Dalam rangka menghemat pengeluaran yang bisa ditekan, saya memutuskan untuk perpanjang SIM A saya yang mati tanpa melalui jasa calo.  
Total biaya yang dikeluarkan adalah 80 ribu Rupiah (biaya pemuatan) ditambah 70 ribu Rupiah (biaya cek kesehatan). Hitungannya, saya hemat 350 ribu Rupiah dengan mengorbankan waktu di akhir pekan selama hampir 12 jam.

Saya siap mengorbankan waktu saya seharian untuk mengurus SIM secara resmi demi menghemat biaya perpanjang 500 ribu Rupiah melalui calo. Minggu pagi tanggal 29 Juni 2020, saya bangun pukul 7 pagi, sarapan ubi rebus, lalu jogging pagi dari rumah ke mall Pluit Village. Sempat nyasar masuk pintu karyawan Carrefour karena mall belum buka pagi, akhirnya saya masuk untuk menuju gerai SIM di lantai 4. Kondisi masih gelap gulita, namun belasan orang sudah banyak duduk menunggu disana. Antrian gelombang 1 sebanyak 50 orang sudah penuh, saya kebagian nomor urut 40 di gelombang 20. Artinya saya nomor urut ke 90. Karena ada briefing jam 9, saya pulang dulu untuk ganti pakaian.

Ternyata yang perlu datang jam 9 hanyalah peserta gelombang 1 yang akan mulai dipanggil pukul 10. Ngobrol dengan beberapa orang yang dapat gelombang 1, ternyata mereka isi nomor antrian sudah dari jam 5 pagi! Saya menunggu sambil membaca sampai akhirnya dipanggil masuk gelombang 2 untuk ambil nomor di pukul 2 siang. Cek kesehatan masuk pukul 4, cetak SIM jam 5 sore. Karena saat ini banyak permintaan perpanjang SIM jadinya kapasitas tim yang menangani permintaan jadi relatif lambat, harusnya di saat keadaan normal pelayanan bisa jauh lebih cepat.

Tanggal penting

26 Maret sampai 3 Juni 2020: rentang waktu yang mendapatkan pengecualian untuk perpanjang SIM sampai tanggal 31 Agustus 2020 tanpa perlu buat ulang.

4 Juni 2020 sampai tulisan ini dibuat (30 Juni 2020) wajib membuat ulang di SAMSAT terdekat (Daan Mogot).

Dokumen penting

Untuk perpanjangan, dokumen yang dibutuhkan hanya fotokopi KTP dan fotokopi SIM lama sebanyak masing-masing selembar.

*Tips berpakaian: pakaian sopan, tidak terbuka, dan hindari warna putih karena warna latar foto berwarna putih (potensi nyaru). Memang tidak diwajibkan memakai sepatu dan celana panjang, tapi berpakaian sopan lah walau gerai SIM di mall.

Semoga bermanfaat.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020 Ronald Sukainto
You cannot copy content of this page