Trekking di Cinque Terre di musim panas

Tulisan berikut merupakan catatan singkat saya tentang perjalanan saya di Italia, tepatnya saat trekking di Taman Nasional Cinque Terre.

Perjalanan saya di Italia di mulai dengan Venice (terbang dari London) – darat ke Florence, lalu ke Pisa, La Spezia (Cinque Terre), Roma, dan berakhir di Napoli.

Italia merupakan destinasi impian saya sejak membaca novel Dan Brown Inferno, berlatar belakang di kota Florence atau Firenze. Di break musim panas kuliah, saya memutuskan untuk solo backpacker hemat selama 8 hari – menginap di dormitory backpacke hostel, naik kereta dan makan sehemat-hematnya (untungnya ada pizza makanan hemat yang mengenyangkan). Total yang saya keluarkan sekitar 830 euro sudah termasuk semua keperluan termasuk pesawat PP London. Saya akan bercerita lebih lanjut mengenai tersebut, karena biaya saya cukup membengkak dikarenakan hampir semua museum di Italia mengenakan biaya masuk yang lumayan. Contohnya saja untuk masuk melihat patung David dan lukisan birth of Venus kita masing-masing harus membayar 14 euro. Kali ini saya akan bercerita tentang kegiatan yang saya sukai yaitu trekking di taman nasional Cinque Terre di La Spezia.

Cinque Terre

Cinque Terre artinya adalah lima area yang terdiri dari Riomaggiore, Manarola, Corniglia, Vernazza, dan Monterosso (tambahan satu Levanto). Saya mengunjungi semua desa tersebut dalam waktu 10 jam. Untuk yang terakhir yaitu Levanto, tidak layak dikunjungi karena ini hanyalah desa pemukiman biasa tanpa tempat yang menarik untuk dikunjungi, bahkan tidak ada rute trekking!

1. Vernazza

Perjalanan saya dimulai di Vernazza (saya menyesal mulai dari Vernazza, harusnya mulai dari desa terjauh agar lebih maksimal jalan-jalannya). Saat saya berkunjung di 2017 lalu, jalan antara Riomaggiore dan Manarola ditutup karena alasan keamanan. Untuk masuk ke rute trekking di taman nasional, kamu harus membayar 10 euro ke petugas untuk ne day trekking card. Kartu ini mengizinkan kamu mengakses semua fasilitas termasuk parkir, toilet, internet (tapi saya tidak nemu sinyal wifi disini).

Vernazza pagi hari

Saya sangat menikmati jalan-jalan di rute trekking saat cuaca sepoi-sepoi di peralihan musim panas ke gugur. Yang saya sayangkan adalah rute yang tidak lengkap antara Riomaggiore dan Manarola sehingga kurang terasa petualangannya. Karena rute dan pilihan tujuan saya yang acak, saya harus berpindah menggunakan tiket kereta beberapa kali.

pemandangan selama trekking

Pemandangan apa yang bisa dinikmati? Laut yang tenang dari pinggir tebing, tanaman anggur yang ditanam masyarakat sekitar, rumah-rumah desa setempat, dan beberapa gedung gereja. Jalan dan rute sangat mudah karena ada panduan yang jelas, namun di beberapa titik mungkin agak curam namun masih dalam kondisi aman. Bahkan opa-opa dan oma-oma saja masih sanggup trekking disini. Sungguh menyenangkan perjalanan saya di trail Cinque Terre ini dibandingkan hiruk pikuk di Florence atau Roma antara turis-turis.

2. Riomaggiore

Desa yang memiliki pemandangan sunset yang cantik, karena lokasinya yang di dekat tanjung sempit. Waktu saya lagi nongkrong-nongkrong sore di bibir pantai, ada seorang lelaki yang melamar kekasihnya di pantai Riomaggiore. Sungguh pemandangan yang menyenangkan dan mengharukan!

sebenarnya tempat ini adalah desa pemukiman

Di desa ini saya makan early dinner berupa pasta tinta cumi (karena saya penasaran sekali dengan ini). Saya harus membayar 20 euro untuk pasta yang menurut saya biasa saja. Bukan karena makanan yang tidak enak, mungkin lidah nasi goreng saya tidak cocok dengan makanan Italia selain pizza.

3. Monterrosso

Desa paling ramai karena pantainya yang luas. Turis paling banyak berkumpul disini, beberapa menikmati sinar matahari sambil santai di pantai. Jumlah restoran dan kafe-kafe jauh lebih banyak dibandingkan desa lain. Pastikan kamu coba explore gang kecil tempat pasar-pasar yang menarik sekali. Monterrosso merupakan desa favorit saya setelah Riomaggiore.

Tips mengunjungi Cinque Terre

  1. Beli tiket kereta terusan satu hari untuk mengunjungi/berpindah antara lima desa, karena akan hemat sekali dibandingkan harus membayar tiket setiap ingin berpindah. Saat itu saya tidak dapat menjangkau satu desa dengan berjalan kaki dikarenakan ada jalan yang terputus.
  2. Mulai perjalanan dari desa yang terjauh (Monterrosso) di pagi hari dan berakhir di Riomaggiore (desa terdekat dari La Spezia). Tidak usah berangkat terlalu pagi dari La Spezia, sekitar jam 8 dan tiba di Monterrosso jam 9 dan bisa bersantai di sana. Makan siang bisa kamu lakukan di Corniglia atau Vernazza (tengah).
  3. Semua toko makanan buka tepat atau setelah jam 12 sehingga pastikan bawa cemilan untuk sarapan.
  4. Kereta terakhir menuju La Spezia berangkat sekitar jam 7, pastikan tidak tertinggal atau kamu harus bermalam di Cinque Terre.
  5. Gunakan kostum santai dengan sepatu yang nyaman karena kamu akan banyak berjalan!

Selamat bertemu di cerita lainnya, apakah kamu sudah pernah mengunjungi Cinque Terre juga?

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2021 Ronald Sukianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *