Foto disamping adalah tangkapan layar dari aplikasi daring Bareksa saya per akhir Juli 2020. Saya membeli reksa dana index (index fund) sebagai pengganti alternatif tabungan rutin saya di bulan April 2020. Sebelumnya saya membeli rutin reksa dana saham atau campuran, yang sudah saya cairkan semua untuk DP KPR rumah. Tiga bulan investasi dari nyicil sisihan gaji bulanan, ternyata imbal baliknya lumayan juga. Indeks MSCI memberi imbal balik 9.9% dalam 3 bulan, sedangkan SRI KEHATI 5% dalam 3 bulan. Diatas deposito lah ya, yang rata-rata 6% setahun.

*Reksa dana Money Market Syariah dibawah adalah hasil promo cash back reksa dana Bareksa yang saya ikuti di bulan Maret, beli SUN gratis reksa dana. Bisa pantengin aplikasi Bareksa setiap akhir bulan karena banyak promo cashback menanti tiap tanggal gajian. 

 

Reksa dana indeks adalah salah satu jenis reksa dana, selain reksa dana saham, campuran, pasar uang, dan pendapatan tetap yang pasti sudah teman-teman kenal. Secara singkatnya:

Reksa dana saham: lebih dari 80% portofolio investasi untuk pasar saham di bursa saham Indonesia. Ekspektasi return bisa mencapai 20% tergantung kondisi pasar saham dan isi portofolio saham yang dikelola manajer investasi.

Reksa dana campuran: campuran reksa dana saham dan pasar uang/pendapatan tetap. Tergantung produknya, komposisi antara saham, obligasi, dan pasar uang bisa bervariasi sampai paling ekstrim di maksimum 80% untuk salah satu jenis produk. 

Reksa dana pasar uang: reksa dana yang bermain di pasar uang (deposito, transaksi pasar uang) yang memiliki resiko paling rendah. Cenderung naik terus, tanpa fluktuasi dan bisa memberikan return annualized 7%.

Reksa dana pendapatan tetap: berisi portofolio surat utang, obligasi dan sebagainya. Untuk portofilo yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder (surat utang dan obligasi bisa diperdagangkan di pasar layaknya saham) akan terpengaruh fluktuasi kegiatan jual beli sehingga harga bisa naik turun. Return di sekitar 8% setahun.

Reksa dana indeks dan ETF adalah reksa dana saham yang pengelolaannya lebih simpel dibandingkan reksa dana saham, karena hanya mengacu kepada suatu indeks yang ada. Pernah dengar LQ45, IDX30, atau S&P500 (ini untuk indeks di NYSE ya)? Indeks adalah kumpulan dari emiten terpilih berdasarkan kategori tertentu. LQ45 adalah 45 emiten terpilih yang memiliki likuiditas paling tinggi, artinya market cap yang besar dan transaksinya yang besar. Untuk cerita mengenai indeks yang ada di Indonesia, kita lanjutkan di bawah ya.

 

Indeks Indonesia

  • Faktor Ukuran – MSCI

BCA 21%, BRI 13%, TELKOM 13%, dan indeks besar lainnya. Indeks MSCI dipilih berdsarkan kategori likuiditas, kelayakan investasi, dan juga kemampuan replikasi. Review dilakukan setiap kuarter untuk memastikan jumlah emiten dan juga komposisi indeks keseluruhan. Mencakup 85% kapitalisasi IDX, saham mengengah ke besar market cap.

  • Tematik – SRI Kehati

Sustainable Responsible Investment (Environmental, Social, dan Governance). Dikeluarkan sektor yang berhubungan dengan perang, tembakau, alkohol, pornografi, dan pertambangan batu bara. Kapitalisai pasar dan aset minimum 1 Triliun Rupiah. Aspek fundamental seperti lingkungan, keterlibatan masyarakat, perilaku bisnis dan tata kelola perusahaan serta kepatuhan terhadap HAM dan ketenagakerjaan. Contoh: Astra International, Astra Agro Lestari, Konstruksi, Telkom, Sido Muncul, Timah, Unilever, Jasa Marga. Indeks ini berisi sektor dan emiten yang dianggap bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial sehingga emiten tembakau dan batu barat tidak dimasukan disini.

Headline Likuiditas – IDX 30, LQ45

Tematik – JII (Jakarta Islamic Index) berdasarkan prinsip sharia

 

Sektor industri – Mining, agriculture, manufacturing.

Indeks disini berisi emiten sesuai dengan sektor industrinya, contoh IDX Mining yang berisi emiten pertambangan seperti BUMI, PTRO, TINS, PTBA (Batu bara), sampai INCO (Nikel).

 

Fun fact indeks Indonesia

  • Data per Desember 2019, satu-satunya index yang berhasil mengalahkan pertumbuhan IHSG sebesar 20.5% (5 tahun) adalah IDX Value 30 sebesar 25.6% (5 tahun). Infobank 15 (83.5%). SRI Kehati (33.7%).
  • Performa jangka panjang sektor terbaik sektor industri dasar dan kimia serta keuangan, disusul pertambangan.
  • Performa terburuk jangka panjang sektor agriculture dan perdagangan & jasa.
  • Performa jangka pendek terbaik (1 tahun) keuangan, industri dasar, property.
  • Peforma jangka pendek terburuk (1 tahun) industri barang konsumsi, pertambangan, aneka industri.

Grafik diatas adalah perjalanan indeks S&P 500 serta IDX 30. Apa yang sama diantara dua grafik tersebut? 

  • Penurunan drastis di titik-titik krisis, 2020 Maret karena Covid-19, 2008 karena krisis ekonomi.
  • Tren kenaikan yang uptrend walaupun berbeda kelandaiannya.
  • Tren harga indeks sebanding dengan keadaan ekonomi dan krisis yang melanda saat itu. Saat ekonomi membaik, pasar dan indeks pun membaik.
  • Selama perusahaan dalam indeks tersebut tumbuh dan berkembang, nilai akan meningkat dan harga juga meningkat.

Berinvestasi di indeks juga sering kita jumpai di unit link asuransi, dimana dana alokasi bulanan kita digunakan untuk membeli indeks tertentu. Contohnya indeks Prudential Equity Fund. Prinsip ini lah yang digunakan juga di reksa dana indeks. Di beberapa buku investasi, ada nasehat dari tokoh investasi Amerika untuk menabung di indeks S&P 500 karena kita tidak bisa melawan market (penelitian membuktikan hanya sekita 1% orang yang berhasil mengalahkan market). Jika anda tidak punya waktu luang untuk analisis emiten seperti para manajer investasi profesional, indeks memberikan pilihan yang lebih simpel dan efisien untuk berinvestasi di saham-saham pilihan. Selama ekonomi Indonesia tumbuh dan perusahaan semakin tumbuh dengan sehat, harga indeks akan terus naik kok. Pertanyaanya, apa kenaikannya bisa mengalahkan deposito? Jawabannya ya, sudah saya buktikan walau baru 3 bulan saja. Apalagi di kondisi market yang baru saja naik setelah terjun bebas di Maret 2020 karena pandemi, ini waktu yang tepat untuk mulai investasi di indeks.

Saya memutuskan untuk membeli reksa dana indeks dibandingkan reksa dana saham reguler, karena saya suka investasi yang lebih pasif dan santai. Karena jangka waktu investasi saya adalah 5 tahun keatas, untuk tujuan tabungan dan dalam 5 tahun tersebut target saya adalah mencapai nominal untuk tutup plafon KPR.

 

Parameter Reksa dana saham konvensional Reksa dana indeks
Biaya manajemen investasi maks 2% maks 1 %
Komposisi portofolio Tergantung kebijakan dan strategi MI. Bisa saja mengandung saham-saham tidur. Tergantung isi indeks, mayoritas saham bluechip dan emiten berkapitalisai besar.
Performa Kemampuan manajer investasi mengalahkan market. Karena kerja MI lebih berat, biaya reksa dana saham relatif lebih mahal dibanding indeks.

Tergantung market, semakin naik market IHSG maka otomatis akan ikut naik. Begitu sebaliknya kalau market jeblok, harga juga turun. Manajer investasi lebih pasif kerjanya, hanya beli emiten sesuai indeks.

 

Saya juga berinvestasi di pasar saham secara langsung, biasanya untuk trading jangka pendek dan juga investasi jangka panjang di perusahaan favorit saya. Namun untuk investasi pasif yang lebih bersifat kurang agresif dibanding saham, saya memilih reksa dana. Komposisi reksa dana saya memang masih didominasi reksa dana pasar uang, karena alasan diversifikasi resiko di kondisi ekonomi yang masih volatil ini. Sementara untuk portofolio reksa dana yang lebih agresif saya sedikit punya RD pendapatan tetap dan sisanya di indeks. Saya mempunyai indeks LQ45, SRI Kehati, dan IDX 30. Alasannya simpel, karena investasi di indeks lebih santai dibanding RD saham dan biaya lebih kecil. Jika memang ingin agresif investasi di saham, saya lebih suka mengelola sendiri melalui akun sekuritas pribadi dan tidak bergantung ke MI. Contoh kasus belakangan ini kan, MI dengan portofolio bermasalah bisa menyebabkan gagal bayar. Di RD saham, sulit untuk memastikan portofolio saham yang dikelola MI bagus dan aman setiap saat. Secara makro, capital gain naik terus tapi kita tidak bisa lihat dari mana saja itu berasal. Bagaimana jika ada satu emiten yang ternyata saham gorengan? Makanya saya memastikan membeli indeks di perusahaan terbaik di Indonesia, secara kualitas dan fundamental sudah terjamin. Kalau mau iseng main gorengan, main saja sendiri di sekuritas kan. Hehehe. 

Bagaimana menurut kamu? Pilih RD Saham atau indeks?

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020 Ronald Sukainto
You cannot copy content of this page