Morning Hike Bukit Taranahu – Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Palangkaraya

Bukit Taranahu terletak di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, sekitar 25 km dari kota Palangkaraya.

Puncak bukit dapat dicapai sekitar 20 menit dari pos bawah (114 meter elevasi). Medan cukup licin sehingga sepatu yang sesuai dibutuhkan.

Puncak bukit menawarkan pemandangan sungai Sei Gohong dan hamparan pohon dataran rendah Palangkaraya.

11 Maret 2021, hari libur Isra Miraj.
Ini merupakan kali pertama kembali ke Kalimantan setelah bertahan di Jakarta selama masa pandemi COVID19. Urusan pekerjaan membawa saya ke kota Palangkaraya, ibukota Kalimantan Tengah yang tidak terlalu populer. Dibandingkan dengan Pontianak, Balikpapan, dan Banjarmasin yang memiliki identitas dan ciri khas masing-masing, Palangkaraya bisa dibilang kota yang biasa dan tenang. Untuk memanfaatkan waktu disini, saya bepergian ke salah satu objek wisata populer di Palangkaraya yaitu Taman Wisata Alam Tangkiling.

Sekitar jam 8 pagi saya berangkat dari hotel di jalan Tjilik Riwut menuju arah Sampit dan sekitar 30 menit saya sampai di Tangkiling. Di sebelah Masjid Al-Amin ada sebuah jalan menuju pintu masuk Taman Wisata Alam Tangkiling. Saat itu saya merupakan pengunjung pertama yang sampai, good timing untuk hiking yang santai tanpa perlu berjejal di rute. Biaya masuk 7,500 Rupiah dan 10,000 Rupiah untuk biaya parkir mobil saya bayarkan kepada petugas penjaga dan segera menuju ke dalam. Tidak jauh dari pintu masuk, ada beberapa kandang binatang liar seperti burung, beruang madu, dan buaya muara.

Ada yang melihat hewan disini?

Perjalanan menanjak dimulai dari gapura Bukit Taranahu dan tekstur jalan semen. Elevasi sekitar 30 derajat, dengan medan yang licin karena jalan ditumbuhi lumut yang lembab membuat perjalanan elevasi 100 meter menantang. Entah kenapa sepatu hiking yang saya biasa gunakan pun tidak cukup menggigit sehingga saya beberapa kali terpeleset. Tentunya medan akan lebih menantang saat jalan turun karena kelicinannya. Saya membutuhkan waktu sekitar 17 menit untuk sampai ke puncak (waktu yang tercatat di activity tracker pada jam Garmin).

Puncak Taranahu

Puncak Taranahu mulai kelihatan dari penampakan menara telekomunkasi yang menulang tinggi dan beberapa warung yang sudah ditinggalkan. Sesampai di puncak, saya tidak menjumpai siapapun karena memang saya adalah pengunjung pertama hari itu. Di puncak, saya duduk di batu besar hitam sambil menikmati pemandangan hamparan pohon ditemani suara serangga dan burung tanpa hingar bingar manusia ataupun kendaraan bermotor.

Penasaran dengan pemandangan dari posisi atas, saya menaiki menara pandang 3 lantai. Memang pemandangan jauh lebih bahalap dari atas sana. Saya nikmati waktu untuk memandang dan diam menikmati momen sendirian disana. Momen seperti ini merupakan salah satu cara saya beristirahat dari kegiatan dan pekerjaan sehari-hari.

Catatan:

Momen kesendirian dan damai seperti ini mengingatkan kembali kepada kehidupan, yang tidak semata-mata diisi dengan ambisi dan rencana mengumpulkan materi. Saya bersyukur masih dapat menikmati kehidupan dan diberkahi kesehatan sampai saat ini. Untuk siapapun yang membaca ini, jangan lupa untuk beristirahat dari kesibukanmu.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2021 Ronald Sukianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *