Hemat Energi – Dimulai dari Rumah

#1 out of 15 hari cerita energi. Saya memutuskan untuk ikutan challenge ini, walaupun sudah lewat jauh karena kompetisi ini sudah selesai di 2018. Tapi semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar tentang energi berkelanjutan.

Bagaimana kamu bisa berkontribusi untuk menjaga emisi karbon ke atmosfir? Pada dasarnya kita semua bisa berkontribusi! Dalam tulisan saya yang pertama ini, saya ingin membawa topik efisiensi energi dalam konteks yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari agar kita bisa mulai mempraktekkannya. Energy efficiency is the first fuel of a sustainable global energy system – International Energy Agency

Berhubung negara kita beriklim tropis, artinya cenderung lembab dan panas sepanjang tahun dan kebutuhan terhadap elektronik Air Conditioning atau AC sudah menjadi primer. Jika kalian punya piranti ini di rumah, coba disimak sebentar artikel ini. Kalaupun belum, saya harap artikel singkat ini dapat membantu nanti saat kalian akan membeli piranti ini. Apabila kalian semua membeli piranti pengkondisian udara (air conditioning), kalian akan menjumpai label yang ditempel seperti gambar di samping.

EER

Apa itu EER? EER adalah energy efficiency rating. Nilai ini menunjukkan seberapa efisien piranti tersebut dalam bekerja, untuk piranti AC: seberapa kalor yang dapat dipindahkan dengan daya elektrik yang diberikan. Mengapa EER ini penting?

EER merupakan mekanisme yang mirip seperti energy labeling di EU, dimana semua peralatan elektronik wajib memenuhi rating energy label sebelum dapat dijual umum. Jadi selain harga peralatan tersebut, energy label menunjukkan seberapa hemat energi/berapa daya listrik yang dibutuhkan untuk memberikan manfaat alat tersebut bekerja. Kita sebagai konsumen yang menggunakan piranti tersebut tentunya butuh informasi ini, karena pilihan kita terhadap alat mana yang kita akan beli dan gunakan akan berkontribusi nantinya ke jumlah listrik yang digunakan – efeknya langsung ke tagihan listrik yang akan kita bayar ke PLN dan juga secara tidak langsung emisi karbon yang dihasilkan sepanjang umur peralatan tersebut beroperasi. Sebagai konsumen yang kritis dan peduli, tentunya kita bisa memindai mana piranti yang ramah lingkungan dari label tersebut.

Jika ditulis dalam rumus: EER= BTU/W

Contoh AC saya (tipe TECO 380 W):

Spesifikasi Daya 380 W, kapasitas ½ PK. ½ PK ≈ 5,000 Btu/jam

EER= (5,000 Btu/h)/(380 W)=13.15 Btu/Wh

Berapa biaya yang dihemat?

1.Contoh kasus jika kita tidak cermat dalam memilih kapasitas pendinginan, kita memilih 1 PK dengan alasan agar lebih dingin nantinya.

Asumsi 1 PK = 9,000 Btu/jam
W= 9,000/13=690 watt

Anggap AC dinyalakan 12 jam sehari untuk tidur, dinyalakan 365 hari setahun:

kWh=(690-380)watt×12 jam × (365 hari)/tahun=1,357 kWh per tahun
Tarif 1,400 per kWh

Tambahan biaya =(Rp.1,400)/kWh×(1,357 kWh)/tahun=Rp.1,900,000 per tahun

Emisi karbon tambahan=(0.75 kg)/kWh×(1,357 kWh)/tahun=1,017 kg/tahun

2.Contoh kasus kita memilih AC dengan PK yang sama namun dengan EER yang lebih rendah. Saya tidak akan sebut contoh merek tapi anggap saja EER nya adalah 9.

EER1= 10.7
EER2= 9

Untuk bekerja mendinginkan 5,000 Btu per jam selisih daya yang diperlukan adalah:

W1=(5,000 Btu/h)/(10.7 Btu/Wh)=467 watt
W2=(5,000 Btu/h)/(9 Btu/Wh)=555 w

∆P=(555-467)watt×12jam/hari×365 hari/tahun= 385 kWh/tahun
Tambahan= (Rp.1,400)/kWh×(385 kWh)/tahun=Rp.539,000 per tahun

COP – Coefficient of Performance

COP merupakan parameter juga yang menggambarkan seberapa hemat penggunaan energi dari suatu AC.  Konsepnya sama seperti EER, jadi saya tidak akan bahas lebih lanjut disini.

AC Inverter?

Teknologi inverter berhubungan erat dengan kompresor pada sistem AC split. Kompresor adalah alat vital yang membutuhkan paling banyak energid alam operasionalnya. Kompresor berperan untuk menekan refrigeran (yang biasa dikenal sebagai freon) agar efek mendinginkan bisa didapatkan. Bagi pembaca non-teknik, proses pendinginan terjadi saat refrigerant dalam bentuk cair menyerap kalor dalam unit AC split – akibatnya ruangan dingin karena temperatur turun. Setelah menyerap kalor, refrigeran akan berubah fasa menjadi gas yang kemudian ditekan oleh compressor ke unit outdoor AC untuk melepas kalor melalui bantuan kipas. Siklus terus berulang.

Teknologi inverter memungkinkan kompresor untuk bekerja dalam putaran yang disesuaikan dengan kebutuhan. Saat temperature sudah konstan, sensor akan mendeteksi dan mengirim sinyal ke compressor untuk bekerja lebih lambat dengan daya yang lebih sedikit. Teknologi yang lain adalah AC non-inverter yang beroperasi dengan kecepatan konstan sehingga daya listrik juga konstan.

Teknologi AC inverter mendukung penghematan energi karena daya akan disesuaikan dengan daya pendinginan yang dibutuhkan. Walaupun investasi biaya di awal lebih mahal karena teknologi yang lebih rumit disbanding non-inverter, sangat perlu diperhatikan manfaat penghematan dari segi biaya dan emisi karbon yang dihemat.

  • Pilihlah piranti elektronik dengan EER tinggi, selain menghemat biaya, kamu juga mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan selama operasional alat tersebut.
  • Dukung kegiatan ini untuk mendukung industri manufaktur kita menuju kesadaran terhadap lingkungan dan energi.
  • Peran kita sebagai konsumen atau pengguna adalah memilih peralatan atau piranti yang sesuai dengan kebutuhan dan juga ramah lingkungan dalam operasionalnya.

Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat. Salam energi berkelanjutan!