[Borneo Road Trip Series] Entikong – Penyebrangan Kalbar ke Sarawak

*Tulisan ini ditulis berdasarkan perjalanan saya pada Oktober 2019 dari Kalimantan Selatan - Kalimantan Tengah - Kalimantan Barat - Sarawak Malaysia - Return. Pada tulisan ini saya akan fokus ke bagian penyebrangan (border) Entikong
  • Cerita perjalanan menyebrangi border antar negara Entikong menuju Kuching menggunakan mobil plat Indonesia
  • Informasi di dalam tulisan ini dapat menjawab pertanyaan di bawah ini:
    1. Apa SIM Internasional dibutuhkan?
    2. Berapa biaya yang diperlukan?
    3. Seberapa sulit medan yang dilalui?
    4. Berapa lama waktu proses penyebrangan?
    5. Apa peraturan mengemudi di Malaysia?
  • Entikong check-point merupakan poin cek imigrasi paling popular untuk menyeberang ke Sarawak.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk perizinan dan sebagainya dibawah 200 ribu rupiah.
  • Jam buka Entikong adalah jam kerja – sehingga jam 5 sore tutup dan pengajuan izin tidak bisa dilakukan lagi.
  • Dokumen yang diperlukan:
    1. STNK – original dan copy yang masih aktif. STNK asli mobil – jika bukan pemilik asli dari mobil wajib dilampirkan surat keterangan atau surat kuasa penggunaan mobil. Dalam kasus saya karena saya membawa mobil rental, maka saya membawa surat kuasa dari pemilik mobil rental. Bukti bayar pajak kendaraan.
    2. TNKB – plat nomor
    3. SIM dan KTP – copy dan original. SIM A mobil, jika ada SIM internasional juga bisa dibawa.
    4. Surat Kuasa jika pengemudi bukan pemilik kendaraan
    5. Paspor
    6. Mengisi formulirDokumen yang wajib dibawa:
Perlengkapan Perjalanan

Perjalanan di Kalimantan Barat

Medan di Kalimantan Barat seperti medan di Kalimantan pada umumnya, banyak kelokan dan jalan sudah diaspal. Hanya sebagian kecil jalan yang rusak. Untuk pom bensin masih mudah untuk ditemukan sehingga saat itu kita tidak membawa cadangan bensin di dalam tangki.

Alur izin:

  1. Bea Cukai
    • Paspor
    • SIM
    • STNK
    • KTP
    • Surat Kuasa jika nama STNK berbeda dengan pengemudi
    • Mengisi formulir (banyak yang harus diisi, estimasi isi 10 menit)
  2. Asuransi
    • Biaya premi asuransi sesuai jenis kendaraan.
    • Copy STNK
  3. Ditjen Perhubungan – pemeriksaan keabsahan dokumen dan tanda lulus uji kendaraan, nantinya akan didapatkan stiker yang perlu ditempel di mobil saat dikendarai di jalan.
  4. Kepolisian – pengecekan dokumen pendukung untuk kendaraan dan izin mengemudi. Dokumen sama seperti poin 1. Jika dibutuhkan akan ada cek fisik kendaraan. Dalam kasus saya tidak dilakukan cek sama sekali.
  5. Bea cukai – jika kalian tidak membawa barang-barang yang perlu dilaporkan, kalian tidak perlu lama disini.
  6. Cap paspor di gate sebagai tanda masuk Malaysia di bagian imigrasi.
  7. Biaya kurang lebih sekitar 200 ribu total. Tanpa ada pungutan liar.

Hampir tidak dapat izin masuk Malaysia

Dari seluruh proses yang saya lalui, secara keseluruhan lancar kecuali saat di….. Kepolisian. Surat izin operasional kendaraan dipertanyakan karena saya mengedarai mobil plat KT (Kalimantan Timur) yang memasuki daerah Kalimantan Barat untuk menuju Malaysia. Beberapa daerah di Indonesia mewajibkan kendaraan luar provinsi ber plat asing memiliki izin operasional. Setelah peringatan bapak Polisi, mereka mengizinkan saya karena tujuan saya adalah pariwisata bukan urusan bisnis.

Hampir ditolak masuk kembali ke Indonesia
  1. Kami datang di border sekitar pukul 4 sore waktu setempat, yang ternyata mepet sekali dengan waktu tutup border. WAKTU OPERASIONAL BORDER sama seperti jam kerja yaitu 8-5 sehingga diatas jam 5 sore kalian tidak akan dilayani atau tunggu sampai besok pagi pas buka.
  2. Saya miss untuk meminta TTD dan cap di bagian Malaysia, lihat gambar di bawah. Jadi saya masuk ke Malaysia tanpa mengecap bagian tersebut. Waktu mau masuk ke Indonesia, ditanya mana bukti masuk Malaysia nya dan saya tidak bisa dapat menunjukkan cap Malaysia.
Kondisi yang berbeda jauh di jalanan Sarawak

Memasuki jalanan Malaysia setelah gerbang perbatasan, wow! Kondisi jalanan sungguh berbeda, saya dapat tancap gas di Sarawak karena jalanan sudah sangat mulus tanpa ada bolong sama sekali dan tidak ada anak-anak yang bermain di jalan, serta pemotor yang melawan arah. Miris terhadap kondisi ini, sangat timpang keadaan jalan kita dibandingkan Malaysia.

Apakah SIM internasional dibutuhkan?

(baca: 10 menit membuat SIM Internasional)

Yang perlu diperhatikan untuk melewati cek kondisi mobil:

  • Kaca film mobil minimum 25% yang artinya kaca gelap akan sulit diizinkan masuk ke Malaysia.
  • Tidak membawa barang-barang elektronik yang berpotensi dicek saat melewati cukai atau custom.

Bagaimana menyetir di Malaysia?

  • Setir kanan – sehingga aturan jalur sama seperti di Indonesia yaitu jalur sebelah kiri dan jalur kanan untuk kendaraan lebih cepat dan mendahului.
  • Aturan bundaran yang wajib dipatuhi – saat bundaran, stop dan dahulukan kendaraan lain yang ada di dalam bundaran baru kemudian kita bisa masuk setelah jalur aman.
  • Marka jalan dan lampu lalu lintas sama dengan di Indonesia.
  • Batas kecepatan harus dipatuhi. Kamera pantau.
  • Antrian kendaraan di Malaysia secara umum lebih rapi dibandingkan di Indonesia, dimana banyak kendaraan tidak mematuhi garis dan marka jalan yang berujung saling serobot.

[Review] Four Points by Sheraton Balikpapan – best Hotel for Business Traveller

As a business traveler, I always opt for three things while choosing a hotel: location, the work desk ambiance, and the gym facility. First thing you do not want to have is spending too much time on the journey to reach or to go out from your hotel to your business meeting. Secondly, most of the time in the hotel room you need to work with your laptop on the office matters. And last but the most important is the availability of sport facility to keep your fitness level as a frequent business traveler. Talking about Balikpapan – the most advanced city in Kalimantan to which I mostly traveled on business matter, I only have limited preference of hotel before. The closest hotel from the Sepinggan Airport – Balikpapan used to be the Grand Tjokro, around 10 mins drive from the airport. It has decent breakfast and quite okay gym room – very limited equipment with a sandbag. However, the room ambiance was too dark to work on. In late 2019, I have another alternative as the Four Points Sepinggan opened to public.

the room – perfect blend of excellent lighting and neat room decoration
The Trademark – Sheraton comfy Bed

The room size is quite generous – not too big though. I like the lighting and the room decoration that just not seem too much to show the wood element they chose as the dominant element. On the corner you might see a decoration of Dayaknese in a white- painted appearance. The lighting reminds you of a cozy and warm study room, turning into a lazy reading room when you move into the sofa where the lighting seems more relaxing.

the breakfast – my favorite breakfast service of all time!

Indomie, oriental dish, local dishes, granola-cereals-oats, fruits, all name it except the Kenari crab meat are all ready fresh when you need to start the day. I love the breakfast in Four Points Balikpapan very much.

24-hours gym? wow

24 hours access gym, complete with all important machines and equipment, including the yoga set as well. There is a spacious space for class in the middle. Anyway, who does not love an all time access gym? The swimming pool is not 24 hours by the way.

 

friendly and responsive crews! including free shuttle service to or from the airport

the crews in plaid uniform are always ready to serve you. The free shuttle service from the airport is the best solution to reach the hotel, which you can book before checking in. A guy from the hotel will hold a board with your name upon the arrival gate. Very helpful!

the downside – quite far from the city if you want to visit the shopping centre

It takes some time to go to the nearest mall or shopping centre. Not to mention it is far from the nearest restaurant as well.  So if you want to spend some time shopping, at least spare 1 hour for the travel time to reach and going back from the mall.

another downside – lengthy queue on certain cases

For coincidental same arrival time for all hotel guests, sometimes the check-in time would require up to 20 mins. There are two receptionists but on some peak and busy hours, up to 8 people might arrive in the same time using the free pick up service from the airport.

the sustainability – they sometimes still change your towel

They still change the towel I was meaning to re-use it on the next day. I keep it on the hanger, a code for “I will use it again” but anyway on the next day I always find it being changed. Not that sustainable – hope the practice can be realized not just as a note on the bathroom.

In summary, I love to stay here on my business trip. They have everything to offer a frequent flyer people that need a good place to work, quiet place to rest, and facility to do some sports. Good job team!