Trading Journal #2 – DSNG

Komoditas adalah barang dagang yang biasanya akan mengalami periode bullish setelah krisis ekonomi. Per tulisan ini saya buat, 25 Desember 2020 kasus COVID19 masih belum dapat dikontrol sepenuhnya di tengah berita kedatangan vaksin di Indonesia. Namun prediksi saya ekonomi sendiri akan mulai bangkit di tengah upaya kita mengurangi laju penularan COVID19 ini, jika tidak ada mutasi virus yang mematikan sehingga menyebabkan lockdown masif di berbagai negara maka tahun 2021 akan menjadi tahun bullish. Walaupun tidak ada korelasi langsung untuk hubungan ekonomi dan pasar modal, beberapa pendapat analis untuk 2021 cukup masuk akal bahwa aliran dana akan masuk semakin deras masuk ke pasar modal.

https://markets.businessinsider.com/news/stocks/jpmorgan-sees-1-trillion-flowing-into-the-stock-market-in-2021-2020-12-1029883167

https://www.cnbcindonesia.com/market/20201210085711-19-208013/jpmorgan-ramal-ihsg-tembus-6800-di-2021-ini-alasannya

Dalam jurnal trading saya kali ini, saya masih akan membahas saham komoditas andalan Indonesia. Petrosea untuk saham kontraktor batu bara dan mineral, selanjutnya saya ingin membahas DSNG (Dharma Satya Nusantara).

Highlight

  1. Alternatif emiten CPO selain LSIP & AALI.
  2. Anak perusahaan grup Triputra Agro Persada.
  3. RSPO & ESG certificated. Termasuk dalam indeks SRI-KEHATI dari Desember 2020 sampai Mei 2021.
  4. Memiliki yield sekitar 6 ton CPO per ha kebun sawit, dibanding rata-rata Indonesia 5 ton per ha.
  5. Market cap menengah di 6 T, naik jauh dibandingkan 2019 di sekitar 3 T.
  6. 70% dari penjualan CPO sisanya di usaha perkayuan.
  7. Umur rata-rata pohon remaja 10 tahun (yield maksimal di rentang umur 15 tahun).
  8. Demand dalam negeri yang dijaga dengan kebijakan B30-B50 dan perjanjian dagang.

Profile

  1. PER dan PBV 22.85 dan 1.71 per 25 Desember 2020.
  2. Current ratio 0.92 dan DER 1.67.
  3. Gross profit margin 20.5%.
  4. Return on equity 7.5%.
  5. Negative free cash flow (23 M).
  6. Pembagian dividen rutin tiap tahun sejak 2014.
  7. Beta 0.49.

Risk

  1. Sentimen negatif lingkungan tentang kelapa sawit.
  2. Harga komoditas dan kestabilan demand.
  3. Foreign exchange tahun 2021.
  4. Level hutang perusahaan yang tinggi.

Trading plan

Chart per 25 Desember 2020

Buy at consolidation and accumulation. Saya sudah beberapa kali akumulasi di fase 1 (kotak biru 1) average 477.

Average up pertama di kotak kedua di rentang harga 600 – 605. Disaat koreksi tanggal 23 Desember kemarin saya sempat akumulasi kembali di rata-rata 600. Penurunan disertai volume yang relatif kecil sehingga saya mengambil kesempatan untuk menambah amunisi di DSNG.

Secara bandarmology, bandar juga mulai akumulasi kembali setelah distribusi barang di rata-rata 500 yang dikonsumsi sampai harga 600. Asing yang mulai akumulasi saya perkirakan adalah dari institusi sejak DSNG masuk dalam indeks SRI-KEHATI.

Target pribadi saya untuk DSNG adalah 800 di tahun 2021 dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas CPO dan yield CPO yang akan meningkat saat umur produktif tercapai di 3 tahun ke depan. Target jangka panjang saya untuk DSNG adalah di 1,000 Rupiah per saham.

Saat ini DSNG masih dalam tren bullish dan belum memasuki masa bearish, untuk level CL saya tetapkan di 500.

What do you think about DSNG?

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020 Ronald Sukianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *