Kenapa Harus Loyal ke Bank

Punya rekening bank lebih dari satu? Mengapa kamu memutuskan mempunyai banyak rekening? Harus punya rekening BCA karena kalau bisnis lebih gampang, kebanyakan orang pakai rekening BCA jadi tidak perlu kena biaya transfer. Dalam tulisan ini, saya akan bercerita mengapa kita perlu loyal ke satu bank.

Perjalanan perbankan saya

Saya sempat menjadi nasabah bank Maspion sejak umur 12 tahun sampai umur 17 tahun. Bank Maspion mengadakan edukasi di sekolah saya dan mengajar pentingnya menabung, kebetulan mereka juga membuka cabang di sekolah saya. Saya masih ingat saat itu, saldo saya ada di angka 500 ribu Rupiah yang dikumpulkan dari hasil menabung 10 ribu Rupiah dari uang jajan. Terima kasih Bank Maspion telah mengajari kebiasaan menabung.

Saat kuliah di ITB, kami dibuatkan rekening BNI 46 saat daftar ulang. Harapannya Taplus Muda tersebut dapat digunakan untuk kegiatan perbankan selama kita kuliah termasuk bayar uang kuliah. Sampai sekarang, 10 tahun sudah saya menjadi nasabah BNI. Taplus Muda telah berubah menjadi Taplus (saja). Saya sempat membuka rekening BCA karena kemudahan biaya transfer, namun saya akhirnya menutup rekening BCA karena tidak nyaman mempunyai lebih dari 1 bank. Namun pada akhir 2017 saya buka rekening Jenius (BTPN) yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas transfer ke semua rekening. Sampai sekarang saya menggunakan dua bank, Jenius untuk kemudahan penarikan uang di semua ATM dan gratis biaya transfer dan BNI sebagai bank utama saya. Bahkan untuk sekuritas saya pun memililh BNI Sekuritas. Saya juga pemilik Debit BNI Garuda dan sedang diberikan penawaran Kartu Kredit BNI Garuda Platinum. Saya adalah nasabah setia BNI.

Manfaat loyal ke Bank

  1. Yang paling utama adalah membangun kredibilitas finansial di bank tersebut. Semakin banyak kamu bertransaksi, menyimpan aset, mengajukan pinjaman, dan kegiatan perbankan lainya maka kamu akan semakin memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi di mata Bank. Tentunya ini dimulai dari kecil ya, mulai buka deposito sedikit, kartu kredit lancar, mungkin KPR yang juga lancar sampai penilaian tentang kamu akan baik di mata Bank. Jika kamu perlu fasilitas di masa depan, bank akan lebih percaya untuk memberikan itu kepada kamu karena kredibilitas kamu sudah terbukti. Contoh untuk apply credit card BNI, saya mendapat tawaran khusus sebagai salah satu nasabah untuk gratis pendaftaran BNI Garuda Platinum. Kebetulan saya juga baru ingin mulai mengumpulkan miles untuk terbang gratis, cocok!

2. Fasilitas ekstra sebagai nasabah loyal. Beberapa bank memiliki program loyalitas seperti BCA Prioritas atau BNI Emerald. Jika kamu masuk sebagai nasabah loyal maka kamu dapat mendapatkan fasilitas ekstra seperti lounge di bandara, diskon merchant, gratis tes IELTS, dan macam-macam tawarn lainnya. Tapi untuk menjadi nasabah kategori prioritas memang banyak yang perlu dipenuhi. Makanya selagi mengumpulkan nilai aset, loyal lah juga dari sisi masa aktif nasabah sehingga saat waktunya sudah siap menjadi nasabah prioritas.

3. Kemudahan permintaan kredit. Sayangnya saya belum pernah coba permintaan kredit/utang ke BNI namun berdasarkan cerita orang bahwa jika kamu semakin dipercaya oleh bank karena loyalitas dan histori kredit maka akan lebih mudah saat mengajukan kredit. Logisnya ya seperti itu.

Kenapa BNI? Target BNI Emerald

BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) adalah kategori bank yang ada di Indonesia, dibagi berdasarkan modal inti. Level tertinggi adalah BUKU IV, dengan modal inti diatas 30 triliun Rupiah. Saat ini hanya ada enam bank yang masuk di kategori BUKU IV, yang bisa kita anggap sebagai bank top di Indonesia. Bank tersebut adalah BRI, Mandiri, BCA, BNI, CIMB Niaga dan Danamon.

BNI Emerald. Syarat masuk segmen priority banking Emerald adalah memiliki AUM rata-rata 3 bulan mulai dari 5 milyar sampai 15 milyar Rupiah. AUM mencakup saldo tabungan, deposito, dan rekening reksa dana.

Apa bank pilihan kamu? Semoga cepat jadi nasabah prioritas di bank pilihan ya!

Gaya hidup hemat berkualitas (frugal living) kelas menengah

@sengatmatahari

Pernah mendengar atau membaca tentang gaya hidup frugal? Atau bahkan sering menonton channel gaya hidup minimalis di Youtube? Apa bedanya gaya hidup tersebut dan mengapa saya perlu mempertimbangkan gaya hidup tersebut dalam kehidupan saya? Saya akan membagikan tips berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami.

Selama 7 tahun bekerja dan mengelola keuangan sendiri, banyak pelajaran dari pengalaman baik dan buruk yang saya alami. Saya sempat dalam tahap tidak mengetahui kemana saja perginya pendapatan saya, rasanya penghasilan saya dari gaji sebagai karyawan harusnya cukup untuk menghidupi diri sendiri yang masih belum menikah ataupun punya tanggung jawab cicilan apapun. Pembaca di umur 20 dan 30an pasti sangat mengerti akan kondisi ini, disaat standar kehidupan kita dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi di media sosial. Hal-hal seperti jalan-jalan ke luar negeri, makan setiap weekend di restoran terkini seakan menjadi hal standar yang tidak boleh dilewatkan anak muda. Saya belajar banyak dari kondisi saya saat itu dan mulai melakukan penyesuaian di gaya hidup saya menjadi gaya hidup frugal. Tentunya saya masih bisa menikmati jalan-jalan, belanja barang, makan makanan enak dan tetap menjaga gizi tanpa perlu makan mie instan setiap hari. 5 tips yang semoga berguna untuk mendalami lagi gaya hidup frugal:

1. Cek kembali pengeluaran tersier.

Pelajari makna membeli kemewahan dan membeli waktu.

Saat memilih barang atau jasa kita pada dasarnya dihadapkan dengan manfaat yang sama, hanya penambahan kemewahan yang berbeda. Contohnya makan di warung Tegal belakang kantor atau di bistro mall, intinya adalah memberi nutrisi untuk tubuh dalam bentuk gizi. Biaya tambahan makan di restoran mahal itu lah biaya akan kemewahan yang kita bayar, contohnya suasana restoran yang asik, pelayanan yang ramah, atau makanan yang lebih terjaga kebersihannya. Prinsip ini yang dapat diterapkan dalam gaya hidup frugal bahwa kita harus dapat menempatkan kapan kita perlu membeli kemewahan tersebut, disesuaikan dengan kemampuan kita. Toh, sekali-kali makan di restoran bagus bersama keluarga juga bermanfaat kok bagi kesehatan mental kita.

Asuransi kesehatan.

Sekitar tahun 2010an akhirnya kita punya sistem jaminan kesehatan nasional yang dinamakan BPJS. Dengan membayar premi bulanan, kita akan mendapat jaminan fasilitas kesehatan standar mulai dari level puskesmas kelurahan sampai ke tindakan operasi besar di rumah sakit. Saya mendukung penuh sistem ini, saat itu saya langsung mendaftarkan kedua orang tua saya ke BPJS Kesehatan. Sebelumnya, mereka punya polis asuransi yang sayangnya tidak dapat digunakan karena kuran cermat saat membeli polis. Beberapa agen asuransi memang tidak cukup bertanggung jawab untuk membantu klien mereka, ibu saya salah satunya. Jutaan rupiah dihabiskan setiap bulannya untuk membayar premi beberapa jenis asuransi yang akhirnya tidak dapat dia gunakan.

Saat kita membeli asuransi kesehatan, kita membeli kemewahan bukan fasilitas kesehatan. Kedua orang tua saya menggunakan fasilitas kesehatan melalui BPJS yang tentunya cukup untuk sakit-sakit ringan seperti flu dan batuk sampai tindakan operasi berat saat papa saya mengalami kecalakaan di jalan. Semua tanpa perlu mengeluarkan biaya. BPJS pada dasarnya adalah asuransi kesehatan, namun dengan kelas yang lebih rendah.

Jika kita sedang mempertimbangkan untuk mengambil asuransi kesehatan, baiknya dipikir ulang apa kita benar-benar butuh kemewahan tersebut? Apakah kita butuh tambahan premi beberapa ratus ribu sampai jutaan untuk dapat upgrade kelas rawat inap di atas level kelas satu yang menjadi standar BPJS? Jangan sampai rasa takutmu (yang mungkin dijual oleh agen asuransi) mengalahkan pemikiran rasional.

Saat ini saya beruntung mendapatkan lindungan asuransi swasta dari fasilitas kantor, namun saya tetap membayar premi BPJS kesehatan. Setidaknya, kalaupun kita tidak sakit dan menggunakan fasilitas BPJS premi tersebut akan berguna untuk subsidi masyarakat anggota BPJS lain yang membutuhkan fasilitas kesehatan.

Terbang dengan low cost airlines, ekonomi, atau bahkan bisnis.

Saya baru sekali terbang dengan kelas bisnis seumur hidup, itu pun juga dengan menukarkan reward miles saat diskon penukaran 40%. Saya akan bercerita tentang tips bagaimana memanfaatkan miles untuk bisa terbang gratis. Kondisi saya sebagai turis yang niat jalan-jalan, tentunya tidak butuh kelas bisnis yang memang ditujukan untuk para pebisinis. Saya belajar apa saja sih yang membedakan kelas ekonomi dan kelas bisnis.

Kelas bisnis memberikan manfaat kenyamanan lebih, ruang yang lebih lega jika anda butuh untuk bekerja, prioritas potong waktu antrian check-in dan waktu boarding dan unboarding yang lebih cepat. Semua itu akan sangat berguna bagi para pebisnis sibuk, karena waktu adalah uang bagi mereka. Bagi kita orang biasa yang memang niat jalan-jalan, perlukan pakai kelas bisnis? Kalau punya uang lebih sih bebas-bebas saja ya.

Waspadai terbang dengan low cost carrier, karena murahnya harga datang dengan banyaknya fasilitas yang dipotong seperti bagasi, antrian yang lebih panjang, kenyamanan saat di pesawat, pelayanan flight attendant, dan juga makanan. Kembali lagi dengan kondisi dan kebutuhan anda, low cost carrier akan menjadi solusi paling efisien dan efektif jika anda hanya butuh bepergian tanpa bawaan yang banyak dan bisa tahan sedikit tidak nyaman. Jika anda perlu dan mampu, bisa pertimbangkan ke kelas ekonomi premium seperti Garuda Indonesia.

Skin care kebutuhan primer?

Ibu saya punya pepatah ajaib:

Orang cakep mau pakai apapun juga udah cukup…

Sementara orang jelek ya mau diapain juga percuma.

Nasihat ini ibu lontarkan saya dibelikan celana jeans merek NEVADA di Matahari. Terlepas dari apapun maksud ibu saya, saya masuk kategori pertama atau jangan-jangan yang kedua tapi nasihat ini saya terus bawa sampai sekarang.

Mengenai perawatan wajah yang jadi tren dan industri yang sangat besar karena budaya Korea dan KPOPnya. Pada dasarnya industri ini menjual mimpi untuk menjadi pribadi yang lebih menarik secara fisik. Dengan dikuatkan branding kecantikan menurut standar Korea yaitu kulit putih mengkilap dan mulus, badan ramping menjurus kurus dan bentuk wajah kecil, perusahaan kosmetik mendulang untung dari keinginan kita menjadi lebih cantik atau menarik. Saya sendiri pernah membandingkan produk skincare harga 500 ribu untuk set pembersih dan penyegar dari suatu merek I dengan produk pembersih wajah harga 30 ribuan di etalase supermarket. Tidak ada bedanya! Saya rasa aktor seperti Lee Min Ho yang memang punya wajah yang ganteng akan tetap menarik kalaupun cuci muka pakai sabun 30 ribuan.

Kalau kita adalah karyawan biasa yang tidak butuh untuk tampil prima seperti layaknya artis ataupun beauty influencer kita tidak perlu mengikuti produk kosmetik yang digunakan aktris korea dalam drama. Bagi mereka tampil menarik adalah kerjaan mereka, jangan disamakan dengan kondisi kita. Perawatan tubuh itu perlu, namun sesuaikan dengan kebutuhan ya.

2. Dapatkan best value dari suatu barang.

Saya pernah terjebak di gaya hidup konsumtif, membeli baju dan celana berdasarkan keinginan. Untuk mengakomodir keinginan saya, saya cenderung membeli pakaian dari fast retail yang punya model trendi dan harga relatif murah.

Tidak semua merek fast retail bermutu jelek, bahkan di satu merek pun dalam suatu produk yang berbeda memiliki mutu yang beda. Semua produk tersebut di sourcing dan produksi di tempat yang berbeda dan bahan yang berbeda tentunya mutu akan bervariasi. Mulai sekarang, cermati kualitas suatu barang sebelum membeli. Saya punya dua buah celana jeans dari merek H dan merek U. Keduanya memiliki harga yang tidak beda jauh, di rentang 400 ribu rupiah walau merek H lebih murah. Merek U sudah 4 tahun dan masih sangat layak dipakai sedangkan merek H sudah tidak nyaman dipakai setelah 3 tahun.

Mengambil kesimpulan dari contoh pakaian dari fashion retailer, kita bisa menerapkan konsep best value yang saya rangkumkan dalam tips:

  1. Tunda rencana pembelian suatu barang, beri jeda berapa lama dari waktu peluncuran. Tips ini berlaku untuk barang elektronik dan pakaian (tergantung season). Untuk elektronik, contoh paling ekstrim adalah smartphone. Merek seperti iPhone ataupun Samsung akan mengalami penurunan harga cukup signifikan. Saat saya membeli iPhone SE generasi pertama, saya membeli satu tahun setelah peluncuran dimana harga iPhone SE mencapai harga terendahnya.
  2. Pelajari pola di fashion retailer, biasanya akan ada pola dimana barang baru akan diberi label diskon/penawaran terbatas karena barang tersebut harus habis di stok agar pemasaran barang baru dapat dilakukan.
  3. Pilih spesifikasi barang sesuai dengan kebutuhan. Jangan terjebak dengan trik marketing upsize ya. Sering gak ditawarkan upsize ukuran gelas jadi lebih besar dengan tambahan sedikit aja, atau lebih ekstrimnya membeli barang yang tidak dibutuhkan karena sekaligus masuk dalam paket. Walau secara jumlah memang kelihatan deal yang bagus karena harga bisa jadi lebih murah namun artinya anda membeli barang yang tidak dibutuhkan dan tetap menggunakan uang anda yang seharusnya tidak perlu untuk dikeluarkan. Smartphone dengan kamera ultra canggih dan kemampuan rekam video 4k hasil setara kamera mirroless atau DSLR, toh kalau kita bukan vlogger atau videographer tidak akan bermanfaat kan fitur tersebut.
  4. Beli barang yang berkualitas. Barang berkualitas biasanya relatif lebih mahal, namun barang mahal belum tentu berkualitas. Saya pernah menghabiskan total 800 ribu rupiah untuk membeli 4 earphone seharga 200 ribu yang rusak terus. Memang penggunaan earphone saya saat itu sangat intensif, mulai dari saat belajar sampai dipakai berolahraga. Akhirnya saya membeli earphone wireless yang lebih mahal namun memberi saya kenyamanan karena kualitas yang lebih terjamin (biasanya produk berkualitas didukung jaminan garansi dan service support). Barang-barang yang perlu diperhatikan:
    1. Sepatu. Dalam dunia sepatu, manufaktur dan kualitas bahan adalah nomor satu. Merek sepatu internasional pun banyak memiliki lini produk yang berkualitas rendah. Saya adalah penggemar sepatu produksi lokal Indonesia, sepatu formal oxford saya beli dari brand Koku buatan Cibaduyut yang masih awet sampai sekarang telah berumur 3 tahun. Untuk sepatu lari, saya percaya pada Asics, merek sepat jepang yang nyaman and sangat awet.
    2. Pakaian. Karena harga yang terjangkau dan model yang trendi mereka tawarkan, fast retail biasanya menawarkan kualitas produk yang relatif rendah. Setelah 5 kali pakai dan cuci, warna pudar ataupun tekstur hilang. Untuk produk investasi seperti setelah jas pastikan kita membeli dengan asumsi produk ini akan kita pakai seumur hidup, jadi pastikan kualitas produk terjamin dengan harga yang masih terjangkau.
    3. Elektronik. Pilih produk yang menawarkan after sales service dan garansi yang baik, karena masalah produk elektronik pasti akan muncul namun bagaimana jika produk itu rusak lah yang paling penting.
    4. Kendaraan. Pilih kendaraan dan juga pelengkap yang berkualitas, jangan mengorbankan kualitas demi harga karena kendaraan bekerja sebagai suatu sistem dari peralatan yang sangat kompleks. Jangan sampai anda menunda ganti oli dan cairan pendingin seharga 100 ribu dan mengorbankan rusak mesin dan overheat.
    5. Furniture. Ibu saya punya satu lemari yang berumur lebih tua dari saya namun masih kokoh berdiri tanpa dimakan rayap, sementara saya membeli meja belajar yang belum setahun sudah goyang-goyang. Untuk urusan furniture jangan mengorbankan kualitas untuk harga!

3. Manfaatkan kartu kredit secara bertanggung jawab.

Kartu kredit adalah senjata yang bermanfaat jika bisa digunakan dengan tepat. Bahkan kita bisa terbang dengan gratis dengan memanfaatkan reward miles dari penggunaan kartu kredit. Tips akan saya bahas di kesempatan lain ya. Kartu kredit ini sangat berguna untuk transaksi di luar negeri, membeli barang online, atau membeli peralatan yang cukup besar sehingga bayar tunai tidak memungkinkan.

Orang tua saya pernah terjebak dalam jebakan kartu kredit dan kredit tanpa agunan, karena bunga yang diterapkan itu sangat besar! Saat itu, mereka tidak mampu membayar tagihan suatu bulan dan melakukan pembayaran minimum (ini adalah big NO jika kita menggunakan kartu akan dikenakan bunga atas sisa pinjaman). Efeknya hutang menggunung seperti bola salju yang akhirnya menumpuk. Hutan yang awalnya hanya beberapa juta berubah menjadi ratusan juta.

Tips mengenai kartu kredit:

  1. Minta penghapusan iuran tahunan, jika anda memiliki kredit lancar.
  2. Bayar tagihan sebelum jatuh tempo untuk menghindari kelupaan.
  3. Bayar tagihan langsung, bahkan bisa untuk dilebihkan saldonya karena masih bisa digunakan sisanya untuk bulan depan.
  4. Cari yang limitnya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
  5. Alternatif lain, bisa juga gunakan digital banking seperti Jenius atau Digibank dengan peran seperti kartu kredit.

4. Dilema pusat kebugaran.

Kesehatan adalan nomor satu. Di masa muda, kita harus berinvestasi dimana salah satunya adalah kesehatan. Tubuh yang bugar akan meningkatkan penampilan. Premis-premis ini banyak digunakan dalam media promosi suatu pusat kebugaran. Teman-teman yang sedang menikmati umur 20an pasti sudah familiar dengan pusat kebugaran waralaba yang menawarkan fasilitas lengkap untuk berolahraga, bahkan sekarang ada konsep baru dengan tema fit club yang mengusung olahraga High Intensity – Interval Training yang dapat membakar lemak dengan cepat. Jika teman-teman sedang berlangganan atau memutuskan untuk berlangganan anggota pusat kebugaran ini, tolong diperhatikan dengan sangat dua poin ini:

Apakah saya memiliki komitmen untuk menggunakan pusat kebugaran secara rutin?

Biaya langganan biasanya dibayar cicil atau tunai untuk komitmen minimal 6 bulan atau 1 tahun. Kalau anda belum punya komitmen kuat, jangan langsung bayar. Angan-angan seperti “ah nanti gw juga akan rajin setelah bayar” biasanya tidak akan terjadi, jadi pastikan anda benar-benar sudah komitmen sebelum membayar. Biaya langganan lumayan mahal loh, bisa sampai 500 ribu rupiah sebulan.

Apakah ada alternatif lain untuk berolahraga tanpa perlu ke pusat kebugaran?

Saya rutin berolahraga di rumah, dan sebelum ini berlangganan anggota pusat kebugaran dengan biaya 100 ribu rupiah per bulan. Intinya, banyak alternatif untuk berolahraga tanpa perlu ke gym. Lari sore setelah pulang kerja di Gelora Bung Karno Senayan juga asik kok! Saat ini saya menggunakan aplikasi Freeletics dan tambahan pull up bar seharga 200 ribu untuk latihan untuk pengganti langganan gym. Silahkan dilihat lagi, karena sebenarnya olahraga bisa dilakukan dimana saja. Alternatif olahraga tanpa perlu ke gym:

  • Lari atau jogging keliling komplek
  • Bodyweight exercise di rumah
  • Skipping bermodalkan tali lompat
  • Yoga di rumah modalnya hanya yoga mat. Tutorial sudah banyak di internet tersedia gratis.
Waspadai pengeluaran tambahan dari produk-produk pendukung seperti suplemen pembakar lemak dan sebagainya

Bagi yang pertama kali, waspadai tawaran menggiurkan obat bakal lemak cepat kurus atau suplemen otot memperbesar badan karena sebenarnya semua itu bisa kita dapatkan dengan nutrisi dan diet yang konsisten. Industri fitness bisa tumbuh seperti industri kosmetik dan skin care dengan menjual mimpi kita untuk tampil lebih menarik. Saya sendiri

5. Substitusi protein hewani

Saya sedang menjalani gaya hidup flexitarian dimana saya sudah stop konsumsi daging merah (kambing, sapi, dan babi) serta produk turunan seperti susu sapi, keju, dan dairy product lainnya. Saya terkadang masih konsumsi telur atau daging ikan karena saya kondisi masih belum cukup mendukung untuk transisi langsung ke tanpa daging 100%. Alasan saya memutuskan untuk mengganti diet saya adalah masalah kesehatan yang saya alami. Saya sering mengalami kelelahan dan gejala alergi secara tiba-tiba yang mengganggu, dan diagnosa dokter tidak dapat memberikan solusi karena saya terus mengalami gejala tersebut. Setelah menonton dokumenter The Game Change dari Netflix, saya tertarik dengan konsep sakit pencernaan karena konsumsi protein hewani. Setelah itu saya mencoba untuk menjalani diet vegan dan setelah 2 minggu saya sudah tidak merasakan sakit pencernaan dan gejala alergi tersebut. Tambahannya, setelah 2 bulan menjalani gaya hidup ini saya juga merasakan penghematan dari biaya makan sehari-hari.

Diet vegan / vegetarian paling mudah dapat dibeli di warteg. Ya saya tidak bercanda, warteg adalah sumber makanan paling kaya dan bernutrisi. Tinggal pilih antara orek tempe, tahu kuah pedes, tahu goreng, pepes tahu, tempe blok goreng kuning, labu siam cah tempe, dan lainnya. Beli lauk untuk siang dan malam, hanya butuh 5 ribu rupiah. Saya kaget sekali, ternyata makan dengan gaya vegetarian hemat sekali. Beda ya kalau makan di restauran sehat di pusat perbelanjaan yang harga semangkuk salad 100 ribu rupiah ditambah smoothies hijau seharga 50 ribu.

Bagi kita yang masak sendiri ataupun beli di luar, bisa dicoba diet ini karena selain untuk menghemat tapi juga ada manfaat kesehatan nya. Saya akan bercerita di kesempatan lain mengenai perjalanan saya stop konsumsi daging merah di post lain.

200 gram daging sapi well done seharga 300 ribu rupiah 52 gram protein.

400 gram tempe dapat dibeli di pasar 76 gram protein, bisa dibeli 20 ribu rupiah. Beli orek tempe 20 ribu bisa dapet 2 rantang deh!

Sekain dulu sedikit sharing dan tips dari saya, semoga bermanfaat. Dari memulai gaya hidup ini, kita bisa memplelajari gaya hidup lainnya seperti minimalisme (memiliki lebih sedikit barang) dan zero waste (mengurangi sampah) yang saling terkait satu sama lain. Intinya yaitu satu: menggunakan dan membeli barang yang benar-benar memberikan value. Banyak pengalaman mengenai frugal living, minimalism, zero waste yang dapat saya bagi, semoga saya dapat menuangkan dalam tulisan lain segera.

Tulisan mengenai hemat energi bagian satu dan dua dapat disimak di: