenomena ini aneh sekali menurut saya, dimana bagi orang yang pertama kali mulai berolahraga di pusat kebugaran dan mengambil komitmen setahun ke depan dengan membayar langsung adalah pedang bermata dua. Di sisi pertama, uang komitmen tersebut dapat memacu dan menahan komitmen kita untuk terus rajin berolahraga karena ibaratnya kita sudah terlanjur membayar. Pain point yang ada adalah biaya sakitnya mengeluarkan uang yang jumlahnya cukup besar tersebut, akan sangat sayang jika kita tidak melanjutkan rutin olahraga dengan memanfaatkan fasilitas pusat kebugaran. Kamu akan rajin olahraga karena “sayang sudah bayar uang setahun”. Di sisi kedua, komitmen yang terlalu dini tanpa pertimbangan yang tepat akan menyebabkan hilangnya uang kamu karena belum tentu kamu cocok berolahraga dengan tipe pusat kebugaran tersebut. Dengan sistem kontrak tersebut, setelah kamu bayar tidak ada cara untuk mengambil kembali uang kamu dengan alasan apapun. Konsistensi dan komitmen beberapa orang yang tidak disiplin akan menjadi berkah bagi pusat kebugaran, uang sudah dibayar di awal dan fasilitas tidak digunakan. Tidak salah namun, bagi kita yang baru mulai berolahraga wajib mempertimbangkan ini baik-baik. Setidaknya cari pusat kebugaran yang memberi pilihan bayaran per bulan atau per 3 bulan, setidaknya kamu bisa menguji komitmen dan konsistensi kamu.

*Beberapa pusat kebugaran kecil yang pernah saya jumpai bahkan menawarkan biaya per kunjungan, yang tidak dapat kita jumpai di pusat kebugaran mall biasanya.

Substitusi olahraga gym dengan yang gratis, bisakah?

Lari di treadmill adalah substitusi dari olahraga lari di luar ruangan, hasil dari masalah ketika tempat untuk berlari tidak dapat dijumpai karena masalah kesibukan. Solusinya, olahraga lari bisa dilakukan dimana saja termasuk di komplek rumah.

Angkat beban di gym dengan tujuan membentuk otot, bisa digantikan dengan angkat beban di rumah dengan tujuan yang sama.

Pernahkah kamu berpikir, bagimana jika saya membuat fasilitas angkat beban sendiri di rumah?

Saya baru saja membeli set adjustable dumbell dengan beban maksimum 20kg, dengan biaya 1 juta Rupiah. Dengan set tersebut, saya bisa melakukan sebagian besar gerakan yang saya lakukan di gym. Tujuan selanjutnya adalah set barbell untuk squat dan deadlift. Dengan itu, lengkap semua gerakan yang biasa saya lakukan dalam gym untuk menjaga kesehatan. Total set barbell berharga sekita 1 juta dengan tambahan beban sekitar 1 juta, total 2 juta di luar frame. Anggapan total biaya alat itu semua adalah 3 juta Rupiah, mirip dengan biaya komitmen berlangganan gym di pusat kebugaran selama setahun.

Kekhawatiran kamu mengenai olahraga di ruang tertutup di tengah pandemi bisa terjawab, kamu bisa berinvestasi membeli alat-alat tersebut yang tentunya akan lebih menguntungkan jika kamu menjaga konsistensi sampai bertahun-tahun lamanya. Namun apakah kamu siap untuk menjaga konsistensi?

Jakarta, 17 Agustus 2020.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020 Ronald Sukainto
You cannot copy content of this page